Bukukan 4-under, Jonathan Wijono Sementara Masuk 10 Besar

Jonathan Wijono, pegolf andalan Indonesia, memberikan harapan yang bagus bagi tuan rumah setelah berhasil mengukir skor 68 (4-under). Memulai permainan dari hole 1, pegolf berusia 23 tahun tersebut langsung membukukan birdie di hole 2, yang kemudian disusul 3 birdie di 3 hole berikutnya. Meski sempat diselingi bogey di hole 8, Jowi—demikian Jonathan akrab disapa–menyelesaikan sembilan hole pertama dengan 3-under. Ia menambah 1-under setelah membuat 2 birdie yang dipotong 1 bogey. Skor 68 ini berhasil membawa nama Jowi ke Top 10 sementara BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2024.

”Saya cukup senang dengan permainan hari ini, bersyukur bisa membuat enam birdie,” tutur Jowi yang asal Surabaya ini. ”Mainnya lagi enak, cuma harus mempertahankan sampai tiga hari terakhir, termasuk sampai minggu depan juga. Jadi, saya berusaha mendapatkan momentum yang tepat dan main bagus pada saat yang tepat saja sih.”

Kondisi green di BSD Course yang keras dan licin tidak mengganggu permainan Jowi. Ia telah terbiasa menghadapi situasi green yang tidak jauh berbeda ketika tampil di International Series England. Dalam turnamen Asian Tour yang berlangsung pada 8-11 Agustus kemarin, Jowi berhasil membukukan skor total 275 (9-under), dan menempati posisi 9 di turnamen yang berhadiah US$2 juta tersebut.

“Bedanya di fairway-nya saja yang soft, jadi kurang lebih harus tahu area pendaratan bolanya di mana; pin mana yang bisa diserang dan mana yang tidak bisa sembarang diserang.”

Matthew Cheung

Tiga Pegolf Pimpin Putaran Pertama

Putaran pertama BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2024 yang berlangsung di Damai Indah Golf BSD Course menempatkan tiga pegolf, Ekpharit Wu, Kosuke Hamamoto, dan Matthew Cheung, di posisi puncak.  Duo Thailand Ekpharit Wu dan Kosuke Hamamoto, serta Matthew Cheung dari Hong Kong sama-sama-sama membukukan skor 6-under (66) dan unggul satu stroke atas Danny Chia asal Malaysia, Chanat Sakulpolphaisan dari Thailand, James Leow asal Singapura, dan Yang Minhyeok asal Korea.

Wu mencatatkan lima birdie, sebuah eagle, dan sebuah double bogey untuk mengawali BNI Ciputra Golfpreneur Tournament kali ini dengan meyakinkan. Berbekal dua kemenangan beruntun di sirkuit domestiknya, pegolf yang memiliki nama panggilan Taisu ini menikmati permainan putting yang prima untuk memulai persaingan di Damai Indah Golf BSD Course.

Ekpharit Wu

”Meskipun pukulan tee saya masih harus diperbaiki, putting saya hari ini sangat bagus,” tutur Wu.

Bermain dari hole 10, Wu langsung menorehkan birdie di hole pertamanya, sebelum memastikan bermain 2-under dengan bridie di hole 13. Langkahnya sempat terhenti lantaran mendapat bogey di hole16, namun ia menorehkan eagle di hole 18, plus menambah tiga birdie lagi di sembilan hole berikutnya.

”Saya melakukan pukulan dari jarak 178 meter melawan embusan angin dengan 4-iron dan menyisakan jarak sekitar 2,7 meter untuk eagle,” jelasnya.

Adapun Cheung telah bermain dengan skor 6-under hingga hole 15 sampai akhirnya tersandung oleh bogey di hole 17. Beruntung di hole terakhirnya ia berhasil meraih birdie dan menutup 18 hole pertamanya dengan skor 66.

Meskipun baru kali ini bermain di Damai Indah Golf BSD Course, Cheung berhasil mengatasi kondisi green yang keras dan licin, serta bergelombang karya Jack Nicklaus ini. Ia menyebut pengalamannya bermain di China di lapangan dengan karakter serupa sebagai kuncinya.

”Green di sini cukup keras, tapi untungnya saya mengikuti beberapa turnamen di China beberapa pekan lalu dan green-nya lebih keras dan lebih bergelombang ketimbang di sini sehingga saya makin terbiasa,” ujarnya.

”Saya sudah bermain dengan baik pada hari ini, jadi saya akan berusaha untuk melakukan hal yang sama dalam tiga hari ke depan dan melihat di mana posisi saya pada akhir pekan nanti.”

Kosuke Hamamoto

Rekan senegara Wu, Hamamoto kemudian menyamai raihan 6-under tersebut dan meramaikan posisi teratas setelah menuntaskan permainannya pada sore hari tadi. ”Saya pikir permainan iron saya hari ini cukup bagus pada sebagian besar putaran ini dan saya kira saya juga cukup baik dalam mengendalikan emosi saya dan irama permainan saya,” tutur Hamamoto.

”Untungnya, di beberapa hole di mana angin ikut mendorong bola, posisi pin sebagian besar ditaruh di belakang green, sementara hole-hole yang berlawanan arah angin posisi pin ada di depan green sehingga banyak membantu, jadi saya berusaha memanfaatkan pengalaman yang sudah-sudah dan menerapkannya pada hari ini.”

Share with

More News

Mantan Juara Indonesian Masters Puncaki Klasemen Ronde Pertama LIV Golf Singapore

Sergio Garcia dan Fireballs GC Nantikan Momen Kebangkitan di Aramco LIV Golf Singapore

Royale Jakarta Golf Club Padukan Kompetisi dan Aksi Kemanusiaan

Rahm Incar Gelar Beruntun, Niemann Bertekad Pertahankan Gelar di Singapura

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa