Untuk kedua kalinya Kenneth Henson Sutianto tampil di Ciputra Golfpreneur Tournament. Menetapkan target awal: lolos cut, pegolf DKI Jakarta berusia 18 tahun ini justru membawa pulang trofi Lowest Amateur.
Kiprah Anda di Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT) ini merupakan yang pertama kali, atau sebelumnya pernah juga main di event ini?
Event CGT ini turnamen kedua saya dalam ajang event profesional (ADT) internasional. Tahun lalu saya juga dapat kesempatan bermain di turnamen ini.
Apa target awal Anda di CGT 2026?
Target awal saya hanya lolos cut saja.
Setelah bermain total 6-under selama 2 hari pertama CGT, lalu main 7-over di hari ketiga, apa yang terjadi?
Di hari ke 3 start saya kurang bagus sehingga 3 hole pertama membebani saya di sisa hole yang ada. Selain start yang nggak bagus, faktor lainnya adalah putting saya yang kurang bagus.
Apa yang Anda lakukan sehingga bisa bounce back di final round dengan 2-under, dan finis 1-under?
Di final round saya lebih fokus di start dan lebih berhati hati.
Untuk CGT 2026 ini, Anda menggunakan Coach Krishna Iskandar sebagai kedi. Apa yang Anda rasakan dengan kehadiran Coach Krishna yang membawa bag Anda?
Kehadiran Coach krishna sangat membantu saya terutama di bagian long game semua advice yang diberikan Coach krishna membantu saya untuk mengurangi kesalahan kesalahan simple.
Setahun terakhir ini Anda dilatih Coach Krishna. Apa improvement yang Anda rasakaan dalam setahun belakangan ini?
Yang saya rasakan setelah dilatih coach krishna selama setahun ini saya merasa long game saya improve menjadi sangat baik dan perubahan pada mindset saya saat bermain turnamen sehingga saya lebih rileks saat turnamen.
Sebagai the Best Amateur di ajang ADT seperti CGT 2026 ini, apakah Anda puas dengan pencapaian ini?
Saya cukup puas dengan hasil ini karena sudah mencapai target awal saya, yaitu lolos cut. Namun, saya sebenarnya sangat memungkinkan masuk top 30.
(YM)



