Pergelaran Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT) 2026 menorehkan sejarah baru bagi golf Indonesia. Kevin C. Akbar menjadi pegolf pertama Indonesia yang menjuarai turnamen Asian Development Tour setelah memasuki penyelenggaraan tahun ke-11. Tampil untuk kedua kalinya, Kenneth Henson Sutianto melanjutkan tradisi pemain amatir Indonesia yang berprestasi di CGT 2026.
Sepanjang perhelatan Ciputra Golfpreneur Tournament (CGT) dari 2014, event Asian Development Tour yang berlangsung pada 26-29 Agustus 2026 tersebut mencatatkan sejarah baru di edisi ke-11-nya dalam pergolfan nasional. Untuk pertama kalinya, event kebanggaan Ciputra Golf Foundation (CGF) melahirkan juara baru dari Tanah Air. Dia adalah Kevin Caesario Akbar, yang juga merupakan atlet binaan CGF.
Kevin berhasil menjadi juara Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 setelah melewati persaingan ketat pada pertandingan final di Damai Indah Golf-BSD Course, Serpong, Banten, Sabtu (29/8). Keberhasilannya pun dilengkapi dengan torehan hasil yang luar biasa.
Tertinggal 2 pukulan dari pimpinan leaderboard Nathan Han (USA) saat memulai putaran akhir, Kevin mampu membalikkan keadaan. Delapan birdie dan 1 eagle yang dipotong 1 bogey (63, 9-under) mengukuhkan posisi Kevin di puncak leaderboard hingga grup terakhir selesai, dan mencatatkan diri sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil memenangi CGT. Pegolf berusia 28 tahun ini mengukir gelar kedua ADT setelah menyabet trofi pertama ADT di The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar dan Nomura pada 2023.
“Ketika tiba di hole terakhir, sebelum melakukan pukulan ketiga dan melihat papan klasemen, saya mulai berpikir kalau ada peluang menang. Tapi saya memerlukan birdie di hole terakhir, dan alhmadulilah dapat birdie dengan putting dari jauh, jadi lumayan deg-degan,” kata Kevin.
Kevin menutup perjuangannya selama 4 hari di BSD Course dengan skor total 263 (25-under). Hasil akhir di CGT 2026 menyamai rekor skor terendah sebelumnya yang diukir Matt Killen (ENG) ketika memenangi Ciputra Golfpreneur Tournament 2025.
Setelah mencatat hasil positif di Gunung Geulis Country Club pekan sebelumnya, Kevin datang ke BSD Course dengan kepercayaan diri yang tinggi. Finis di T6 dengan 11-under, pegolf yang memulai karier profesional pada 2019 tersebut membukukan hasil terbaik keduanya di The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar dan Nomura 2026 setelah pernah menjuarainya pada 2023.

Memulai CGT 2026 di pekan berikutnya, Kevin hanya menargetkan diri untuk memperbaiki rekornya di ajang ADT milik CGF yang menjalani debutnya pada 2014. Finis terbaiknya adalah T22 yang diukirnya pada musim lalu dengan 14-under.
Target realistisku adalah memperbaiki ranking terbaik aku. Kalau enggak salah, ranking terbaik aku itu T24 atau 22. Itu kalau enggak salah (hasil) tahun lalu. Targetnya juga ada itu untuk personal best score-lah di CGT, karena seingat aku yang paling banyak (mengukir) under itu di CGT tahun lalu 14-under. Jadi, aku targetnya adalah pengen ya personal best-lah, pelan-pelan di-banyakin undernya begitu. Tahun ini kan setelah 3 hari (di CGT) sudah 16 under kan, tahun lalu 14 under total 4 hari,” ujar Kevin.
Di final round skor Kevin hanya terpaut 2 pukulan. Peluang untuk menjadi juara cukup besar. Namun, saat itu ia tetap tidak terpikir untuk menjadi juara. Ia bermain seperti biasa, fokus pada setiap pukulannya. “Ketika tiba di hole terakhir, sebelum melakukan pukulan ketiga dan melihat papan klasemen, saya mulai berpikir kalau ada peluang menang. Tapi saya memerlukan birdie di hole terakhir, dan alhamdulilah dapat birdie dengan putting dari jauh, jadi lumayan deg-degan,” ungkapnya.
Begitu putt bernilai birdie itu masuk. Kevin langsung berteriak, melepaskan kegembiraan sekaligus rasa lega karena berhasil menuntaskan rekor baru bagi dirinya dan juga CGF yang menaunginya. Ia pun langsung bersujud syukur di green usai mencetak birdie di hole 18.
“Terima kasih kepada istri, papa saya, Ciputra Golfpreneur Foundation, para sponsor, dan semua yang sudah mendukung saya. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk anak saya,” kata Kevin.
Dengan selisih dua pukulan dari Kevin, peringkat T2 diduduki oleh James Leow (Singapura) dan Khavish Varadan (Malaysia) dengan skor total 23-under. Sementara Matt Killen dan Nathan Han (Amerika Serikat) menyusul di peringkat T4, di mana masing-masing mencatat skor 22-under.
Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 yang dimulai pada 2014 menjadi edisi ke-11 di tahun ini setelah sempat absen pada tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19. Setiap edisi dimenangkan oleh juara dari negara-negara yang berbeda. Edisi pertama dimenangkan oleh James Bryne (Skotlandia), diikuti Michael Trant (Vietnam), Oscar Zetterwall (Swedia), Masaru Takashi (Jepang), Miguel Carballo (Argentina), Tom Kim (Korea Selatan), Suteepat Prateeptienchai (Thailand), Yuvraj Sing Sandhu (India), Liu Yung Hua (China Taipei), dan Matt Killen (Inggris). Tahun ini menjadi milik pegolf tuan rumah: Kevin C. Akbar.
“Selamat kepada semua pemain yang sudah menunjukkan semangat berkompetisi. Dari 11 edisi turnamen ini diselenggarakan, juaranya selalu berasal dari negara yang berbeda dan sekarang giliran Indonesia. Terima kasih kepada semua yang sudah ambil bagian dalam mensukseskan turnamen ini. Terima kasih kepada para sponsor atas kepercayaan dan komitmennya dalam memberikan dukungan kepada kami,” kata Budiarsa Sastrawinata, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Ciputra Golfpreneur Foundation.

Selain Kevin, pegolf Indonesia lainnya pun merayakan keberhasilan pertamanya di ajang internasional sekelas Asian Development Tour. Ia adalah Kenneth Henson Sutianto. Pegolf berusia 18 tahun tersebut berhasil menyabet trofi lowest amateur di Ciputra Golfpreneur Tournament 2026. Mencetak skor total 287 (1-under), Kenneth memperpanjang kiprah para pegolf amatir di CGT setelah Jonathan Hartono menorehkannya dalam CGT tahun lalu.
“Hasil pada turnamen ini cukup memuaskan buat saya. Target awal saya pertama-tama memang lolos cut dulu. Pada putaran pertama dan putaran kedua saya bermain cukup bagus sehingga bisa bermain 6-under setelah dua hari. Namun, pada hari ketiga ada beberapa kesalahan yang saya lakukan dan setelah itu saya sempat memperbaiki permainan sehingga hari ini bisa bangkit dan bermain lebih baik lagi,” ungkap Kenneth.
Keberhasilan Kenneth dalam penampilan keduanya di ajang Asian Development Tour (ADT) memang tidak terlepas dari dukungan penuh Krishna Iskandar, pelatih Kenneth yang menjadi kedinya selama 4 putaran di BSD Course. Pengalaman Krishna yang mendampingi mantan pegolf PGA Tour Kiradech Aphibarnrat (THA), yang kini berkarier di DP World Tour, membantu stabilitas permainan Kenneth di CGT 2026.
Tidak mengherankan jika Kenneth lolos cut untuk pertama kalinya di CGT dengan skor meyakinkan: 6-under. Batas cut ditetapkan pada 2-under. Namun, di moving day, Kenneth tampil kurang meyakinkan. Ia malah bermain 7-over.
“Di hari ke-3 start saya kurang bagus sehingga 3 hole pertama membebani saya di sisa hole yang ada. Selain start yang enggak bagus, faktor lainnya adalah putting saya yang kurang bagus,” ujar Kenneth.
Beruntung, Kenneth bisa bangkit di hari terakhir. Ia membukukan skor 70 (2-under). Skor totalnya di akhir pergelaran CGT 2026 adalah 287 (1-under). Finis di T56 dengan 3 pegolf pro, Kenneth mengungguli pemain amatir Indonesia lainnya Muhammad Raflisyah Sati dengan 7 pukulan untuk meraih trofi Lowest Amateur CGT 2026.
“Saya selalu mengingatkan dia bahwa turnamen pro dan amatir sangat berbeda. Tidak ada yang menjamin bisa jadi juara walaupun leading banyak di hari pertama. Tetapi, apabila blow up di hari pertama, sudah pasti akan miss the cut. Di turnamen amatir, jauh lebih mudah untuk dia make the cut walaupun bermain tidak bagus di hari pertama. Oleh karena itu, saya selalu mengingatkan dia untuk bermain lebih smart, meminimalkan mistake yang tidak diperlukan. Apabila bermain kurang bagus seperti +1 atau +2 di hari pertama, masih bisa comeback di hari ke-2 untuk lolos. Tetapi, apabila sudah bermain lebih dari +3, karena banyak penalty akibat bermain terlalu aggressive di round 1, itu akan menyulitkan untuk bisa lolos di hari ke-2,” kata Krishna.
Penampilan buruk di hari ketiga memberikan pelajaran berharga bagi Kenneth. Ia belajar untuk bangkit kembali dari keterpurukannya di satu putaran itu. Kenneth pun berhasil mengatasinya di putaran akhir.
“Setelah finis round (ketiga), saya memberikan dia drill untuk distance control pada puttingnya sebagai persiapan di hari terakhir dan puttingnya membaik di final round,” jelas Krishna.
Perjalanan pegolf berusia 18 tahun ini memang masih panjang. Prestasi di Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 tentunya menjadi motivasi diri bahwa dia memang memiliki potensi untuk bersaing di ajang internasional, termasuk event profesional. (YM)
HASIL AKHIR
CIPUTRA GOLFPRENEUR TOURNAMENT 2026
Damai Indah Golf-BSD Course Par 72
POS NAMA R1 R2 R3 R4 TOTAL KE PAR
1 Kevin Akbar (INA) 64 70 66 63 263 -25
T2 James Leow (SGP) 72 65 66 62 265 -23
Khavish Varadan (MAS) 71 65 64 65 265 -23
T4 Matt Killen (ENG) 64 69 64 67 266 -22
Nathan Han (USA) 71 61 66 68 266 -22



