Optimisme untuk Pertahankan Gelar

Sempat ada kekhawatiran mengalami cedera yang berkepanjangan, Rory McIlroy mengembuskan kabar yang menggembirakan bahwa dirinya siap tampil di US Masters Tournament. Tugas berat McIlroy adalah mempertahankan gelar yang belum pernah terjadi lagi dalam 24 tahun terakhir. 

US Masters Tournament akan digelar pada 9-12 April ini di Augusta National. Juara bertahan Rory McIlroy akan mempertahankan Jaket Hijau-nya pada pekan Masters tersebut. Meski kondisinya sempat meragukan usai pergelaran THE PLAYERS Championship pertengahan Maret kemarin, McIlroy optimistis dirinya bisa full recovery saat tampil di Augusta, dan siap mempertahankan gelar.

Di TPC Sawgrass, persiapan McIlroy terganggu dengan cedera punggung. Upayanya untuk mempertahankan gelar THE PLAYERS pun buyar. Ia finis mengecewakan dengan T46 pada hasil akhir.  

“Saya akan lihat bagaimana kondisi tubuh saya,” kata pegolf No. 2 Dunia itu, seperti dikutip The Guardian. “Kita lihat saja bagaimana rasanya saat practice dan di rumah; kalau saya mulai merasa gelisah di rumah, mungkin saya akan ikut satu turnamen lagi nanti.

“Penting bagi saya untuk bisa bertahan hingga akhir pekan di sini dan bermain beberapa hari ekstra. Saya senang bisa melewati empat hari (di THE PLAYERS) dan tubuh saya terasa baik-baik saja. Permainan saya sedikit membaik seiring berjalannya pekan, meskipun skornya mungkin tidak mencerminkan hal itu selama akhir pekan.”

“Kondisiku cukup baik. Aku sedang menjalani terapi fisik untuk cedera punggung ringan, tapi aku berusaha sebaik mungkin untuk mengatasinya,” kata pegolf Irlandia Utara berusia 36 tahun itu. “Performaku juga sudah membaik. Saat tiba di Augusta, aku akan hampir 100% siap.”

Kekhawatiran McIlroy terbesar justru berada dalam dirinya ketika bermain di Augusta. Ia berhasil meraih Jaket Hijau tahun lalu setelah mampu mengatasi tekanan dalam dirinya. Peraih 5 gelar major itu harus menunggu 11 tahun untuk mencapai karier Grand Slam. 

“Baru setelah berhasil mengalahkan monster di dalam diriku (tekanan) yang telah begitu lama menyiksaku, hidupku mulai bergerak maju. Aku berharap kemenangan kedua di ajang Masters ini akan berjalan sedikit lebih lancar,” jelasnya.

“Saya tidak ingin kembali ke hari itu,” katanya. “Ketika Anda sangat menginginkan sesuatu dalam hidup dan berjuang untuk itu dalam waktu yang lama, tetapi gagal mencapainya, makna dari tujuan itu seolah-olah membesar di benak Anda,” tambahnya, seperti dikutip Chosun Daily. “Jujur, hari itu adalah hari tersulit dalam karier golf saya.” 

“Saya hanya senang telah mencapainya dan terbebas darinya,” katanya berulang-ulang. “Saya lega semuanya sudah berakhir.” 

“Dari Masters April Masters hingga Open Championship July, saya akan fokus menjaga tubuh dan mind dalam kondisi optimal untuk me-maintain peak performance,” tegasnya. 

Bryson DeChambeau siap menjadi pesaing McIlroy di Augusta usai menyabet 2 trofi LIV Golf (Singapore dan South Africa) back-to-back. Foto: Mateo Villalba/LIV Golf

Namun, tugas mempertahankan Jaket Hijau memang tidak mudah. Menjadi back-to-back champion di Masters masih menjadi hal yang sulit diwujudkan, setidaknya dalam 24 tahun terakhir. Sepanjang sejarah Masters, baru ada 3 pegolf yang berhasil mempertahankan gelar juara Masters. Mereka adalah Jack Nicklaus (1965-1966), Nick Faldo (1989-1990), dan Tiger Woods (2001-2002).

Tidak hanya McIlroy, beberapa pegolf pun difavoritkan bakal mengatasi Augusta National. Scottie Scheffler pastinya menjadi penantang kuat McIlroy. Pegolf No. 1 Dunia ini telah merasakan 2 Jaket Hijau (2022 dan 2024). Determinasi Scheffler telah teruji di 4 pergelaran major. Satu-satu trofi yang belum diraih Scheffler adalah US Open. Itu pun tinggal menunggu waktu saja.

Tiga anggota LIV Golf pun perlu diwaspadai. Mereka adalah Jon Rahm, Dustin Johnson, dan Bryson DeChambeau. Dua nama pertama adalah alumnus Masters Tournament. Rahm mengenakan Jaket Hijau pada 2023, sedangkan Johnson meraihnya pada 2020 dengan rekor skor terendah (20-under) sepanjang perhelatan event bergengsi itu sejak 1934. 

Nama yang terakhir justru berada dalam performa terbaiknya pada Maret kemarin. DeChambeau menyabet 2 trofi LIV Golf (Singapore dan South Africa) back-to-back. Peraih 2 gelar US Open itu sulit dihentikan ketika sudah berada dalam peak performance-nya. Tahun lalu, ia sempat masuk radar juara dalam 54 hole. Sayang, di putaran akhir, pegolf berusia 32 tahun mengalami penurunan performa sehingga harus puas di T5 pada Masters 2025.

Tiga nama lain bisa menjadi kuda hitam di Augusta National tahun ini. Mereka adalah Cameron Young (USA), Matt Fitzpatrick (ENG), dan Ludvig Aberg (SWE). Young dan Fitzpatrick baru saja meraih 1 trofi pada Maret kemarin. Keduanya berada dalam motivasi tertinggi sehingga bisa mempertahankan performance-nya. Nama Aberg mengemuka karena konsitensinya selama Maret kemarin. Meski belum meraih juara, ia bisa menjaga dirinya di Top 5 dalam event yang diikutinya pada bulan kemarin. Tidak mengherankan jika namanya masuk sebagai pegolf favorit di bursa taruhan untuk Masters 2026.

Share with

More News

Pecah Telur Internasional setelah 5 Tahun

Fakta-fakta Menarik Mantan Pegolf No. 6 Dunia

Sosok di Balik Kebangkitan AK

Kisah AK: Terpuruk, Bangkit & Berjaya

Digital Edition

APR-MEI 2026-OUTLINED DIGITAL-PAGE-1_page-0001
April - Mei 2026

Kisah AK: Terpuruk, Bangkit & Berjaya

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat