KPMG Women’s PGA Championship 2026 bakal berlangsung pekan ini, tepatnya 25-28 Juni, di Hazeltine National Golf Club, Chaska, Minnesota, AS. Event major ketiga tahun ini akan menghadirkan 156 pegolf yang akan bertarung untuk meraih piala perak sterling setinggi 18 inci yang dibuat oleh Tiffany & Co.
Namun, pergelaran turnamen major di Hazeltine National Golf Club tersebut memompa semangat para partisipan tahun ini setelah nilai prize money mengalami peningkatan, dari US$12 juta pada tahun lalu menjadi US$13 juta.
Hadiah uang sebesar US$13 juta ini menjadi rekor baru dalam dunia kompetisi golf wanita profesional. Dengan demikian, ajang KPMG Women’s PGA Championship di Hazeltine National Golf Club tercatat sebagai event wanita termahal tahun ini–dan juga sepanjang sejarah event profesional wanita.

Ketika memulai event Women’s PGA Championship pada 1955, total hadiah uang yang tersedia adalah US$6.000. Lalu, kemudian naik menjadi US$15 ribu pada 1961 (setelah mengalami kenaikan secara bertahap setiap tahunnnya). Pada 1990, nilai hadiah Women’s PGA Championship menembus US$1 juta, yang waktu itu dimenangi Beth Daniel dengan cek hadiah sebesar US$150 ribu.
Women’s PGA Championship 2023 menawarkan total hadiah senilai US$10 juta, naik 1 juta dari pergelaran pada 2022. Ruoning Yin menikmati uang kemenangan pada 2023 sebesar US$1,5 juta. Kini, pemenang pada perhelatan 2026 diperkirakan akan mendapatkan uang senilai US$1,95 juta.
Peningkatan nilai hadiah ini pun merupakan efek atas respons positif perhelatan major tersebut dalam 4 edisi terakhir (dari US$9 juta pada 2022 menjadi US$12 juta di 2025). Dalam ajang KPMG Women’s PGA Championship, para penyelenggara turnamen menyatakan bahwa tanda-tanda kemajuan yang paling berarti kini semakin banyak ditemukan di luar catatan total hadiah—mulai dari permintaan sponsor dan jumlah penonton televisi hingga tingkat partisipasi di kalangan generasi penerus pegolf.

“Saya rasa ada beberapa tanda kemajuan yang benar-benar penting,” kata Komisaris LPGA Craig Kessler, seperti dikutip Forbes. “Pertumbuhan total hadiah adalah salah satunya. Yang kedua adalah permintaan dari mitra yang ingin terlibat … partisipasi akar rumput dalam olahraga ini merupakan indikator lainnya. Saya rasa indikator keempat adalah jumlah penonton televisi.”
Selain menjadi event termahal, KPMG Women’s PGA Championship 2026 bakal menjadi turnamen yang paling mutakhir dalam penerapan teknologi pada pelaksanaan kompetisi tersebut. KPMG menambahkan fitur-fitur baru yang didukung kecerdasan buatan (AI) ke dalam KPMG Performance Insights, yang memberikan para atlet LPGA akses ke data penting tingkat pukulan untuk menganalisis dan meningkatkan performa mereka, serta menyajikan wawasan kepada para penggemar dan media untuk melihat bagaimana para pemain di LPGA Tour saling bersaing satu sama lain.



