Jonathan Wijono mampu mempertahankan performanya di Black Mountain Championship 2024. Pada putaran kedua, yang digelar pada Jumat (18/10) tadi, pegolf berusia 23 tahun ini membukukan 70 (2-under). Dengan hasil ini, Jowi—demikian Jonathan biasa dipanggil—telah mengumpulkan total 9-under dalam 36 hole di turnamen berhadiah total US$2 juta tersebut.
Setelah mencetak skor 65 (7-under), Jowi yang memulai start putaran kedua dari hole 10 menyelesaikan sembilan hole pertama dengan even par setelah 2 birdie di hole-hole awal terpotong 2 bogey. Namun, di sembilan hole kedua, Jowi berhasil mencetak tambahan 3 birdie di 5 hole pertama. Sayang, bogey di hole 8 menutup putaran kedua Jowi dengan skor 2-under.

“Saya fokus lebih ke pukulan aja sih. Menjaga penempatan (bola) off the tee. Short game lagi oke. Trying not to think too much,” kata Jowi. “Sejauh ini, kondisi cuaca dan course dalam prime condition. Hanya tadi pagi saja sedikit ada gerimis, tapi tidak terlalu mengganggu.”
Mengumpulkan skot total 135, Jowi berhasil lolos cut untuk kedua kalinya di turnamen International Series setelah ia berhasil melakukan hal yang sama di debut International Series England pada Agustus lalu. Batas cut sendiri ditetapkan pada skor 138 (6-under). Sebanyak 69 pegolf dari 150 peserta melanjutkan permainan ke 2 putaran akhir. Jowi sementara ini berada di posisi T22 bersama 6 pegolf lainnya.

Sementara itu, Suteepat Prateeptienchai dari Thailand dan Gaganjeet Bhullar (IND) berbagi tepat di puncak klasemen. Keduanya sama-sama membukukan skor 66 (6-under) di putaran kedua, menyusul skor 65 (7-under) di partai pembuka Black Mountain Championship. Keduanya mengumpulkan skor total 13-under di Black Mountain Golf Club, Hua Hin, Thailand, unggul 1 pukulan dari Michael Maguire (USA), Stefano Mazzoli (ITA), dan Richard T. Lee (CAN).
“Saya sangat senang dengan skor saya, saya bermain dengan sangat baik. Permainan saya sangat bagus sekarang,” kata pegolf berusia 31 tahun itu, yang telah dua kali menjuarai Asian Tour, setelah menjuarai Taiwan Glass Taifong Open 2023 dan Yeangder TPC 2024.
“Saya mengubah sedikit swing saya tahun ini, dan itu membuat saya lebih percaya diri. Ya, dan setelah menang saya merasa rileks karena saya tidak perlu khawatir tentang menjaga kartu saya, jadi saya bermain untuk bersenang-senang. Itu sangat bagus.”
Bhullar yang sedang berjuang keras untuk menemukan kembali performanya karena cedera pinggul sehingga gagal lolos cut di 3 turnamen terakhirnya tampaknya telah mendapatkan jalur yang benar.

“Anda tahu, secara mental, saya pikir saya mungkin setajam atau sekuat yang saya mainkan tahun lalu. Tahun ini secara fisik, saya sedikit kesulitan dengan pinggul saya. Ini bukan cedera, bukan cedera yang berhubungan dengan olahraga, tetapi saya hanya tidak merasa … Anda tahu, paruh pertama [musim ini], itulah alasan mengapa saya sedikit kesulitan. Tapi sekarang menjelang paruh kedua, saya pikir saya mendapatkan momentum yang tepat dan tubuh saya merasa dalam kondisi yang baik. Saya benar-benar merasakan semangatnya kembali. Dan saya pikir beberapa turnamen terakhir tahun ini, saya pasti mengharapkan diri saya untuk bermain dengan baik,” kata Bhullar yang sudah mengoleksi 11 gelar di Asian Tour.
“Saya masih memegang rekor lapangan terendah di sini, sembilan di bawah di tahun 2009,” kata pegolf berusia 36 tahun itu.



