Pegolf Indonesia Jonathan Wijono mengakhiri permainannya di Black Mountain Championship dengan hasil yang sangat memuaskan. Pemain berusia 23 tahun ini menutup putaran akhir dengan skor 65 (7-under). Dengan hasil itu, Jowi—demikian Jonathan biasa dipanggil—langsung melesat ke posisi T14 dengan total 271 (17-under) dalam turnamen berhadiah total US$2 juta tersebut.
Setelah sempat tertahan dengan hanya 1-under di putaran ketiga kemarin, Jowi tampaknya ingin menyelesaikan putaran 72 hole dengan hasil yang menggembirakan. Ia menggebrak di hole pertama dengan birdie, yang kemudian disusul dengan 3 birdie berikutnya. Setelah membukukan 4 under di sembilan hole pertama, Jowi kembali menambah 2 birdie dalam 4 hole pertama di sembilan hole kedua. Meski kemudian membuat bogey, Jowi berhasil menebusnya dengan 2 birdie lagi sehingga menyelesaikan putaran keempat dengan 7-under.
“Saya bermain baik. Pukulannya dan puttingnya pun bagus, tidak seperti kemarin (yang hanya 1 birdie). Saya rasa hari ini bermain sangat baik ketika saya tidak berpikir. Jadi, just let it happen,” kata Jowi, yang kembali mencatatkan sukses di penampilan kedua International Series-nya.

Setelah tampil buruk di Macau Open pekan sebelumnya, hasil di Black Mountain Golf Club, Hua Hin, Thailand, tentunya membangkitkan kembali kepercayaan diri Jowi. Ia pun mengambil hikmah atas penampilan buruknya di Macau.
“Pekan ini sangat menarik. (Saya) Nggak practice di golf course dan hanya bermain saja. Dari Macau (pekan lalu) kemarin pulang dulu ke Indonesia, see my daughter and wife. And then nyampe Hua Hin Selasa (15/10) sore,” katanya. “Rabu karena (ada) Pro-Am saya hanya practice di driving range, benerin club sedikit. Jalan lapangan sedikit lihat beberapa hole and then straight to play.
Jadi, bagaimana membaca lapangan ketika bertanding? “Saya hanya trust kedi saya dan pukul. Kebetulan kedi saya itu pemain pro, jadi tahu lapangan harus ke mana. Jadi tidak mungkin saya bisa memikirkan hal ini secara berlebihan, dan puji Tuhan hasilnya memuaskan,” kata Jowi. “Karena itu, saya bersyukur setelah pekan mengecewakan di Macau bisa pulang cepat dan memainkan permainan terbaik saya (di Black Mountain).”
Ini menjadi pencapaian terbaik kedua bagi Jowi di International Series. Debut di International Series (IS), tepatnya IS England, berakhir dengan posisi T9 (9-under).
Gelar Pertama Internasional untuk Sang Rookie
Sementara itu, Michael Maguire (USA) menduduki takhta juara Black Mountain Championship 2024. Mengawali putaran keempat di posisi ketiga dengan skor 200 (16-under), pegolf yang 19 Oktober kemarin genap berusia 32 tahun tersebut mampu melampaui ketertinggalan 3 pukulan dari Gaganjeet Bhullar dan menyamai perolehan skor total dengan John Catlin dengan 23-under di puncak leaderboard.

Keduanya pun harus melanjutkan permainan di babak tambahan play-off. Namun, Maguire bisa menghentikan perlawanan Catlin di hole pertama tambahan. Ini menjadi gelar pertama Maguire di Asian Tour dan gelar kedua sepanjang karier profesionalnya.
Keduanya pun harus melanjutkan permainan di babak tambahan play-off. Maguire berada dalam posisi tidak diunggulkan karena Catlin selalu unggul dalam momen-momen seperti ini. Pukulan kedua Maguire masuk bunker. Ia pun melakukan pukulan ke green yang hampir eagle, dan menyisakan putt birdie dengan jarak yang sangat pendek. Sedangkan, pukulan ketiga Catlin menyisakan jarak 3,6 meter ke hole untuk birdie. Saat Maguire berhasil birdie, Catlin justru gagal untuk memperpanjang playoff. Maguire mengalungi gelar pertama di Asian Tour dan gelar kedua sepanjang karier profesionalnya.
“Beban berat telah hilang dari pundak saya. Anda tahu, sudah dekat, Anda tahu, seperti seorang petualang, bermain di setiap tour yang dapat Anda pikirkan dan akhirnya bisa meraih kemenangan dalam tour besar seperti ini adalah hal yang luar biasa!” kata Maguire, yang lolos ke Asian Tour melalui qualifying school di awal tahun ini.

Catlin yang berusaha memenangi tiga gelar dalam satu musim untuk kedua kalinya memang berada dalam posisi favorit. Namun, ia gagal mengulang kesuksesan hat-trick tersebut seperti 2018.
“Maksud saya, saya telah memberikan semua yang saya miliki, saya tidak menemui kesulitan,” kata pegolf Amerika itu, yang memenangkan International Series Macau presented by Wynn, dalam sebuah play-off, dan Saudi Open presented by PIF, secara beruntun pada awal tahun ini.
“Saya pikir saya sudah menguasainya di hole play-off pertama, dan saya pikir saya sudah menguasainya dalam regulasi, dan dia baru saja melakukan pukulan bunker yang luar biasa dan kemudian melakukan pukulan sekitar 3 meter untuk memperpanjang play-off,” kata Catlin yang juga kalah play-off di International Series Morocco tahun ini oleh Ben Campbell.



