Tim Amerika Serikat berhasil mempertahankan Presidents Cup untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Dikomandani Brandt Snedeker, tim Benua Merah tersebut menggulingkan tim International di nomor single dalam pertarungan di Medinah Country Club, Illinois, AS, pada 27 September kemarin.
Memasuki nomor single pada Minggu kemarin, Tim Internasional yang unggul 10,5-7,5 sebenarnya hanya membutuhkan 5 poin untuk bisa menyabet trofi untuk pertama kalinya setelah terakhir kali menang pada 1998. Namun, dalam nomor single yang menyuguhkan 12 partai, AS justru tampil dominan. Tuan rumah justru memenangi gelar ke-14-nya dengan 17-13.
Tim Amerika berhasil melakukan comeback terbesar pada putaran terakhir dalam sejarah Presidents Cup. Ini merupakan prestasi yang kedua kalinya setelah di Royal Melbourne pada 2019—dalam empat edisi terakhir turnamen ini Tim Internasional kehilangan keunggulan mereka pada hari terakhir.

“Tim AS langsung tampil agresif. Sepanjang hari ini situasinya sangat ketat,” kata kapten tim Internasional, Geoff Ogilvy. “Beberapa pertandingan di mana kami tertinggal 1-down tadi, jika saja bisa berbalik menjadi unggul 1-up, angka-angkanya akan terlihat sangat bagus. Siapa tahu momentum apa pun bisa tercipta. Tapi, sangat sulit mengalahkan AS dalam pertandingan single di Amerika Serikat. Mereka adalah pemain hebat, dan penonton datang untuk mendukung mereka. Begitu leaderboard menunjukkan angka merah, sorakan penonton pun semakin keras.”
Yang membuat kekalahan Tim Internasional terasa semakin pahit adalah fakta bahwa lima pertandingan tunggal berlangsung hingga hole 18 dan tak satu pun di antaranya dimenangi oleh tim tamu, karena para pemain Amerika berhasil memanfaatkan momen-momen krusial dengan sempurna.
“Saya rasa para pemain ini tidak pernah kehilangan keyakinan. Saya tahu seperti apa suasana ruang ganti tim itu. Saya bilang kepada mereka tadi malam bahwa hal-hal aneh sering terjadi di sini. Medinah memang terkenal dengan kejadian-kejadian anehnya,” kata Kapten AS, Brandt Snedeker.

“Benar saja, mereka turun ke lapangan dan bermain habis-habisan hari ini. Saya sangat bangga pada para pemain itu.”
Dua kapten memang menurunkan strategi kontras di nomor single. Ogilvy menempatkan pemain-pemain andalannya di pertandingan-pertandingan terakhir, sementara Snedeker justru menurunkan pemain-pemain andalannya sejak awal untuk memicu momentum.
Pendekatan tersebut terbukti lebih efektif, dengan Cameron Young, Justin Thomas, dan Scottie Scheffler meraih kemenangan meyakinkan dalam tiga dari empat pertandingan pertama hari itu, sehingga leaderboard dipenuhi warna merah.
Comeback AS dari ketertinggalan 4 poin, dan bisa membalikkan keadaan menjadi unggul, mengingatkan kembali perjuangan tuan rumah yang tertinggal 4 poind dari Tim Eropa di Medinah pada Ryder Cup 2012. Kini, tim AS mengulang sukses atas “keajaiban” itu.
PRESIDENTS CUP
INTERNATIONAL USA
13 17
HASIL AKHIR PARTAI SINGLE
Ryo Hisatsune (INT) kalah dari Cameron Young (USA) 3&2
Tom Kim (INT) menang atas Wyndham Clark (USA) 3&2
Corey Conners (INT) kalah dari Justin Thomas (USA) 5&3
Nico Echavarria (INT) kalah dari Scottie Scheffler (USA) 2&1
Sungjae Im (INT) menang atas Sam Burns (USA) 3&1
Christiaan Bezuidenhout (INT) kalah dari Chris Gotterup (USA) 1UP
Hideki Matsuyama (INT) kalah dari Collin Morikawa (USA) 1UP
Adam Scott (INT) kalah dari Patrick Cantlay (USA) 2&1
Si Woo Kim (INT) kalah dari Jackson Koivun (USA) 2UP
Min Woo Lee (INT) kalah dari Jacob Bridgeman (USA) 1UP
Nick Taylor (INT) imbang dengan Russell Henley (USA)
Ryan Fox (INT) kalah dari Xander Schauffele (USA) 2&1



