AS Menang dengan Susah Payah

Tim AS kembali mengalahkan Tim International dalam turnamen beregu Presidents Cup. Meski rekor tidak terkalahkan Tim AS bertambah, pertarungan di Quail Hollow menunjukkan bahwa tim tamu bakal menyulitkan di event Presidents Cup berikutnya.

President Cup untuk kesembilan kalinya menetap tim Amerika Serikat (AS). Di Quail Hollow Club, Charlotte, North Carolina, tuan rumah menggilas Tim International dengan skor 17,5-12,5. Kemenangan ini mengukuhkan status AS sebagai tim yang tidak terkalahkan dalam 22 tahun terakhir.

Kemenangan AS memang dicapai dengan susah payah di partai single. Tuan rumah sempat ketar-ketir dengan kebangkitan Tim International di hari ketiga. Tim yang dipimpin Trevor Immelman tersebut berhasil membuat serangan balik di morning foursome dan afternoon fooball pada Sabtu, menipiskan selisih poin dari 2-8 (hasil dua hari pertama) menjadi 7-11. Hari ketiga Presidents Cup pastinya menjadi milik Tim International.

Partai single yang dimainkan pada Minggu menunjukkan kengototan Tim International dalam upaya mengejar poin. Hasilnya, AS hanya mampu menang tipis 6,5-5,5 di partai penentu tersebut. Melihat komposisi tim, AS yang hanya diperkuat 4 rookie sebenarnya lebih berpeluang menang besar dibandingkan Tim International yang diisi 8 rookie di atas kertas. Namun, kenyataannya tidak demikian.

Photography : Jared C. Tilton | Getty Images

Dua pegolf yang menjadi pahlawan AS di Ryder Cup tahun lalu justru rontok di partai single ketika menghadapi tim International. Mereka adalah Justin Thomas dan Scottie Scheffler. Xander Schauffele yang berpengalaman di ajang beregu ini bahkan harus bersusah payah untuk menang. Meski akhirnya menang, Schauffele hanya menang tipis 1 up.

“Kami tidak datang untuk membantu tim AS. Kami ke sini untuk menang,” kata Mike Weir, wakil kapten Immelman. “Tetapi, saya rasa Anda bisa bilang bahwa mereka akan mendapatkan beberapa pelajaran pekan ini. Begitu juga kami. Mereka benar-benar berbakat, tetapi harus bekerja keras. Mereka harus belajar main sebagai favorit berat, dan bahkan tahun lalu Anda tidak akan mengatakan bahwa mereka benar-benar dijagokan.”

Anggota Tim International Adam Scott meyakini bahwa banyak anggota tim ini akan menjadi tulang punggung tim di masa depan.  “Ini merupakan awal tim ini. Saya pikir Anda lihat mereka di sini akan kembali di hari (event) berikutnya. Jika tidak, mereka akan berjuang keras untuk masuk tim. Pekan ini mereka telah menunjukkannya dan mereka memiliki hati. Saya bangga berada di sini dengan pejuang-pejuang ini.”

Share with

More News

Jalan Panjang Realisasi Kerja Sama PGA Tour-PIF

Penghargaan Bergengsi untuk Legenda Golf Wanita Korea

Brooks Koepka: “Kerja Sama itu dengan PIF, bukan LIV”

Drama itu Makin Memanas

Digital Edition

COVER JUN JUL 2024
June - July 2024

Berburu Emas di Padang Le Golf National

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia