Tidak terasa PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI telah berpartisipasi dalam enam musim penyelenggaraan Indonesian Masters. Kerja sama tersebut dimulai pada 2016. Kini, tahun 2024, BNI kembali berkomitmen penuh dalam mendukung pergelaran Indonesian Masters untuk ketujuh kalinya. Berikut perjalanan kerja sama BNI dan Indonesian Masters dalam menyajikan turnamen golf terbesar di Indonesia:
2016
Fokus pada Pegolf Lokal dan Asian Tour
Indonesian Masters 2016 menjadi titik awal kerja sama panjang antara Indonesian Masters dan BNI. Berstatus sebagai title sponsor, adanya BNI memberikan penegasan atas status Indonesia Masters sebagai produk golf nasional. BNI Indonesian Masters presented by Zurich yang berlangsung pada 6-9 Oktober lebih memfokuskan pada pengembangan pegolf-pegolf lokal dan juga Asia, khususnya mereka yang berada di Asian Tour, dalam sebuah kompetisi yang ketat.
Fokus untuk mendorong para pegolf lokal agar bisa bersaing di BNI Indonesian Masters presented by Zurich pun terwujud. Untuk pertama kalinya, empat pegolf Indonesia berhasil lolos cut. Mereka adalah Rory Hie, Danny Masrin, Kurnia Herisandy, dan Nasin Surachman.
Sementara itu, BNI Indonesian Masters presented by Zurich yang dihadiri juara IM 2014 Anirban Lahiri dan juga para juara turnamen Asian Tour di musim 2014 melahirkan sosok Poom Saksansin sebagai “raksasa” baru Asian Tour. Saksansin yang baru mengantongi satu gelar Asian Development Tour 2014 dan All Thailand Golf Tour 2014 mengangkat statusnya sebagai salah satu pegolf elite Asian Tour di Royale Jakarta dengan menjuarai Indonesian Masters. Dengan total 18-under, Saksansin mengungguli dua rekan senegaranya, Phachara Khongwatmai dan Suradit Yongcharoenchai, dengan lima pukulan.

2017
Catatan Sejarah di Royale Jakarta
Berlangsung pada 14-17 Desember 2017, Indonesian Masters presented by Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Telkom Indonesia menyajikan 2 kisah menarik. Pertama, sejarah Indonesian Masters terukir dengan keberhasilan 7 pegolf—1 di antaranya amatir—yang mampu lolos cut ke 2 putaran terakhir. Mereka adalah George Gandranata, Rory Hie, Joshua Andrew W., Kurnia Herisandy, Naraajie Emerald R. (am.), Rinaldi Adiyandono, dan Ramadhan Alwie. Jumlah ini merupakan yang terbanyak sepanjang pergelaran IM yang mulai digelar pada 2011.
Kedua, Indonesian Masters presented by Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Telkom Indonesia menghadirkan pegolf No. 6 Dunia yang juga juara US Open 2013 Justin Rose. Mantan juara US Open 2013 tersebut bahkan mengakhiri petualangannya di Royale Jakarta dengan satu gelar juara. Ia tidak hanya menutup putaran keempat dengan skor terendah (62, 10-under) dalam event tersebut, tetapi juga meraih trofi IM 2017 dengan rekor skor total IM terendah: 29-under.

2018
Saksansin Ukir 2 Kali
Setelah menuai hasil kurang memuaskan dalam upaya mempertahankan gelar di 2017, juara IM 2016 Poom Saksansin kembali ke tangga juara dalam BNI Indonesian Masters presented by Bank Tabungan Negara (BTN), PT Lautan Luas Tbk. & Bank Mandiri. Pegolf Thailand kelahiran 1993 ini bahkan bisa menyisihkan para pesaingnya, termasuk juara bertahan Justin Rose dan juara Open 2016 Henrik Stenson. Di 2018 ini, Indonesia hanya menempatkan 1 wakilnya yang bisa bertahan hingga putaran akhir, yaitu Danny Masrin.
BNI Indonesian Masters presented by Bank Tabungan Negara (BTN), PT Lautan Luas Tbk. & Bank Mandiri yang berlangsung pada 13-14 Desember mendapat kehormatan sebagai turnamen penutup musim 2018. Shubhankar Sharma (India), peraih Order of Merit Asian Tour, menerima trofi OOM dalam sebuah gala dinner usai pergelaran IM 2018.

