Dalam 2 tahun terakhir, Argiansyah Dwi Septian menjadi partner setia Kevin dalam beberapa event profesional lokal dan internasional. Chemistry antara kedua pegolf ini akhirnya terbina dengan baik. Hasil terbaru dan juga terbaik sepanjang keduanya berduet adalah juara Ciputra Golfpreneur Tournament 2026.
Kapan pertama kali menjadi kedi Kevin C. Akbar?
Pertama kali jadi kedi Kevin itu Indonesian Masters 2024.
Bagaimana bisa menjadi kedi Kevin?
Kalau enggak salah waktu itu si Aqil (Widyantoro, sahabat Kevin) enggak bisa ngediin Kevin deh. Lalu, enggak lama, Kevin WA saya. Dia tanya, “Lo bisa enggak caddyin gue di Indonesian Masters?” Lalu, saya bilang, “Bisa.” Nah itu sampai sekarang deh.
Setelah beberapa lama menjadi Kevin, apa yang Anda lakukan untuk meningkatkan permainan Kevin?
Sebenarnya kita–kalau di lapangan sih–ya paling ngobrolin di luar golf saja sih. Misalnya, kita berandai-andai, terus gimana caranya. Aku enggak mau ngasih aura yang bikin nervous dia, gitu. Pokoknya kita mainnya enjoy saja, bener-bener enjoy the game. Main santai saja pokoknya kalau aku sama Kevin di lapangan.
Di Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT) 2026, bagaimana Anda me-maintain permainan Kevin selama 4 hari hingga bisa “meledak” di final round dengan 9-under?
Ini ceritanya sebelum CGT 2026. Di The Indonesia Pro-Am kita sempat ada ngomong sih, ya dibilang planning juga enggak sih. Maksudnya, alhamdulillah kita pernah ngomong. Kevin pernah bilang ke saya, “Bro, ini kita nanti pas di CGT, kita harus ada satu hari yang mainnya skornya meledak kayak 7 under atau 8 under. “Bismillah-lah, Vin,” kata saya. “Semoga hari pertama kita ada main yang bisa skornya meledak itu.” Enggak taunya, ya alhamdulillah sih dikasih sama Allah di hari pertama (64, 8-under) dan hari keempat (63, 9-under).

Ketika Kevin sedang bermain tidak bagus ataupun kondisi emosinya sedang enggak baik. Apa yang Anda lakukan untuk mencegah bad things sehingga membuang banyak skor?
Aku bikin Kevin untuk segera move on saja sih. Seperti terjadi di hole 18 (par 5) pada kedua CGT 2026, bola second shot Kevin nyemplung tuh. Dia dapet double (bogey). Dari situ aku mulai selalu ngomong sama Kevin, pokoknya harus mikir shot by shot saja, hole by hole saja. Nggak usah mikir yang sebelumnya, karena yang sebelumnya ya sudah, itu memang sudah takdir. Ya kita dapat segitu. Intinya, aku selalu ngingetin Kevin. Kita fokus shot by shot saja.
Apa kepuasan yang Anda rasakan ketika Kevin akhirnya bisa menjuarai CGT 2026 kemarin?
Alhamdulillah. Keinginan kita berdua dijawab juga sama Allah. Waktu itu saya pernah ngomong juga, pernah doa ke Allah. Ingin banget bawa siapa pun itu, entah Narajie (Emerald Ramadhanputra), entah (Kristina Natalia) Yoko. Kalau di Indonesia, aku bawa tiga pemain kan. Bawa Kevin, Naraajie, dan Yoko kan. Di Asian Tour, aku lebih sering bawa Naraajie. Kalau di turnamen kayak Indonesia Women Open, aku pasti bawa Yoko. Nah, kalau misalkan ADT atau ADT yang digelar di Indonesia, aku pasti bawa Kevin. Ya alhamdulillah, maksudnya aku sudah 14 tahun ngedi, yang tadinya awalnya cuma iseng doang, cuma mau cari pengalaman ngedi tuh seperti apa, belajar ngedi tuh seperti apa, kayak gimana caranya yang bener-bener menjadi kedi tour mungkin ya, atau kedi profesional, dan akhirnya di samping juga bisa bawa player yaitu Kevin, akhirnya bisa menang juga. Akhirnya akamsi (anak kampung sini) bisa menang, alhamdulillah.
(YM)



