AAC 2025: Rayhan Latief Samai Prestasi George Gandranata

Rayhan Abdul Latief, 1 dari 3 pegolf yang lolos cut di Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2025, berhasil memperbaiki pencapaiannya di ajang kejuaraan elite amatir se-Asia Pasifik tersebut. Pegolf berusia 18 tahun tersebut mengakhiri petualangannya di Majlis Course, Emirates Golf Club, dengan skor total 4-under (284) dan finis di posisi T17.

Prestasi ini memperbaiki posisi Rayhan di ajang sama tahun sebelumnya. Sebelumnya, tahun 2024, Rayhan menduduki T24. Tahun ini, dalam penampilan keempatnya di 4 tahun terakhir, mahasiswa University of Texas tersebut tidak hanya berhasil mencapai finis terbaiknya, tetapi juga menyamai prestasi pegolf Indonesia sebelumnya, George Gandranata, pada AAC 2011 dengan 3-under (285).

”Tentunya saya berharap lebih. Saya berharap bisa memenangkan Kejuaraan ini,” ujar Rayhan.

Rayhan Latief, credit: AAC.

”Ada kalanya beberapa hal tidak berjalan sesuai dengan harapan. Saya bersyukur untuk pekan ini karena kualitas pukulan saya cukup bagus, dan ini merupakan aspek yang penting supaya bisa main bagus di lapangan golf ini. Dan akan selalu ada hal yang bisa dipelajari. Kalau melihat leaderboard, permainan saya memang belum cukup bagus untuk memenangi kejuaraan ini.

”Namun, masih ada ruang untuk bertumbuh, masih ada waktu untuk meningkatkan permainan, dan saya akan berjuang keras dan memastikan sayalah yang bisa mengangkat trofi tahun depan.”

Meskipun berhasil menyamai rekor finis terbaik bagi Indonesia, Rayhan mengaku tidak merasa terhibur dengan prestasi ini. ”Saya tidak terlalu memedulikan rekor, target utamanya adalah menang. Memang bagus bisa menjadi pegolf terbaik Indonesia pada ajang ini, tapi itu bukan target utama saya,” ujar Rayhan, menyinggung penampilan keempatnya secara berturut-turut pada Kejuaraan ini.

”Sekarang saya mesti fokus ke kuliah saya setelah absen pekan ini, termasuk mengerjakan tugas-tugas kampus. Setelah itu baru saya mulai memikirkan soal Southeast Asia (SEA) Games akhir tahun nanti.”

Randy Bintang, credit: AAC

Sementara itu, Randy, yang juga lolos cut di AAC 2025 ini, harus puas berada di T24. Ia mengalami penurunan finis dibandingkan penampilan ketiganya tahun lalu. Waktu itu Randy justru mencapai posisi T19. Untuk itu, ia menyadari bahwa pengalaman bertanding menghadapi para pegolf top amatir di Asia Pasifik menjadi modal bagi dirinya dalam menghadapi tantangan-tangan masa depan pada event ini.

”Saya belajar banyak. Pekan ini (minggu kemarin) saya harus bermain dengan sabar, sementara saya tidak terbiasa main seperti itu. Namun, saya masih bisa main sabar dan berjuang sepanjang pekan ini. Ada beberapa kesempatan untuk bisa main dengan skor rendah, tapi saya terus melakukan kesalahan. Ke depan nanti saya harus berusaha menghindari kesalahan-kesalahan serupa,” tuturnya.

Seperti halnya Rayhan, Randy pun mengalihkan perhatiannya ke SEA Games, yang akan digelar di Thailand pada Desember nanti. Randy yakin Indonesia bisa bersaing untuk memenangi medali. ”Pada SEA Games nanti, semoga kami bisa memenangi medali emas untuk nomor individu dan beregu,” imbuhnya. ”Kejuaraan pada pekan ini merupakan turnamen amatir terbesar di Asia. Tentunya modal dari sini akan meningkatkan percaya diri untuk persiapan kami menuju SEA Games.”

Krishna dan Kenneth, credit: PB PGI

Satu wakil Indonesia yang juga lolos cut, Kenneth Sutianto, pun bisa pulang ke Tanah Air dengan kepala tegak. Di penampilan ketiganya, Kenneth yang kini mendapat sentuhan tangan dingin teaching pro Krishna Iskandar mampu lolos untuk pertama kalinya. Meski harus puas di posisi T53 dengan skor 300 (12-over), Kenneth setidaknya termotivasi untuk tampil lebih baik ketika ada kesempatan untuk tampil di AAC berikutnya.

“Dari awal dia bilang mungkin dia pengen mau make the cut di sini karena dua edisi sebelumnya dia selalu missed cut. Jadi, dari round 1 saya selalu tekankan, keep it in play. Buat dia, lapangan ini lumayan panjang. Pukulan dia masih belum cukup jauh. Dia masih umur 17. Jadi, saya bilang ke dia, kalau buat mistake, kamu masih bisa comeback. Jangan sampai kamu blow up. Saya bilang ke dia, just enjoy the round. Dia udah mencapai best finish-nya. Targetnya juga sudah tercapai,” kata Krishna yang selama 3 hari menjadi kedi Kenneth, seperti dikutip media PB PGI.

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa