AUTHOR

OBGOLF

04 January 2021

AJEG BALI GOLF TOURISM

Pandemi Corona Virus-19 (Covid-19) sejak awal tahun 2020 telah memukul segala sektor perekonomian. Tidak terkecuali sektor pariwisata. Sektor ini mengalami penurunan yang drastis dalam segi pemasukan. Bali menjadi salah satu provinsi yang terkena dampak paling parah karena sektor pariwisata merupakan sumber utama pendapatan daerah.

 

Mengingat kondisi ini, Asian Senior Golf Association (ASGA), Persatuan Pegolf Senior Indonesia (Perpesi), dan Persatuan Golf Pondok Indah berinisiatif untuk membantu ekonomi pariwisata Bali yang terdampak parah akibat ekonomi. Melalui sebuah turnamen golf persahabatan yang bertajuk “Ajeg Bali Golf Tourism”, para inisiator yang juga menunjukkan kepedulian para pegolf Indonesia ini mendukung upaya pemerintah dalam membangkitkan dan secara perlahan menggerakkan kembali ekonomi pariwisata Bali, khususnya wisata olah raga (sport tourism).

 

Didukung Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Ajeg Bali Golf Tourism berlangsung pada 10-13 Desember 2020. Turnamen yang disponsori  Bank BNI, Bank BRI , dan Bank Mandiri ini diikuti 80 pegolf yang terbang langsung dari Jakarta dengan menggunakan maskapai Citilink. 16 Belas Duta Besar Indonesia termasuk diantaranya Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M Fachir, mantan KaBareskrim dan Duta Besar Indonesia di Myanmar, Ito Sumardi beserta istri  turut serta didalam rombongan untuk ikut mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata olah raga.

 

Sambil menikmati hospitality di the Trans Resort Bali, ke-80 peserta Ajeg Bali Golf Tourism ini akan berupaya untuk menaklukkan tiga lapangan golf berstandar championship di Bali, yaitu Bali National Golf Club, Handara Golf & Resort, dan New Kuta Golf Club. Meski bersifat kompetisi, Ajeg Bali Golf Tourism tetap mengedepankan persahabatan sesama peserta.

 

Namun,  hal yang terpenting adalah dukungan material dan moril dari para pegolf Indonesia terhadap pariwisata di Bali melalui sport tourism. Kehadiran para peserta Ajeg Bali Golf Tourism bisa menjadi contoh bahwa Bali telah siap menerima wisatawan dalam dan luar negeri dengan menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment) yang sedang gencar diimplementasikan oleh pemerintah untuk kenyamanan dan keamanan berwisata di tengah pandemi. Bali tetap ajeg (kukuh) meski diguncang pandemi. Panitia tetap mengutamakan  JCM dalam pelaksanaan acara Sport Tourism ini yaitu, JAGA JARAK, CUCI TANGAN, MEMAKAI MASKER.

 

Tentunya suatu kegiatan seperti ini akan berdampak pada kegiatan ekonomi Bali secara langsung dan akan dirasakan oleh Pekerja dilapangan Golf, pekerja restoran, pekerja Hotel, Taxi dan tentunya perusahaan penerbangan.

 

Peter Gontha, seorang peserta dan anggota panitia yang juga seorang pengiat Olah Raga Golf ini mengatakan, mungkin saja dampak ekonominya tidak seberapa namun paling tidak kita bersama menunjukan kebersamaan kita dalam menghadapi masa pandemic yang sulit ini.

 

Tentu harapannya juga agar ini menjadi contoh bagi komunitas golf maupun olah raga lainnya untuk bisa bantu membangkitkan pariwisata olahraga seperti melalui olahraga golf pastinya. Adalah tugas kita, bersama Pemerintah untuk saling bekerja sama, membantu mengembalikan kegiatan ekonomi Indonesia dan membantu sesama anggota masyarakat lain di Indonesia.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE