Menghadapi musim 2025, Rory McIlroy berencana untuk memangkas jumlah turnamen yang diikutinya. Ia mengakui performanya malah tidak maksimal, bahkan cenderung mentok, karena terlalu banyak turnamen yang dihadirinya pada musim 2024. Hingga Oktober ini, McIlroy telah mengikuti 25 turnamen sepanjang 2024, ditambah Olimpiade yang juga dihadirinya. Ia pun masih memiliki 2 turnamen yang tersisa.
Salah satu dampak dari penurunan perfoma McIlroy adalah ia hampir gagal di US Open, yang memperpanjang perburuannya untuk meraih gelar major kelima setelah satu decade. Itu menjadi bukti yang signifikan bahwa jadwal pada yang dimilikinya menjadi boomerang.

“Ini merupakan musim yang panjang,” kata pegolf asal Irlandia Utara itu. “Saya hanya perlu berpikir untuk mencoba untuk menyiapkan beberapa istirahat tambahan di sana-sini tahun depan dan melangkah maju karena saya merasa seperti membentur tembok setelah US Open, dan masih merasakan sedikit ‘mabuk’.”
“(Jumlah) 27 [adalah terlalu banyak]. Saya biasanya seperti orang yang berusia 22 tahun. Tapi sekali lagi, itu terjadi ketika saya masih berusia 20-an dan tidak memiliki tanggung jawab seperti sekarang. Saya akan mencoba menguranginya menjadi sekitar 18 atau 20 turnamen per tahun ke depannya, saya pikir.”

Sempat menyabet 3 trofi di awal-awal musim 2024, Dubai Desert Classic di Januari, Zurich Classic of New Orleans (bersama Shane Lowry) di Apri, dan Well Fargo Championship, performa McIlroy yang semestinya makin gemilang justru malah stagnan. Ia merasa sudah mencapai titik bahwa dirinya sudah tidak mampu untuk terus melakukan sesuatu karena sangat sulit untuk bangkit.
Hingga Oktober ini, dari 25 turnamen yang sudah diikutinya, McIlroy finis Top 10 sebanyak 10 kali—dengan 3 gelar juara dan 4 kali di antaranya finis runner up/T2.



