Setelah sempat vakum pada PON XX, cabor golf akan dipertandingkan pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara. Beberapa provinsi merupakan favorit dalam perolehan medali emas.
Royal Sumatra Golf Club bersolek. Lapangan 18 hole yang dirancang JMP design group tersebut mempercantik diri untuk menyambut para atlet tamu Pekan Olahraga Nasional XXI. Royal Sumatra Golf memang menjadi venue untuk cabang olahraga golf yang akan dipertandingkan pada 12-18 September mendatang.
Sebanyak 75 pegolf akan bersaing pada PON yang berlangsung di Aceh-Sumatera Utara. Ke-75 atlet tersebut terdiri atas 52 pegolf putra dan 23 pegolf putri. Mereka telah mendapatkan tiket untuk bertanding di PON XXI setelah melalui pertandingan babak kualifikasi yang berlangsung di Jatinangor National Golf & Resort, Sumedang, pada 25 – 27 Juli 2023.
Dari kualifikasi PON XXI, Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur meraih kuota atlet golf terbanyak dengan 4 putra dan 3 putri. Sementara, Provinsi Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi pengirim atlet terbanyak kedua. Bali dan Jateng diwakili 3 putra dan 3 putri, sedangkan Jawa Timur dengan 4 putra dan 1 putri. Sebagai tuan rumah, Provinsi Sumatera Utara pun mendapatkan jatah atlet terbanyak: 4 putra dan 3 putri
Seperti PON-PON sebelumnya (kecuali PON XX 2021 yang tidak mempertandingkan cabor golf), PON XXI pun menyediakan 7 medali. Ketujuh medali ini berasal dari nomor individual (putra-putri), beregu (putra-putri), foursome (putra-putri), dan foursome campuran.

Pesta olahraga se-Indonesia tersebut menjadi kesempatan para pengurus provinsi (pengprov) untuk mengetahui sejauh mana hasil pembinaan mereka dalam 1-2 tahun terakhir ini. Beberapa pengprov bahkan telah menargetkan medali emas setelah melihat kesiapan para atlet mereka.
Pengrov DKI Jakarta, misalnya. Sebagai salah satu tim yang difavoritkan, DKI yang kemungkinan akan diperkuat—di antaranya–Gabriel Hansel Hari dan Kentaro Nanayama (putra) serta Kristina Natalia Yoko (putri) tentunya ingin menyabet medali emas. Prestasi terbaik DKI selama di PON adalah memborong semua perolehan emas pada PON 2012.
“Peluang (emas) itu tetap ada. Target/goal yang paling ultimate untuk PON tentunya emas. Namun, mindset dulu. Itu penting dalam menghadapi pertarungan di PON ini. Kami tetap ada target. Harapannya adalah semua emas,” kata Ketua Pengrov PGI DKI Jakarta Reza Rajasa.
Provinsi Jawa Barat pun memiliki potensi untuk meraih medali emas. Diperkuat Randy Arbenata M. Bintang dan Alfred Raja Sitohang (putra) serta Rayi Geulis Zulandari (putri), Jabar bahkan menargetkan minimal 2 emas.

“Targetnya adalah dari putra. Kita sudah mapping. Tetapi mungkin saja putrinya bisa memberikan kejutan bagi Jabar,” kata Sirodzudin, Ketua Pengrov PGI Jawa Barat.
Tuan rumah Sumatera Utara sangat berpeluang besar untuk meraih emas. Sebagai tuan rumah, tim Sumut memiliki keuntungan karena sangat mengenal venue yang digunakan untuk kompetisi ini. Peluang Sumut memang menguat dengan kehadiran Rayhan Abdul Latief dan Mikail Jaydra Muhamad Darmawan (putra) serta Viera Permata Rosada, yang telah malang melintang di pentas golf nasional dan internasional.
Provinsi Jawa Timur dan Bali pun berpotensi mengejutkan dalam PON XXI. Dua provinsi ini pernah menorehkan prestasi di PON. Jawa Timur bahkan pernah meraih medali terbanyak (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu) pada PON XIX, yang melambungkan nama Jonathan Wijono sebagai atlet golf andalan Jatim. DKI menyabet 2 emas, 4 perak, dan 1 perunggu, sedangkan Jabar mengoleksi 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Sementara, DKI pernah menjadi raja PON dengan perolehan 7 emas di Riau pada 2012.
Tanggal 12-18 September mendatang akan menjadi pembuktian provinsi mana yang bakal menjadi jawara PON kali ini.
Penulis: YM/ OB Golf



