AUTHOR

OBGOLF

09 May 2021

Penantian 1.507 Hari Ariya Berakhir

Mantan pegolf No. 1 Dunia Ariya Jutanugarn mengakhiri masa krisis gelarnya selama 2 tahun 10 bulan usai menjuarai Honda LPGA Thailand 2021.  Kemenangan Ariya ini terasa lengkap karena ditampilkan dalam permainan sempurnanya di putaran akhir dengan tanpa mengukir satu bogey pun. Penampilan adik dari Moriya Jutanugarn ini memang impresif sejak hole awal dimulai. Tiga birdie berturut-turut langsung dibukukan di tiga hole pertama. Lalu, ditambah tiga birdie lagi di tiga hole terakhir di front nine. Ariya menambah tiga birdie lagi di back nine.

“Saya ingin mengatakan dengan jujur (bahwa saya merasa percaya diri) setelah hole pertama, karena, Anda tahu, seperti green cukup sempit di hole pertama, dan biasanya saya akan kesulitan untuk memukul di green karena saya tidak terlalu bagus melakukkannya,” jelas Ariya.

Ariya mencetak skor 63 (sembilan-di bawah-par), skor harian terendah dalam empat hari turnamen berhadiah US$1,6 juta ini. Skor tersebut mendorong posisi pegolf berusia 25 tahun ini ke puncak leaderboard dengan total 266 (22-di bawah-par).

Namun, ia memang harus menunggu Atthaya Thitikul (Thailand), yang berada di dua grup belakangnya. Pegolf berusia 18 tahun ini hanya tertinggal satu pukulan dari Ariya. Pertandingan sempat terhenti selama 1,5 jam akibat cuaca buruk. Ketika itu, posisi bola Atthaya berada di tengah fairway untuk pukulan kedua.

Saat pertandingan dilanjutkan, Atthaya memiliki dua pilihan: membuat eagle untuk menang atau birdie untuk play-off. Bola Atthaya berhasil mendarat di green. Sayang, ia harus menyelesaikannya dengan tiga putt untuk mendapatkan skor par. Ariya pun berhak atas gelar juara yang sudah ditunggu-tunggunya selama 1.507 hari.  ia terakhir kali menyabet gelar adalah pada Juli 2018 di Ladies Scottish Open. Atas keberhasilan di Honda LPGA ini, Ariya menjadi pemain pertama Thailand yang memenangi turnamen internasional kebanggaan Negeri Gajah Putih itu.

“Rasanya sangat menyenangkan, tidak hanya sebagai pegolf Thai yang menang, tetapi saya ingin mengatakan saya menghadapi masa-masa yang sulit dalam dua tahun terakhir. Saya ingin berhenti sementara. Setiap saya melihat anak-anak dan saya ingin memberikan mereka inspirasi. Jadi saya merasa jangan menyerah. Lakukan yang terbaik. Mencoba lebih keras. Terus mencoba. Satu hari kamu akan mendapatkannya,” jelas Ariya.

Sementara, Atthaya harus puas di posisi runner up. Meski demikian, ia cukup puas dengan pencapaiannya, meski gagal menjadi juara. 

“Ini seperti pengalaman baru saya, hampir mendekati gelar juara (di LPGA Tour), tetapi di putt terakhir saya merasa, baiklah berikan saya satu yang bagus dan lakukan yang terbaik yang saya bisa,” kata Atthaya, yang mengoleksi lima gelar juara Thai LPGA.

Pimpinan leaderboard selama 54-hole Patty Tavatanakit perlahan-lahan tergusur dari posisi puncak usai bogey di 6 dan 9, yang mengurangi tiga birdie sebelumnya (hole 3, 5, dan 7), dalam putaran terakhir. Usai birdie di hole 10, ia membuat double bogey di hole 12, yang menghapus semua perolehan birdienya sebelumnya. Beruntung, dua birdie di dua hole terakhir menyelamatkan posisinya di T3, bersanding dengan So Yeon Ryu (Korea), Amy Yang (Korea), dan Angel Yin (AS) dengan perolehan total skor -20.

Foto: Getty Images

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE