Senin (14/10) waktu setempat, atau Selasa (15/10) WIB, pegolf No. 1 Dunia Nelly Korda mengumumkan di media sosial bahwa dirinya terpaksa mundur dalam turnamen BMW Ladies di Korea, yang sudah berlangsung 2 putaran hingga Jumat ini dan juga turnamen Maybank Championship di Malaysia pekan depan. Pegolf berusia 26 tahun tersebut mengalami cedera leher ringan ketika berlatih.
“Saya kecewa karena melewatkan event-event ini dan secara khusus meminta maaf kepada para penggemar saya yang sudah tidak sabar untuk melihat saya bermain. Saya saat ini sedang beristirahat dan bekerja dengan tim saya agar bisa pulih lagi,” kata Korda, seperti dikutip Golf.com.

Cedera tersebut merupakan batu sandungan dialami Korda dalam musim rollercoaster-nya ini. Awal tahun ini ia menyabet lima gelar LPGA berturut-turut, yang kemudian disusul dengan titel keenamnya musim ini di Mizuho Americas Open. Korda tampaknya tidak akan terhentikan saat itu hingga—tiba-tiba—ia membukukan skor buruk 80 di putaran pembuka US Women’s Open akhir Mei kemarin. Itu mengawali 3 missed cut berturut-turut bagi Korda yang mencetak skor 81 di putaran kedua turnamen major KPMG Women’s PGA Championship yang membuatnya gagal lolos cut (untuk ketiga kalinya) dengan selisih 1 pukulan. Namun, di 3 penampilan terakhirnya, ia mulai kembali tampil seperti dirinya yang dominan, termasuk di Solheim Cup ketika bisa mengukir rekor 3-0-1 (menang-kalah-draw) pada September kemarin.
“Saya baru saja bermain golf,” kata Korda saat itu. “Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan bagaimana saya bermain saat ini. Saya hanya akan pulang dan mencoba untuk mengatur ulang.”

Persoalan kesehatan memang menjadi masalah yang selalu menganggu performa Korda. Pada 2022, ia menjalani operasi untuk pembekuan darah di pembuluh darah subklavia di lengan kirinya. Lalu, di 2023, ia melewatkan beberapa turnamen karena sakit punggung. Juni tahun ini, ia mengundurkan diri dari sebuah event setelah seekor anjing menggigit kakinya, tetapi ia hanya memberikan sedikit rincian tentang apa yang sebenarnya terjadi. “Hanya harus menjalani beberapa perawatan medis,” katanya.
Meski hanya menyebutkan absen di 2 event LPGA selama dua pekan ke depan, Korda tampaknya bakal melewatkan pula Toto Japan Classic di Seta Golf Course, Otsu-shi, Shiga, Jepang, pada 31 Oktober-3 November.
Korda mungkin baru bisa kembali ke lapangan untuk bermain di LOTTE Championship presented by Hoakalei pada 6-9 November. Golf Week bahkan memperkirakan bahwa Korda baru tampil di The Annika driven by Gainbridge, Pelican, 14-17 November. Ia pernah menjadi juara dalam event itu pada 2021 dan 2022.

Ketidakhadiran Korda membuka jalan bagi para pegolf lain untuk mengejar ketertinggalannya dalam poin di Rolex Player of the Year. Saat ini Korda unggul 100 point dari Lydia Ko dengan 6 turnamen tersisa. Untuk bisa menyabet trofi tersebut, Korda harus mengamankan posisinya di 3 turnamen terakhir.
Ko membutuhkan 3 kemenangan atau lebih dan juga tambahan posisi kedua untuk bisa melewati Korda. Namun, pegolf asal Selandia Baru itu baru mengonfirmasi kehadirannya di 3 event saja: BMW—yang sedang berlangsung pekan ini, The Annika, dan CME Group Tour Championship.

Dua pegolf lain yang juga berpeluang menggusur posisi Korda adalah Ayaka Furue (JPN) dan Haeran Ryu (KOR). Furue tertinggal 120 poin dari Korda dan perlu menang sedikitnya 4 turnamen atau lebih untuk bisa menyamai Korda, sedangkan Ryu perlu 5 kemenangan untuk membuka kesempatan itu. Poin ini sendiri baru bisa diraih untuk mereka yang finis Top 10 di setiap event-nya.



