AUTHOR

OBGOLF

09 May 2021

Pertarungan di Putaran Akhir Makin Panas

Meski masih bertahan di posisi puncak leaderboard usai putaran ketiga, posisi Patty Tavatanakit masih belum aman. Selisih pukulan yang tipis dengan para pesaingnya membuat persaingan menuju takhta juara makin ketat.  

Patty memulai putaran ketiga dengan keunggulan tiga pukulan dari rekan senegaranya, Atthaya Thitikul. Ia bahkan sempat unggul lima pukulan ketika Atthaya bogey di hole 1 dan Patty birdie di hole 2. Namun, dua bogey (hole 3 dan 9) membuat para pesaing Patty makin menempel ketat di puncak leaderboard. Skor par di hole awal back nine menjadi titik kebangkitan Patty untuk mendulang tiga birdie di lima hole terakhir. Pegolf berusia 21 tahun itu menyelesaikan putaran ketiga dengan 70 (dua-di bawah-par), yang membuat skor totalnya menjadi 198 (-18).

“Saya rasa benar-benar mendapatkan momentum saya di back nine. Saya benar-benar berpikir saya sedikit bingung. Saya melakukan banyak tugas. Saya coba ambil (poin)  di hole 10 dan saya tidak 100% hari ini dengan tingkat energi saya. Tapi jika ada, itu hanya menunjukkan bahwa Anda tidak harus 100% sempurna untuk mencetak (skor) di bawah-par,” jelas Patty.

Patty masih memimpin hingga 54 hole di Honda LPGA Thailand 2021. Pengalaman memimpin ini pernah dialaminya di ANA Inspiration 2021, yang kemudian berakhir dengan kemenangan. Ia berpeluang menjadi pegolf tuan rumah pertama yang berhasil mengukir gelar di Honda LPGA Thailand.

“Saya merasa sedikit gugup di ANA karena itu merupakan yang pertama kali (memimpin), bahkan ini adalah turnamen major. Namun, turnamen ini memiliki perasaan yang sama. Saya masih sedikit gugup, tapi saya merasa memiliki lebih banyak pengendalian dan kesadaran diri sehingga saya dapat mengembalikan diri saya ke normal, lebih normal daripada di ANA," tambah Patty.

Patty jelas sedikit gugup karena Atthaya dan Caroline Mason (Jerman) hanya tertinggal satu pukulan darinya. Atthaya yang sempat dua bogey di tiga hole pertama bisa menebusnya dengan enam birdie. Ia finis dengan 68 (empat-di bawah-par) untuk putaran ketiga, dan tetap bertengger di T2 dengan 199 (-17).

“Kuncinya adalah sabar, dan kemudian menempatkan diri Anda dalam posisi yang bagus, seperti posisi yang aman dan memiliki kesempatan untuk birdie,” kata Atthaya, yang akan segera mendapatkan keanggotaan LPGA jika menang dalam putaran akhir di Minggu.

Atthaya tidak sendiri. Caroline pun masih membuka peluang untuk gelar kedua LPGA-nya yang sudah ditunggu-tunggu selama lima tahun terakhir ini. Pegolf berusia 31 tahun ini membukukan skor 67 (lima-di bawah-par), dan bergabung dengan Atthaya di T2.

Gaby Lopez (Meksiko) dan Lydia Ko (Selandia Baru) berada di T4 dengan 16-di bawah-par), sedangkan Hannah Green (Australia) menempati posisi ke-6 dengan -15. 

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE