Steve Lewton mengakhiri 10 tahun nirgelar setelah berhasil menjuarai Mandiri Indonesia Open 2024. Ini menjadi puncak pencapaian pegolf Inggris tersebut setelah hanya mampu runner up back-to-back dalam 2 edisi terakhir Indonesia Open.
Pegolf Inggris Steve Lewton akhirnya bisa bernafas lega usai mengakhiri masa paceklik gelar dalam satu decade. Dengan menjuarai Mandiri Indonesia Open 2024 di Damai Indah Golf – PIK Course, Jakarta, pegolf berusia 41 tahun tersebut meraih gelar kedua di Asian Tour setelah terakhir kali menang di Mercuries Taiwan Masters 2014.
Kemenangan di Mandiri Indonesia Open pun seakan memuaskan dahaganya di turnamen profesional tertua di Indonesia tersebut. Dalam dua edisi terakhir Mandiri Indonesia Open, Lewton hampir meraih juara tetapi harus puas menempati posisi runner up.
“Sudah lama sekali, dan saya merasa dalam tiga tahun terakhir, saya telah bermain cukup baik. Jadi, sangat menyenangkan bisa melewati batas dan memenangkan turnamen lagi. Karena sudah lama sekali saya tidak merasakan hal itu,” kata Lewton. “Yang pasti, saya senang tidak posisi runner up lagi.”

Lewton sebenarnya berpeluang untuk menyamai rekor kemenangan Indonesia Open di PIK Course yang masih bertahan dengan 19-under sejak 2010. Dengan skor 18-under dan menyisakan 1 hole, Lewton hanya membutuhkan 1 birdie. Namun, ketika pukulan dari tee menempatkan bola di hazard di kiri fairway, Lewton justru harus menyelesaikan hole akhir dengan double bogey.
Meskipun harus menuntaskan partai tambahan (babak play-off), Lewton berhasil mewujudkan kemenangan tertundanya. Ia pun mengubur mimpi Sampson Zheng (CHN) dan Aaron Wilkin (ENG), yang secara bergantian menguasai leaderboard dalam 54 hole pertama.
Dua Pengalaman Berkesan bagi Peter & Hansel
Pergelaran Mandiri Indonesia Open 2024 yang berhadiah total US$500 ribu bisa meloloskan Peter Gunawan dan atlet amatir Gabriel Hansel Hari hingga putaran akhir. Ini tentunya menjadi prestasi tersendiri 2 pegolf kebanggaan Indonesia ini.

Bagi Peter, ini menjadi penampilan terbaiknya di Indonesia Open sepanjang keikutsertaannya di turnamen tertua di Indonesia ini sejak 2018. Peter mampu lolos cut untuk pertama kalinya. Sempat mengumpulkan skor total 7-under dalam 54 hole, Peter harus menutup putaran akhir dengan 76 (5-over) sehingga finis di T54 dengan 2-under. Meski demikian, ini tetap menjadi prestasi terbaiknya, mengingat keikutsertaannya di Mandiri Indonesia Open 2024 melalui jalur undangan.
“Rasanya lega akhirnya bisa lolos (cut). Bersyukur banget, yang penting … ini kan dari invite spot, bisa dapat hasil kayak gini saya sangat bersyukur,” tutur Peter.

Hansel pun mengukir rekor tersendiri dalam sejarah pemain amatir Indonesia. Ia menjadi pegolf pertama yang bisa menjuarai lowest amateur berturut-turut. Meski hasilnya tidak sebaik musim lalu dengan posisi T9 (13-under), Hansel tetap melihat pencapaiannya ini memberikan pengalaman tersendiri.
”Saya cukup senang dengan hasilnya, bisa dapat lowest amateur lagi,” tutur Hansel. ” Pastinya dengan bermain dengan pemain profesional yang bagus-bagus bisa dapat banyak dari mereka. Minggu ini saya juga sudah lumayan dalam membaca yardage book dibandingkan tahun lalu.”
Penulis: YM/ OB Golf – Kredit Foto: Asian Tour/ Indonesia Open



