Putaran final Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2025 menyajikan epic comeback yang ditampilkan Fifa Laopakdee. Pegolf asal Thailand tersebut berhasil mengejar selisih 6 pukulan dari pimpinan 54 hole Taisei Nagasaki (JAP) untuk kemudian sama-sama memimpin leaderboard hingga putaran akhir selesai di Majlis Course, Emirates Golf Club. Tidak berhenti di situ. Fifa bahkan menutup Minggu (26/10) siang kemarin dengan raihan trofi juara.
Setelah sama-sama mengumpulkan skor 273 (15-under-par), Fifa dan Taisei harus beradu nasib di babak play-off. Fifa akhirnya bisa menghentikan langkah Taisei di play-off ketiga dengan birdie. Pegolf berusia 20 tahun tersebut berhasil menjadi pegolf pertama Thailand yang menjuarai kejuaraan elite Asia-Pacific Amateur Championship 2025. Dengan demikian, mahasiswa Arizona State University berhak tampil di Masters Tournament dan The Open tahun depan.

“Ini luar biasa. Saya pikir saya sudah bilang ke pelatih ASU saya, Matt Thurmond, bahwa saya akan menjadi orang Thailand pertama yang memenangkan event ini dan menjadi amatir Thailand pertama yang bermain di Masters. Coach, saya berhasil! Ini berarti segalanya bagi saya,” ujar Laopakdee.
“Ini luar biasa. Saya pikir saya sudah bilang ke pelatih ASU saya, Matt Thurmond, bahwa saya akan menjadi orang Thailand pertama yang memenangkan event ini dan menjadi amatir Thailand pertama yang bermain di Masters. Coach, saya berhasil! Ini berarti segalanya bagi saya,” ujar Laopakdee.

Terinspirasi tokoh idolanya, Tiger Woods, yang berdarah setengah Thailand dan pemenang di lapangan Majlis, mendorongnya tampil luar biasa. Pemuda Thailand itu menampilkan comeback ala Woods di 9 hole terakhir, mencetak skor 5-under (32) yang spektakuler di 9 hole kedua untuk menyamai Taisei yang sedang bersusah payah dan memaksa untuk bertanding di play-off.
“Setelah saya menyelesaikan hole ke-18 (dalam regulasi), saya tidak menyadari bahwa saya mencetak 5-under di sembilan hole terakhir dan tertawa bersama caddie saya,” kata Laopakdee, yang menyamai comeback terbesar kedua dalam sejarah Asia-Pacific Amateur Championship untuk meraih kemenangan.
“Saya tetap pada mindset di awal minggu, tetap fokus pada saat ini, dan bersenang-senang di lapangan bersama caddie saya, serta menikmati golf. Pukulan demi pukulan, hole demi hole , dan saya bangga telah melakukan semua itu di 9 hole kedua, terutama. Terima kasih kepada Taisei karena dia membuat hidup saya sangat sulit. Ini adalah pertarungan yang luar biasa antara saya, dia, dan Rintaro (Nakano). Saya tidak bisa berkata-kata,” kata Laopakdee.

Kegagalan di babak play-off tentu saja sangat menyesakkan Taisei, yang melakukan debutnya di Asia-Pacific Amateur Championship 2025. Dominasinya selama 54 hole dengan 17-under harus tergerus di putaran final sehingga berakhir dengan 15-under. Ia pun harus menerima kenyataan dengan kalah di play-off.
“Saya sangat kecewa dengan diri sendiri. Benar-benar kesulitan mencetak skor hari ini. (Saya) Merasa kecewa,” kata Nagasaki, yang harus menangis atas kegagalannya hari itu.
Sejak dimulai pada 2009, daftar juara Asia-Pacific Amateur Championship didominasi para pegolf China, Jepang, Korea, dan Australia. Namun, tahun ini Laopakdee mendobrak dominasi itu dan mencatatkan negaranya, Thailand, dalam sejarah kejuaraan elite amatir tersebut.



