Pegolf Indonesia Randy Arbenata Muhammad Bintang memulai start yang mulus di putaran pertama Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2024. Atlet asal Jawa Barat ini berhasil membukukan skor terendah
di hari pertama turnamen amatir bergengsi se-Asia Pasifik dengan 65 (5-under). Bermain di Taiheiyo Club Gotemba, Shizouka, Randy yang memulai putaran pertama dari tee 10 membuka pundi skornya dengan bogey di hole pertama.

Namun, Randy berhasil menutup ketertinggalannya itu dengan 4 birdie di sembilan hole pertama. Juara Kejurnas 2024 tersebut bahkan menambah perolehan birdienya di sembilan kedua dengan 2 birdie sehingga menjadi 6. Pegolf yang Oktober ini akan genap berusia 21 tahun ini menutup putaran pertama dengan 5-under. Ia pun langsung memimpin leaderboard.
“Saya cukup bangga (dengan permainan hari ini) karena putting saya sangat bagus. Memulai hole pertama dari 10 , saya dapat bogey. Saya coba mainkan bola di fairway-green. Begitu seterusnya. Dan itu itu berhasil. Ya, saya cukup senang dengan permainan saya dan bermain dengan para pemain terbaik dunia,” kata Randy.

Randy sementara unggul satu pukulan dari Wang Ngai Shen (HKO) dan pemain tuan rumah Taishi Moto. Dua pegolf ini mencetak skor 66 (4-under) dan berbagi tempat di T2.
“Saya senang (dengan hasil ini). Ini lapangan yang sulit. Maksud saya, hari ini saya bermain sangat baik. Tee shot saya. Jika Anda punya driver yang bagus, Anda bisa membuatnya lebih mudah. Driver saya cukup baik, dan saya banyak memukul (ke) fairway. Puttingnya pun bagus. Saya bisa birdie dari 60 cm dan 1 meter,” jelas Wang Ngai, yang tahun ini merupakan penampilan keduanya di AAC.

Sayang, penampilan impresif Randy tidak diikuti 4 pegolf Indonesia lainnya. Debutan William Justin Wijaya menjadi pegolf kedua Indonesia yang mencetak skor terendah. Membukukan skor 72 (2-over), Justin berada di posisi T48. Sementara itu, Rayhan Abdul Latief menyusul William setelah mencetak skor 73 (3-over), dan menduduki T59. Lalu, Amadeus Christian Susanto menduduki posisi T94 dengan skor 77 (7-over).

Wakil Indonesia lainnya, Kenneth Sutianto, harus menunda permainannya setelah cuaca buruk menghentikan putaran pertama AAC 2024 untuk diselesaikan. Ada 15 grup yang harus menyelesaikan putaran pertama Jumat (4/10) besok.
Pada putaran kedua yang akan berlangsung besok, 5 amatir Indonesia ini akan berjuang lebih keras agar bisa lolos 2 putaran terakhir. Tahun lalu, batas cut ditetapkan pada 13-over (155). Namun pergelaran tahun ini bisa lebih rendah lagi seandainya banyak pegolf yang bermain lebih bagus. Yang pasti, Top 60 plus tie yang akan lolos ke putaran ketiga dan keempat.
Tahun ini Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) 2024 berlangsung pada 3-6 Oktober di Taiheiyo Club Gotemba. Turnamen yang sudah berjalan sejak 2009 tersebut diikuti 120 pegolf yang berasal dari 40 negara di wilayah Asia Pacific. Dari 120 pegolf, lima di antaranya adalah para pegolf Indonesia.

AAC 2024 diikuti 120 pegolf yang berasal dari 40 negara di wilayah Asia Pacific. Turnamen yang dikelola Asia Pacific Golf Confederation (APGC) ini menjadi salah satu turnamen amatir bergengsi di dunia. Mulai 2018, pemenang AAC mendapatkan undangan untuk tampil di US Masters, Open Championship, dan Amateur Championship (British Amateur), sedangkan runner up akan mendapatkan exemption untuk bermain di International Final Qualifying untuk Open. Sebelumnya, dari 2009 hingga 2017, pemenang dan runner up berhak mengikuti International Final Qualifying untuk Open. AAC merupakan salah satu turnamen elite, yang bisa disejajarkan US Amateur, British Amateur, dan European Amateur.



