AUTHOR

OBGOLF

18 June 2021

Pentas Dua Atlet Nasional

Pengalaman menjadi atlet nasional menjadi kunci keberhasilan Naraajie E.R. Putra dan Ida Ayu Indira Melati P. dalam menjuarai Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) pada hari ini (17/6). Keduanya merajai turnamen yang dibidani Pengurus PGI Provinsi Jawa Barat dan didukung penuh klub Olympic Golf Club ini.

Bertanding di Gunung Geulis Country Club, Bogor, posisi Naraajie di puncak dengan keunggulan 10 pukulan tidak terkejar oleh para pesaingnya setelah menyelesaikan putaran kedua. Karena itu, putaran akhir terasa anti-klimaks. Naraajie seperti menurunkan tempo permainan sehingga tidak setajam hari kedua. Tidak mengherankan jika pegolf berusia 21 tahun ini menutup hari terakhir dengan 75 (empat-di atas-par), yang memangkas perolehan total skornya menjadi empat-di bawah-par.

“Saya kelelahan sehingga bermain terlalu santai. Tidak ada game play. Namun, ketika double bogey di hole 12, saya mulai jaga supaya tidak kehilangan banyak pukulan,” jelas Naraajie, yang menyabet trofi kedua individual putra di OJAO ini setelah sukses di 2017.

Rayhan Abdul Latief yang membuntutinya di posisi kedua berhasil menjaga permainannya. Dengan selisih enam pukulan di belakang Naraajie, pegolf asal Kabupaten Bekasi itu menduduki posisi runner up.

Sementara itu, untuk kategori putri, Ida pun berhasil mempertahankan keunggulan sejak mengambil alih posisi puncak di putaran kedua. Meski mencetak skor 74 (tiga-di atas-par), pegolf asal Bali ini masih mampu meraih trofi saat dua pegolf lainnya, Lydia Stevany dan Marelda Pyrena Ayal, yang sehari sebelumnya mengejar Ida di posisi kedua, mengalami penurunan performa.

“Saya sebenarnya tidak yakin menang karena lapangan di sini itu susah,” kata Ida, yang berhasil mengatasi ketidakpercayaannya itu.

Elaine Widjaja (Jawa Tengah) justru menyodok ke posisi dua dengan skor sembilan-di atas-par, kalah tiga pukulan dari Ida, sang pemuncak leaderboard. Sementara, posisi ketiga ditempati Lydia (Sulut) dengan 10-di atas-par.

OJAO 2021 akhirnya bisa diselesaikan dengan mulus, di tengah kekhawatiran soal kelangsungan turnamen saat pandemic yang belum juga mereda.

“Kita melihat pandemi ini jadi satu tantangan. Di saat tidak ada turnamen, kami anggap turnamen ini seperti PON (Pekan Olah Raga Nasional). Kami ingin mencari bibit-bibit atlet yang berkualitas dan juga melihat sejauh mana kualitas para atlet kita saat ini,” jelas Joyada Siallagan, Ketua Panitia Penyelenggara OJAO 2021.

 

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE