Kemenangan Kevin Caesario Akbar di Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 memang bersejarah bagi karier pribadi Kevin, dan tentunya juga CGF sebagai penyenggara event dan juga yayasan yang membina Kevin. Prestasi luar biasa pegolf berusia 28 tahun ini tidak melalui proses instan, tetapi terbentuk dari pengalaman bermainnya yang tidak harus selalu menghasilkan result yang bagus. Namun, itulah yang membentuk dan menempa mental juara seorang Kevin C. Akbar, pegolf pertama Indonesia yang menjuarai CGT.
Sebelum tampil di Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT) 2026, apakah ada persiapan khusus?
Persiapan khusus sih enggak ada sih. Dari sisi latihan sih, sama aja. Cuma aku memang banyak memfokuskan ke putting, yaitu di sisi start line bolanya sama speed control-nya. Karena aku tahu di CGT kan dari tiap tahun, yang menang undernya banyak banget ya. Untuk bisa main under banyak kan putting harus bagus. Jadi aku cuma fokusin itu, putting, di start line-nya, dan speed control-nya. Apalagi minggu sebelumnya kan main di Gunung Geulis, yang mana green speed-nya kan pasti beda sama BSD. Jadi sebelum pertandingan itu aku coba untuk dapetin feeling green speed-nya.
Sepekan sebelum CGT 2026, Kevin kan finis T6 di The Indonesia Pro-Am 2026. Apakah hasil di Gunung Geulis turut memberikan motivasi tersendiri dalam penampilan di BSD Course?
Di The Indonesia Pro-Am (TIPA) 2026 sih mainnya juga cukup bagus, cuma memang terkendala di hari terakhir saja, ada beberapa kecelakaan. Posisinya mirip-mirip tuh kayak di CGT, waktu di TIPA kan aku hari terakhir 2 shot behind ya, di CGT juga 2 shot behind. Dari sisi pengalaman di TIPA itu sih, aku cuma pengen di CGT itu mengurangi kecelakaan itulah, sebisa mungkin ya. Walaupun kecelakaan itu kan tidak bisa dihindari ya, sebisa mungkin diminimalisir-lah, mungkin ada 1-2 kali kecelakaan, tapi mungkin masih bisa di-cover sama par kan, itu akan jauh sangat membantu-lah. Jadi mungkin bisa dibilang seperti itu sih, dari pengalaman TIPA, aku targetnya itu di CGT ya, mengurangi kesalahannya saja sih.
Sebelum tampil di CGT 2026, apa sebenarnya target realistis Kevin?
Sebenarnya target realistisku adalah memperbaiki ranking terbaik aku. Kalau enggak salah, ranking terbaik aku itu T24 atau 22. Itu kalau enggak salah (hasil) tahun lalu. Targetnya juga ada itu untuk personal best score-lah di CGT, karena seingat aku yang paling banyak under itu di CGT itu di tahun lalu 14-under. Jadi, targetnya adalah pengen ya personal best lah, pelan-pelan dibanyakin undernya begitu. CGT tahun ini kan setelah 3 hari sudah 16 under kan, tahun lalu 14 under total 4 hari. Jadi ya bisa dibilang dari sisi mental di hari terakhir itu lebih santai, karena aku tahu ya kita cari mungkin under-under sedikit saja kan. Itu sudah jadi personal best aku kan, karena target aku adalah rankingnya diperbaiki, dan juga personal best score-nya juga diperbaiki. Ternyata di hari terakhir bisa dapat banyak birdie, dari putting-putting jauh, terus ada chipping eagle juga, ya itu bersyukur. Alhamdulillah.

Dalam CGT 2026, selama 2 hari pertama, Kevin telah mengumpulkan total 10-under, tertinggal hanya 4 pukulan dari leader Matt Killen. Apakah ada perubahan motivasi ataupun target awalnya?
Perubahan motivasi sih enggak sih ya, karena aku kan targetnya lebih ke rekor sendiri ya, rekor pribadi aku. Ingin bermain lebih dari 14-under-lah. Memperbaiki rekor sebelumnya, yaitu tahun lalu di 14 under dalam 4 hari. Jadi, setelah 2 hari main 10-under tuh, ayolah bisa kita tambah lagi, yang penting memperbaiki rekor, dan semoga bisa memperbaiki ranking juga, karena seinget aku paling bagus tuh, kalau salah T22 (2025). Jadi ya target aku itu aja sih, dan ya bisa juara sih, ya pasti kaget sih ya, kaget dan bersyukur lah pastinya.
Di benak aku sih sebenarnya, aku dan Agi (kedi) tuh bener-bener main santai aja, enggak ada target apa-apa, ya target aku cuma 2 tadi itu tadi, memperbaiki ranking dan memperbaiki rekor skor. Lepas dari itu sih enggak ada hal-hal yang terbesit di pikiran aku, bahkan aku juga enggak kepikiran menang, karena aku tahu di BSD itu bisa tiba-tiba, ada 1 atau 2 orang yang mainnya low banget begitu kan. Dan terbukti kemarin si James Leow (SGP), tapi si James Leow tuh dari 13 under kan setelah 3 hari.
Di final round CGT 2026, Kevin mencetak skor 63 atau 9-under–8 birdie dan 1 eagle, dipotong 1 bogey. Apa yang ada di benak Kevin waktu itu—sehingga bisa tampil menggila?
Aku mikirnya sebelum final round tuh, oh yang di atas aku 17-under atau 18-under, kayaknya bisa tiba-tiba 1 hari mereka bisa meledak. Jadi itu sangat mungkin sih terjadi di BSD, dan dari tahun ke tahun kan pasti ada yang kayak begitu kan. Jadi, aku main 17 hole itu benar-benar enggak kepikiran bahkan untuk menang. Terus tiba-tiba di hole 18 ngeliat leaderboard, eh ternyata aku lagi leading, dan aku tahu berada di hole terakhir itu penting, karena untuk bisa playoff, flight yang belakang harus ada yang eagle. Itu baru bisa playoff. Ya bersyukur alhamdulillah puttingnya masuk birdie di hole terakhir, tapi ya enggak ada kepikiran untuk menang sih selama 17 hole itu, karena ekspektasiku pasti di flight belakang aku itu, yang 16 under, 17 under, 18 under, pasti ada yang main menggila. Ternyata yang menggila itu lebih ke James Leow. Dia yang dari 13 under main 10 under (di final round), jadi ya bersyukur alhamdulillah rezekinya anak.
Kemenangan pertama Kevin di ADT adalah pada 2023. Tiga tahun berselang, akhirnya menang di CGT 2026. Apa makna kemenangan kali ini bagi Kevin dibandingkan dengan keberhasilan pertama di Gunung Geulis?
Alhamdulillah, bersyukur banget bisa menang CGT, karena ini turnamen yang sangat aku pengen menangin, bagaimanapun Ciputra Golf Foundation (CGF) ini sudah, apa ya, jadi keluarga lah. CGF ini yang paling lama support saya dari pertama kali pro, dibandingkan sponsor-sponsor yang lain. Mereka sudah percaya, mau support saya, percaya bahwa kita sama-sama pengen menumbuhkan golf di Indonesia. Alhamdulillah bisa menang di CGT tahun ini, jadi orang Indonesia pertama yang menang CGT, setelah 11 edisi. Alhamdulillah aku juga jadi atlet CGF, jadi ya kita semua sama-sama happy-lah. Ini keberhasilan kita semuanya, CGF dan aku juga, dan Agi (Argiansyah Dwi Septian, kedi Kevin) juga, dan semuanya, dan keluargaku juga. Jadi bersyukur, alhamdulillah.
Dalam 4 hari, bagaimana peran dan kontribusi Argi—sebagai kedi—yang tampaknya menjadi partner setia di banyak event internasional?
Wah si Agi memang apa ya, kita memang chemistry-nya cocok kali ya. Dia orangnya yang enggak terlalu serius, aku juga yang enggak terlalu serius. Jadi, kita hanya serius pada saat mau lakuin pukulan, tapi di luar pukulan kita banyak ngobrol di luar golf, itu yang membuat aku juga jadi lebih tenang. Kita fokus ke golf nya pada saat sebelum mukul saja, decision making, hitung jarak, dan sebagainya–ngecek angin sampai pemilihan club. Tapi, setelah itu pas lagi jalan kita banyak ngobrol di luar golf, ya itu yang membuat aku juga akhirnya jadi enggak kepikiran tentang menang, selama 17 full di hari terakhir, tapi alhamdulillah lah, ya rezeki kita lah, kebetulan si Agi juga punya anak kecil kan, baru satu tahunan, dan aku juga baru punya anak kecil juga, anak pertama, dua-duanya anak pertama kita, saya anak pertama, si Agi juga anak pertama, jadi ya itu rezeki anak-anak kita lah. Alhamdulillah….
(YM)



