Tampil Impresif, Jonathan Wijono Sabet Trofi Pemain Terbaik Indonesia

Setelah sempat tertahan di moving day sehari sebelumnya, Jonathan Wijono akhirnya kembali menunjukkan permainan terbaiknya di putaran akhir BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2024. Mengukir skor skor 66 (6-under), pegolf yang akrab disapa Jowi ini langsung melesat kembali ke posisi T9, dan finis dengan skor total 276 (12-under). Ini menjadi peringkat dan juga perolehan skor terbaik Jowi sepanjang keikutsertaannya dalam turnamen yang digelar di Damai Indah Golf BSD Course pada Sabtu (25/8) kemarin. Keberhasilannya tersebut menembus akhir pekan ini melengkapi prestasi serupa pada edisi tahun 2016 ketika ia finis di peringkat ke-43 sebagai amatir.

”Saya merasa cukup puas dengan hari ini, terutama sangat bersyukur bisa finis di posisi setinggi ini (T9),” tutur pegolf yang beralih profesional pada tahun 2021 ini.

Jowi memutuskan untuk melakukan pendekatan konservatif-agresif di putaran terakhir turnamen yang berhadiah US$140 ribu ini. Ia berhasil membukukan tujuh birdie dengan satu bogey. Birdie pertama di hole 4 memberikan momentum bagi dirinya untuk tampil terbaik pada turnamen skala Asian Development Tour ini, yang kemudian disusul dengan lima birdie berikutnya. Meski sempat bogey di hole 16, pegolf berusia 23 tahun tersebut membayar kembali dengan birdie di hole 18.

Credit: Yanuar/@golfdalamkamera

”Bedanya, (Jumat) kemarin tidak banyak putt (birdie) yang masuk; hari ini (Sabtu) lebih banyak putt (birdie) yang masuk,” ujarnya, yang sekaligus menunjuk birdie di hole 4 par 5 di Damai Indah Golf BSD Course ini sebagai awal momentum permainannya.

”Mulai dari hole 12, pukulan driver saya sampai ke fairway dan masuk ke green kurang lebih 5 meter. Tiba-tiba saja jalur putt-nya terlihat dan, puji Tuhan bolanya masuk. Dan di hole berikutnya, mungkin karena terbawa birdie sebelumnya, pukulan kedua saya lakukan dengan 3-wood untuk masuk green dan melakukan dua putt (untuk birdie lagi). Dan di hole 14 itu, pukulan saya benar-benar dekat ke lubang, sekitar semeteran sehingga bisa mendapat birdie lagi,” jelas Jonathan.

Dengan finis dengan skor total 276 (12-under)–yang menyamai perolehan Indra Hermawan di 2018, Naraajie E. Ramadhanputra (amatir) di 2019, dan George Gandranata di 2022, Jowi meraih trofi sebagai pegolf terbaik Indonesia. Rekor skor tertinggi untuk pegolf Indonesia di ajang ini masih dipegang Danny Masrin di 2018 dengan 273 (15-under).

Credit: Yanuar/@golfdalamkamera

Sementara itu, Jonathan Xavier Hartono yang sempat berpeluang meraih trofi pemain terbaik akhirnya harus puas di posisi T15. Mencetak skor 70 (2-under), Jojo—demikian Jonathan Xavier—berhasil mengumpulkan skor total 277 (11-under). Meski tidak menjadi pemain terbaik Indonesia, Jojo memenangi gelar pemain amatir Indonesia terbaik, menyisihkan pegolf amatir William Justin Wijaya yang menyelesaikan putaran keempat dengan total skor 294 (6-over).  Tiga pegolf Indonesia lainnya, Kevin Caesario Akbar, Peter Gunawan, dan Jamel Ondo, menuntaskan turnamen ini dengan berada di posisi T38, T51, dan T53.

”Saya merasa puas dengan permainan saya karena bisa mencetak banyak birdie. Dan yang membuat lebih puas lagi adalah saya tidak membuat double bogey pada minggu ini,” ujar Jojo.

”Bisa main under sepanjang empat putaran minggu ini juga sangat menyenangkan. Saya belum pernah bermain under selama empat putaran sebelum ini; saya hanya sekali bisa bermain under dalam turnamen tiga putaran, itu juga pada turnamen junior,” tambahnya.

Liu Raih Kemenangan ADT Pertamanya di Indonesia

Liu Yu-huang mengukir diri sebagai juara baru BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2024. Pegolf asal China Taipei ini berhasil mengejar ketertinggalannya dengan mengemas sembilan birdie, termasuk di dua hole terakhirnya untuk memastikan kemenangan dua pukulan atas Matthew Cheung (68) dari Hong Kong dan Vanchai Luangnitikul (69) asal Thailand.

Memulai putaran final dengan tertinggal dua pukulan dari leader Vanchai, Liu langsung menciptakan birdie di hole pembukanya dan memainkan sembilan hole pertama dengan catatan 2-under berkat tambahan tiga birdie dan dua bogey.

Memasuki sembilan hole penentu itulah permainannya justru kian bersinar. Birdie di hole 17 memberikan kesempatan Liu untuk memimpin puncak klasemen dengan torehan 21-under, setelah sebelumnya ia menambah koleksi birdie dari hole 11, 14, dan 15.

Liu pun melangkah ke hole 18 dengan keunggulan satu stroke atas Vanchai dan dua stroke dari Cheung. Ketika ia berhasil mengantarkan bola ke atas green dengan pukulan keduanya, tekanan justru berbalik kepada kedua pesaing terdekatnya itu. Saat Vanchai dan Cheung gagal mendapatkan eagle di hole terakhir itu, kemenangan pun dipastikan menjadi milik Liu.

”Saya merasa sangat gugup di hole terakhir karena pukulan kedua saya masih tersisa 220 yard. Namun, saya memiliki strategi yang bagus dan rutinitas yang baik,” tutur Liu, seusai memastikan kemenangan bersejarah baginya itu.

Matthew Cheung

Dengan skor total 22-under, Liu yang menjadi pegolf profesional pada 2021 ini hanya terpaut satu stroke dari rekor kemenangan terendah ajang ini, yaitu 23-under, yang dibukukan oleh Yuvraj Singh Sandhu pada edisi 2023.  Kemenangan ini turut memberinya hadiah sebesar US$24.500, sekaligus menjadi gelar internasional pertamanya. Trofi pada pekan ini juga menjadi trofi ketiga baginya setelah tahun ini ia juga menjuarai dua turnamen di sirkuit domestiknya.

Share with

More News

Ciputra Golfpreneur Awards 2026: Apresiasi Untuk Para Sponsor CGF

Mantan Juara Indonesian Masters Puncaki Klasemen Ronde Pertama LIV Golf Singapore

Sergio Garcia dan Fireballs GC Nantikan Momen Kebangkitan di Aramco LIV Golf Singapore

Royale Jakarta Golf Club Padukan Kompetisi dan Aksi Kemanusiaan

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa