Augusta, Golf College, dan Q-School

Tahun ini bisa dibilang menjadi musimnya Kristina Natalia Yoko. Tiga gelar amatir dan plus posisi 10 besar di kompetisi profesional internasional melambungkan nama wanita berdarah Jepang-Sunda-Ambon ini di posisi elite Indonesia Golf Amateur Ranking. Mengawali golf di usia 6 tahun, Yoko yang sudah serius untuk golf mulai SMP ini bisa masuk timnas junior. “Awalnya deg-degan. Main untuk negara. Akhirnya seru-seru juga. Main di luar negeri. Ketemu lapangan-lapangan baru, challenge-nya macam-macam. Ketemu pemain-pemain luar yang hebat-hebat. Challengenya ada, fun juga sih,” kata pegolf yang November nanti akan genap berusia 22 tahun. Berikut obrolan ringan dengan Sarjana Administrasi Bisnis ini:

Waktu 6 tahun, apa yang menarik sih dari olahraga ini?

Ngeliat golf itu seru aja. Meski olahraga individu, kalau mainnya kan satu grup berempat. Setiap turnamen pun beda-beda (grupnya). Jadi, ketemu teman-teman baru.

Lalu, bisa masuk timnas?

Iya, awalnya mulai ikut turnamen-turnamen, umur 8 tahun. Rutin ikut turnamen (junior lokal). Skornya makin lama makin bagus. Nyoba-nyoba ikut turnamen internasional. Masih sendiri, eh kemudian ditarik ke timnas. Awalnya masuk timnas junior. Ikut Kartini Cup (turnamen beregu putri ASEAN U-18).

Lulus SMA, Anda kuliah di Augusta University. Kuliah di sana itu pilih sendiri atau ada yang merekomendasikan?

Pilihan sendiri. Waktu itu, sebenarnya ada beberapa pilihan: Purdue, Sam Houston, Minnesota, dan Augusta. Purdue saat itu emang bagus (ranking-nya). Tapi scholarship tahun itu sudah full. Aku ditawari scholarship untuk tahun depan. Aku nggak mau. Pengennya langsung, nggak mau menunda-nunda. Akhirnya pilih Augusta, yang ranking-nya lebih bagus dari Sam Houston dan Minnesota. Lalu, dari segi cuaca, Augusta rada-rada mirip dengan Indonesia. Kalau summer, lembap. Kalau winter, dingin banget tapi nggak sampe bersalju. Jadi, masih bisa main golf. Bisa main di Augusta National, setahun sekali. Bisa nonton the Masters juga. Dari kampus ke lapangan Augusta, cuma 10 menit.

Wah bisa main dan nonton Masters di Augusta dong. Bagaimana ceritanya?

Kita dapat (kesempatan itu) dari membernya Augusta, yang jadi salah satu sponsor kita. Kita suka dapat tiket dari dia. Augusta kan membernya cuma 300, dari seluruh dunia. Nggak sembarang orang bisa main di situ. Kalau nggak member, ya di-invite sama membernya. Nah, kita dapat invitation untuk main di Augusta. Itu pun cuma 5 slot. Setahun sekali. Nah, di satu tim kan ada 8 orang cewek, 8 orang cowok. Kita harus kualifikasi untuk masuk spot itu. Main 3 hari. Kayak turnamen aja. Aku dapat 3 kali (main di Augusta).

Nonton Masters?

Dalam 4 tahun kuliah, cuma sekali. Itu pun jadwalnya bentrok dengan turnamen. Cuma kan dalam satu tim ada 8 orang. Nah, 5 orang yang kepilih buat ikut turnamen. Aku bisa nonton itu di tahun pertama, karena waktu itu score average-ku kurang bagus sehingga tidak masuk tim.

Gimana tuh bisa nonton Masters langsung?

Keren banget sih. Kayak yang di TV, kenyataannya sama. Rumputnya sehijau itu. Suara-suara burung. Fairwaynya ibaratnya nggak ada lecet. Divot kayak gitu jarang banget ditemuin. Keren banget sih lapangan itu. Aku nonton cuma practice round. Sebenarnya sih lebih enak nonton practice round. Bisa lihat cara mereka untuk buat peta lapangan. Aturannya pun lebih longgar.

Photography : YM

Terus, bagaimana rasanya main di Augusta National?

It’s great experience sih. Kita ngerasain bagaimana main di lapangan Augusta National. Lapangannya sulit banget. Rumputnya kayak gimana gitu. Greennya yang gede. Sloopy. Licinnya kayak gimana. Waktu main pun, nggak mikirin skor. Yang penting main dan nyobain semua (area)-nya. Bunkernya di kiri dan kanan dicoba-in semua. Udah having fun. Tapi ya emang keren banget sih Augusta National itu.

