Selama hampir dua dekade, Sentosa Golf Club turut menjadi saksi perkembangan golf di Singapura. Sentosa Golf Club yang memiliki dua lapangan golf eksklusif dan menantang–Tanjong Course dan Serapong Course–juga rutin menjadi tuan rumah berbagai turnamen bergengsi, baik profesional maupun amatir, seperti Singapore Open, Open Championship Qualifiers, Asia-Pacific Amateur Championship, Women’s Asia Amateur Pacific Championship dan salah satunya yang dikenal sebagai Major Asia, HSBC Women’s World Championship.
Sentosa Golf Club sering menjadi host berbagai turnamen internasional bergengsi. Bagaimana Anda melihat keterlibatan Sentosa di event-event tersebut?
Sentosa Golf Club sudah 19 tahun berkomitmen untuk menyelenggarakan event profesional kelas dunia. Minggu depan, saat LIV Golf berlangsung, itu akan menjadi event kelas dunia ke-38 kami. Biasanya, sangat jarang sebuah venue mengadakan lebih dari 1 acara profesional dalam satu tahun, tapi kami pernah melakukannya sampai 4 kali dalam setahun. Kami berkomitmen untuk mengadakan kejuaraan besar, baik itu LPGA, Kualifikasi Open Championship, Singapore Open, atau kejuaraan amatir bergengsi seperti AAC (Asia-Pacific Amateur Championship-red) dan WAAP (Women’s Amateur Asia-Pacific Championship-red). Bahkan, kami pernah mengadakan WAAP pertama kali, dan pemain asal Thailand, yang sekarang dikenal dengan nama Jeeno (Atthaya Thitikul), menang di WAAP pertama tersebut dan kemudian lolos LPGA dan finis keempat di akhir musim. Itu luar biasa. Kami bangga bisa berpartisipasi dalam event besar dan bergengsi ini.
Apakah tantangan yang dihadapi saat menjadi host event besar kelas dunia?
Tantangannya adalah bagaimana tetap menjaga keseimbangan antara event besar dan kenyamanan anggota klub. Karena, banyak tempat yang mengadakan turnamen besar justru bisa membuat member merasa terganggu. Tapi kami sudah membuktikan bahwa mengadakan turnamen besar justru meningkatkan pariwisata dan memperkenalkan golf di Asia, terutama di Singapura. Jadi, semua itu berujung pada kesuksesan.
Seperti apa komitmen Sentosa Golf Club terhadap HSBC Women’s World Championship?
Ini adalah tahun ke-13 kami menyelenggarakan HSBC Women’s World Championship, meskipun sebenarnya baru 12 turnamen karena satu tahun batal akibat COVID. Kami sangat menikmati menjadi tuan rumah turnamen ini. Bagi saya, acara ini hampir seperti “Masters”-nya golf wanita. Ini adalah acara invitational, di mana HSBC mengundang 50 pemain terbaik dunia dan mengisi sisa tempat dengan undangan tambahan untuk mencapai 65 pemain. Biasanya, mayoritas pemain top hadir. Tidak ada event lain di dunia golf wanita dengan field sekuat ini. Kami sangat bangga menjadi tuan rumah event ini dan berharap bisa terus menjadi host di tahun-tahun mendatang.
Bagaimana dengan profesional golf di Singapura, khususnya pegolf pro ladies?
Setelah COVID, golf ladies memang berkembang pesat, tapi sebenarnya tren ini sudah ada sebelum pandemi. Untuk profesional golf ladies di Singapura, meskipun kota kecil, kami sedang berkembang. Lihat saja Shannon Tan, yang finis kelima di Order of Merit LET (Ladies European Tour-red) tahun lalu dan bahkan lolos ke Olimpiade. Itu sangat luar biasa! Kami mendukungnya dengan memberikan akses penuh ke fasilitas untuk latihan di sini. Selain itu, saat ini kami mensponsori sekitar 8 hingga 9 pemain profesional dan amatir. Kami memberikan mereka akses penuh ke fasilitas tanpa biaya. Ini adalah cara kami berkontribusi pada golf dan komunitas.
Terkait dengan larangan merokok yang sangat ketat di Singapura, apakah Sentosa juga menerapkan hal ini, karena kita masih melihat pemain seperti Charlie Hull merokok di lapangan golf saat HSBC Women’s World Championship?
Kami adalah bagian dari pemerintah, dan merokok di lapangan golf sebenarnya tidak dilarang di Singapura. Tapi, merokok dilarang di dalam club house. Jadi selama itu sesuai aturan yang ada, kami tetap mengikuti kebijakan pemerintah.
(Kredit Foto: Iwan Prima/ OB Golf)



