Pergelaran major Chevron Championship 2025 harus diselesaikan dengan partai playoff, yang menorehkan sejarah baru di LPGA. Mao Saigo yang menjadi pemenang dalam event major pertama musim ini harus menghadapi 4 pesaingnya di babak perpanjangan hole tersebut.
Bertanding di The Club at Carlton Woods, Saigo bermain di grup terakhir dengan Lindy Duncan (USA) dan Haeran Ryu (KOR) pada putaran akhir di Minggu (27/4). Ia dan Ryu memimpin leaderboard usai 54 hole dengan skor total sementara 9-under, sedangkan Duncan tertinggal 1 pukulan dari para leader tersebut. Namun, usai hole 18 di putaran akhir, Saigo yang bermain kurang baik dengan 74 (2-over) masih bisa bertahan di papan puncak.

Saigo tidaklah sendiri. Tiga mantan juara major Ariya Jutanugarn (THA), Hyo Joo Kim (KOR), dan Ruoning Yin (CHN), dan ditambah pegolf veteran Duncan, pun berbagi tempat dengan pegolf Jepang berusia 23 tahun tersebut di papan atas. Jutanugarn telah mengoleksi dua gelar major (US Women’s Open 2018 dan Women’s British Open 2016), Kim adalah juara Evian Championship 2014, dan Yin menjuarai KPMG Women’s PGA 2023, sedangkan Duncan seperti halnya Saigo sedang mencari gelar pertama LPGA.
Playoff lima pemain yang merupakan terbesar dalam sejarah event major LPGA bergulir. Kim, Yin, dan Duncan harus puas menyelesaikan playoff hole pertama dengan par. Jutanugarn yang memiliki peluang untuk birdie dengan jarak hampir 2 meter ke hole. Sayang, bolanya malah lip out. Pegolf Thailand berusia 28 tahun tersebut hanya mencetak par.

Saigo berpeluang besar untuk menang. Posisi bolanya hanya berjarak 70 cm ke hole. Peraih Louise Suggs Rolex Rookie of the Year 2024 tersebut berhasil menuntaskan putt birdienya, sekaligus memastikan diri sebagai juara Chevron Championship 2025. Saigo mengukir diri sebagai Rolex First-Time Winner.
“Banyak yang berkaitan dengan fakta bahwa ini adalah akumulasi dari kerja keras saya juga. Saya juga ingin menang untuk tim saya yang telah bekerja keras untuk saya. Jadi, itu adalah playoff dengan banyak pemain, dengan lima pegolf, dan saya bertekad untuk berjuang dan tidak mundur,” kata Saigo, mengomentari playoff-nya.
Menjuarai event pertama major makin memotivasi Saigo untuk mencapai target yang lebih tinggi. Ia ingin menjadi pegolf No. 1 Dunia. “Saya masih memiliki empat turnamen major lagi, dan saya ingin menjadi No. 1 di dunia. Saya akan melakukan yang terbaik di empat major yang tersisa,” jelasnya.

Saogi menjadi pegolf wanita keempat Jepang yang berhasil menjuarai turnamen major. Sebelumnya, Yuka Saso (US Women’s Open 2024), Ayaka Furue (Evian Championship 2024), dan Hinako Shibuno (British Open 2019) telah mengorbitkan bendera Jepang di ajang pergelaran major.
“Kali ini banyak pemain Jepang yang mengambil tantangan untuk melakukan hal ini, dan para pendahulu saya juga telah meraih gelar major dan saya benar-benar berpikir bahwa saya harus mengejar ketertinggalan saya sebanyak mungkin. Namun, alih-alih memberikan terlalu banyak tekanan pada diri saya sendiri, saya ingin menghormati setiap proses dan terus maju. Memang benar bahwa para pendahulu saya telah membuka jalan bagi saya, tetapi saya juga ingin menjadi diri saya sendiri dan bermain di turnamen golf ini,” kata Saigo.



