AUTHOR

OBGOLF

14 December 2020

Sosialisasi CHSE Demi Wisata Golf yang Sehat dan Aman

Penyebaran Corona Virus disease 2019 atau biasa dikenal Covid-19 meningkatkan kesadaran seluruh pihak, dari pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat umum, untuk memperbaiki standar kesehatan di berbagai sektor, termasuk pariwisata, menjadi lebih ketat. Atas dasar inilah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menyiapkan panduan pelaksanaan cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian Lingkungan dalam penyelenggaraan kegiatan golf.

Bertempat di Hotel Aston Sentul pada 9-10 November, Kemenparekraf mengundang para pelaku industri golf, dalam hal ini lapangan-lapangan golf di Indonesia, untuk menyosialisasikan panduan CHSE ini. Selain untuk membangkitkan industri pariwisata, khususnya golf, di Indonesia, sosialisasi panduan CHSE ini memberikan wawasan bagi pelaku industri golf untuk memberikan kepastian kepada wisatawan soal produk dan pelayanan pariwisata mereka yang bersih, sehat, aman, dan ramah lingkungan pada masa pandemi Covid-19.

Melalui sebuah hybrid meeting yang bertajuk “Sosialisasi Panduan CHSE dalam Penyelenggaraan Kegiatan Wisata Golf”, acara ini dihadiri 85 lapangan golf nasional (35 peserta dari Jabodetabek dan Karawang yang hadir secara offline dan 50 hadir online). Pertemuan ini dihadiri Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf, Alexander Reyaan, yang kemudian menjelaskan secara global apa dan bagaimana Panduan CHSE ini.

“Panduan ini juga dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta asosiasi usaha dan profesi terkait penyelenggaraan kegiatan golf untuk melakukan sosialisasi, edukasi, simulasi, uji coba, pendampingan, pembinaan, pemantauan, dan evaluasi dalam penerapan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan, demi meningkatkan keyakinan para pihak, serta meningkatkan reputasi usaha dan destinasi pariwisata,” kata Alex.

Panduan CHSE ini sendiri dipaparkan lebih detail oleh Anthony Chandra dan Widya Tirtaputra dari Golf Course Management Association of Indonesia (GCMAI). Keduanya merupakan tim penyusun Panduan CHSE.

Terkait dengan Panduan CHSE ini, para pelaku industri pariwisata didorong untuk mendapatkan sertifikasi CHSE sebagai bentuk akreditasi nasional bahwa mereka telah memenuhi dan menjalankan protokol kesehatan ketat demi pelayanan wisata yang bersih dan aman. Dua auditor dari GCMAI, I Gusti Putu Gede dan Anastasia Valentina, menjelaskan bagaimana proses untuk mendapatkan sertifikasi CHSE ini, yang merupakan materi hybrid meeting di hari kedua.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE