Bintang Spanyol Di-DQ

Perhelatan putaran kedua turnamen major Evian Championship harus tercoreng dengan kasus diskualifikasi salah satu bintang Eropa. Pegolf asal Spanyol Carlota Ciganda harus menerima kenyataan pahit, didiskualifikasi, setelah menolak menambahkan penalti dua pukulan akibat slow-play di kartu skornya.

Peristiwa penalti itu terjadi di hole 9 par 5 ketika Ciganda yang melakukan startnya dari hole 10 sedang menyelesaikan putaran kedua Jumat kemarin. Ia dikenai penalti dua pukulan oleh wasit sesuai dengan Kebijakan Pace of Play LPGA, demikian menurut juru bicara LPGA—seperti dikutip CNN.

Penalti tersebut membuat skor Ciganda menjadi 74 (3-over) dan total 6-over. Hasil ini tentu saja membuat pegolf berusia 33 tahun tersebut gagal lolos cut yang ditetapkan pada 5-over dalam turnamen yang berlangsung di Evian-les-Bains, France.

Setelah pengajuan bandingnya kepada rules officials ditolak, Ciganda tidak menambahkan penalti dua pukulan. Usai meninggalkan zona pencatatan skor, ia kemudian didiskualifikasi karena dianggap telah menandatangani kartu skor yang salah.

“Ciganda diizinkan untuk mengajukan banding dengan pejabat peraturan sebelum mengembalikan kartu skornya, yang kemudian didengar dan ditolak. Oleh karena itu, penalti dua pukulan ditegakkan,” kata pernyataan itu.

“Ciganda memilih untuk tidak menambahkan penalti dua pukulan pada scorecard yang ditandatanganinya. Ia diberitahu bahwa meninggalkan area pencatatan resmi dengan skor yang ditandatangani lebih rendah (tanpa pukulan penalti) akan menyebabkan diskualifikasi, dan ia pun pergi atas kemauannya sendiri.”

Sabtu, dalam postingan story di Instagram-nya, Ciganda bahwa rules officials telah mengklaim bahwa ia menghabiskan waktu 52 detik untuk melakukan putt, yang dibantahnya, dan menambahkan bahwa kelompok di belakangnya “bahkan tidak berada di tee”.

Credit: Christian Petersen/Getty Images

“Kinerja yang sangat buruk dari wasit LPGA, mereka tidak mengerti apa itu golf profesional,” tulis Ciganda, pemenang LPGA Tour dua kali dan pemain Solheim Cup lima kali.

“Mereka hanya melihat stopwatch mereka, seolah-olah 20 detik akan membuat perbedaan. Saya memiliki keluarga dan teman-teman yang menonton dan mereka semua mengatakan tidak mungkin saya membutuhkan waktu selama itu untuk melakukan putt!

“Kemarin sangat sulit di luar sana dengan kondisi berangin dan pin yang sulit dan saya berharap semua orang diperlakukan sama dan mereka tidak memilih pemain yang sama sepanjang waktu! Itu saja!”

Slow play telah menjadi persoalan tersendiri dalam kompetisi golf. Berdasarkan panduan Aturan Golf R&A dan USGA, “satu putaran golf dimaksudkan untuk dimainkan dengan kecepatan yang cepat.” Kecepatan tersebut ditetapkan pada 40 detik untuk memainkan satu pukulan, dengan tambahan 10 detik yang diberikan dalam berbagai situasi, seperti pemain pertama yang memainkan pukulan di hole par-3 atau di green.

“Pemain biasanya bisa bermain lebih cepat dari itu dan dianjurkan untuk melakukannya,” demikian dinyatakan dalam pedoman, dengan pegolf yang melebihi 40 detik – “waktu yang buruk” – “diberitahu sesegera mungkin” oleh ofisial turnamen. Pada pelanggaran “waktu yang buruk” pertama, pemain tidak mendapat hukuman, tetapi pelanggaran kedua dan ketiga mendapat penalti satu dan dua pukulan.

Share with

More News

Tekad Jin Young Ko untuk Cetak Hattrick

Comeback Mantan Bintang Ryder Cup ke LIV Golf Jeddah?

Bintang Indonesia Ramaikan Ajang US$1,1 juta

Undangan Spesial untuk Pemain LIV Golf

Digital Edition

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah

Cover
August - September 2023

Misi Roma: Mematahkan Dominasi AS