The 108th PGA Championship menampilkan kejutan pada putaran final yang berlangsung pada Minggu (17/5) kemarin di Aronimink Golf Club, Newtown Square, Pennsylvania. Ketika semua pengamat ataupun fan golf memfavoritkan Rory McIlroy, Jon Rahm, Xander Schauffele, Justin Rose, Scott Scheffler, dan pegolf-pegolf top lainnya yang akan meraih gelar juara, Aaron Rai justru tampil di podium juara dan mementahkan prediksi banyak pihak.
Tampil di Aronimink, Rai cenderung menjadi underdog karena sosok yang kurang dikenal dan tak diunggulkan. Meski ketika memasuki putaran akhir berada di T2 dengan 4-under-par—tertinggal 2 pukulan dari leader Alex Smalley (6-under), pegolf Inggris berdarah India ini pun tetap tidak masuk radar untuk juara.
Namun, di putaran akhir, Rai tiba-tiba langsung tancap gas, khususnya di 9 hole kedua. Setelah hanya 1-under di front nine, dari 2 birdie dan 1 eagle yang dipotong 3 bogey, pegolf berusia 31 tahun tersebut langsung meninggalkan lawan-lawannya di back nine. Empat birdie, termasuk birdie terakhir dari jarak 20 meter di hole 17 par 3, mengunci Rai di puncak leaderboard tanpa mampu dikejar siapa pun.

Rai menjadi pegolf Inggris pertama yang meraih Wanamaker Trophy dengan total 271 (9-under) setelah pegolf Inggris terakhir yang menjuarai PGA Championship adalah Jim Barnes. Ia pun menyabet gelar juara pada 1919! Rai kembali menorehkan nama pegolf Inggris di daftar juara setelah kosong selama 107 tahun.
“Bisa berdiri di sini benar-benar di luar bayangan terliar saya,” kata Rai, seperti dikutip Reuters.
“Rasanya memang seperti sebuah perjalanan,” tambah Rai, seperti dikutip Golf.com. “Setiap orang di bidang ini punya kisah perjalanan untuk dibagikan, dan saya pun tidak terkecuali.”

Jon Rahm dan Smalley yang berada di belakang grup Rai tidak mampu memanfaatkan keadaan. Keduanya harus puas di T2 dengan 274 (6-under).
Selain menjadi pegolf pertama Inggris, Rai pun menyamai torehan rekor Vijay Singh, peraih 3 gelar major, sebagai pegolf berdarah India yang mampu menjuarai turnamen major. Rai sendiri tetap memandang keberhasilannya ini dengan rendah hati. Dia berbicara tentang fokus yang dibutuhkan dalam golf, perhatian yang dituntutnya, serta pelajaran kerendahan hati yang ditawarkannya. Kerendahan hati, kata Aaron Rai, adalah salah satu nilai inti golf, dan juga menjadi landasan hidupnya.
“Butuh kerja keras dan disiplin yang luar biasa untuk mengasah keterampilan agar bisa menjadi lebih baik,” kata Rai. “Tidak ada yang diberikan begitu saja dalam olahraga ini.”