2019
Kemenangan Sempurna Jazz
Jazz Janewattananond (THA) menjuarai BNI Indonesian Masters supported by Bank BRI and MedcoEnergi setelah gagal bersaing dengan rekan senegaranya, Poom Saksansin, dalam perebutan takhta juara Indonesian Masters 2018. Tahun itu, Jazz memang datang ke Royale Jakarta Golf Club sebagai salah satu favorit dalam turnamen golf berhadiah total US$750 ribu. Enam kali finis Top 5 di Asian Tour, termasuk 2 gelar juara di antaranya, musim ini memang menguatkan status pegolf yang waktu itu berusia 24 tahun tersebut sebagai favorit.
Kemenangan Jazz di BNI Indonesian Masters supported by Bank BRI and MedcoEnergi ini memberikan efek domino: menembus Top 50 OWGR, kesempatan main di US Masters 2020, dan juara OOM Asian Tour. Di samping itu, Jazz menjadi pegolf kedua Thailand yang menjuarai IM dan pegolf termuda yang berhasil meraih lima gelar juara di Asian Tour.
Pergelaran BNI Indonesian Masters supported by Bank BRI and MedcoEnergi meloloskan lima pegolf Indonesia hingga putaran akhir. Mereka adalah Danny Masrin, Joshua Andrew Wirawan, Naraajie E. Ramadhaputra (am.), Elki Kow, dan Benita Kasiadi. Danny bahkan mencatat rekor baru: finis terbaik bagi pegolf tuan rumah. Dengan menempati posisi kelima, Danny yang membukukan skor 15-under melampaui rekor Rory yang finish T9 di 2011 dengan 8-under.

2022
Debut International Series di Indonesia
Indonesian Masters sempat terhenti selama 2 tahun akibat pandemic Covid-19. Ketika terselenggara lagi pada 2022, BNI Indonesian Masters presented by Tunas Niaga Energy (TNE) hadir dengan status baru dan lebih bergengsi: menjadi bagian dari International Series. Di musim tersebut, Asian Tour memang meluncurkan rangkaian seri turnamen premium bernama International Series. BNI Indonesian Masters presented by TNE menjadi pergelaran International Series di Indonesia.
Hadiahnya yang disediakan pun melonjak fantastis, menjadi US$1,5 juta. Hal ini tentu saja membuat level kompetisi BNI Indonesian Masters presented by TNE lebih ketat dan makin kompetitif. Persaingan ke tangga juara ini memang lebih sengit.
Sarit Suwannarut (THA) menjadi pegolf pertama yang menjuarai debut International Series di Indonesia. Mencetak skor 20-under, Sarit menjadi pegolf ketiga Thailand setelah Poom Saksansin (2016 & 2018) dan Jazz Janewattananond (2019) yang berhasil memenangi BNI Indonesian Masters presented by Tunas Niaga Energi (TNE) edisi ke-10.
Dari 69 pegolf yang lolos cut, terselip nama Kevin C. Akbar, satu-satunya pegolf Indonesia yang bisa bertahan hingga putaran akhir. Bagi Kevin, keberhasilan ini merupakan yang pertama kalinya dalam 7 kesempatan (2013-2015, 2017-2022) di Indonesian Masters. Ia finis di T38 dengan skor 4-under.

2023
Juara Sejati di Pentas Golf Indonesia
BNI Indonesian Masters Presented by Tunas Niaga Energi 2023 melahirkan juara sejati: Gaganjeet Bhullar. Pegolf India yang saat itu berusia 35 tahun menjuarai edisi ke-11 dari turnamen profesional terbesar di Indonesia pada 19 November. Kemenangan wire-to-wire di Royale Jakarta Golf Club merupakan gelar pertama di International Series, tetapi menjadi keberhasilan kelima Bhullar di Indonesia. Ia bahkan bisa mengukir juara di 3 turnamen berbeda (Indonesia President Invitational, Indonesia Open, dan BNI Indonesian Masters Presented by Tunas Niaga Energi 2023). Ia menjadi pegolf internasional pertama yang mengukir diri sebagai “juara sejati di Indonesia”.
Berkat keberhasilannya di BNI Indonesian Masters Presented by Tunas Niaga Energi 2023, Bhullar pun lolos ke putaran 2 LIV Golf Promotions pada 8-10 Desember 2023 setelah menduduki peringkat 8 Order of Merit International Series. Juara di turnamen berhadiah total US$1,5 juta ternyata membuka karier yang lebih lebar bagi Bhullar.
Edisi kedua International Series di Indonesia ini pun meloloskan 2 pegolf terbaik Indonesia saat itu: Jonathan Wijono dan Kevin C. Akbar. Jika Jowi—demikian Jonathan akrab disapa—lolos untuk pertama kalinya dalam 4 kali kesempatan di turnamen profesional terbesar di Indonesia tersebut, Kevin justru menorehkan prestasi lolos cut dengan back-to-back. Jowi berhasil menyelesaikan 72 hole dengan skor total 275 (9-under) dan menempati T24, prestasi terbaiknya dalam Indonesian Masters.