Aturan di club house sana?

Nggak boleh pakai celana pendek dan rok.  Pakai celana panjang. Nggak boleh pakai topi ketika di club house. Member yang ngundang kita ngajak dulu, muter-muter club house. Tour dulu. Ada asrama Phil Mickelson waktu amatir. Ke restoran, ke loker champion. Baru kita main.

Yoko lolos ke National Championship di tahun akhir kuliah. Bagaimana bisa lolos ke Championship itu?

Aku lolos ke NCAA National Championship untuk kategori individual, finished 3-under di regional. Main di turnamen regional pertama rasanya deg-degan banget. Hari pertama main even par 72, lalu 68 (-4), dan hari terakhir main +1 73. Baru tahu kalau top 2 (di nomor) individual bisa masuk ke NCAA National walaupun timnya tidak qualified. Akhirnya dikasih tahu sama coach kalau perjalananku masih terus berlanjut ke final. Rasanya senang banget bisa menjadi pemain cewek pertama di Augusta University yang masuk ke final NCAA National. Itu pengalaman yang sangat luar biasa, bisa kompetisi dengan pemain pemain top dari berbagai macam negara.

Kapan National Championship itu diadakan?

NCAA National 2022 diadakan di Arizona Mei akhir, sekitar tanggal 20-an. Result akhir tidak memuaskan tetapi cukup puas dengan hasil di final day -1 71 dengan birdie di hole terakhir.

Gimana Yoko ngeliat permainan dari awal hingga bisa ke National Championship?

Pengalaman yang sangat berharga bisa main di National. Bangga sudah bisa melewati semua tournament sampai di final. Perjalanan yang enggak gampang. Di tahun pertama di college, hanya terpilih masuk team 2 kali. Akhirnya improve selama 3 tahun ke depan di senior year, bisa masuk tim di semua turnamen dan juga main di NCAA National.

Photography : YM

Bicara golf college, gimana pertama kali ngerasain jadwal padat kuliah dan golf-nya?

Kaget sih. Nggak terbiasa. Kita harus ngatur jadwal sendiri. Kapan waktu belajar, dan kapan waktu berlatih. Setahun pertama agak sulit. Karena belum terbiasa juga. Masih bingung, apalagi untuk ngerjain tugas butuh berapa lama. Makin terbiasa, makin bisa.

Bagaimana jadwal dalam seminggu?

Biasanya kuliah senin sampai jumat. Workout 3 kali seminggu puku; 6 pagi. Lalu, kelas sampai siang. Pukul 12 atau 1 (siang) mulai latihan sampai matahari terbenam. Seminggu hanya 1 hari off. Setiap weekend ada kualifikasi untuk tournament. Cuma tergantung juga, kalau tahun-tahun terakhir itu kuliahnya itu ada jam 4-6 sore. Latihannya tinggal diatur saja.

Apa hal positif di golf college yang masih terbawa hingga sekarang?

Rutinitas sebagai seorang atlet penting banget. Itu yang aku pelajari di golf college. Satu bulan sudah ada jadwalnya. Itu yang sebenarnya harus aku ikuti. Sampai sekarang aku bikin jadwal sendiri. Sebisa mungkin rutinitasnya aku tetap jalani. Rutinitas latihan dan disiplin waktu itu kan penting.

Apa plan dalam 1-2 tahun ini setelah lulus kuliah Mei kemarin?

Stay in amateur. 1-2 tahun. Ikut SEA Games, Asian Games, dan PON lagi. Tapi waktu pulang ke Jakarta sudah ikut empat turnamen. Output-nya bagus banget. Di tiga turnamen (amatir) aku juara 1. Di satu turnamen profesional aku bisa masuk Top 10. Aku mikir-nya aku bisa compete nih. Jadinya kayak aku—misalnya–stay di Indonesia, bermain sebagai amatir, akunya enggak bisa meningkat. Event-nya juga nggak banyak. Kalau amatir doang setahun (lagi), khawatir nggak improve atau makin turun. Karena itu, Desember ini ada kemungkinan ikut Q School di Thailand, Thai LPGA. Nyoba ikut, tapi sebagai amatir.

Share with

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email

More News

Fakta di Balik Jeeno

Dari Wonderteen ke Wonderwoman

Musim Lengkap untuk McIlroy

Turnamen Khusus Kedi Se-Jawa dan Bali

Digital Edition

October - November 2022

Keputusan Berani Smith

Manifestasi Mimpi 3 Dekade
August - September 2022

Manifestasi Mimpi 3 Dekade

Major Selanjutnya Master Scottie?
June - July 2022

Major Selanjutnya Master Scottie?

Dunia Mengakui The Goat
April - May 2022

Dunia Mengakui The Goat