AUTHOR

OBGOLF

11 February 2021

Pamit dari LPGA, Michael Wariskan Fondasi Kuat

Komisioner Michael Whan memutuskan untuk mundur dari LPGA. Di bawah kepemimpinannya, LPGA mengalami kemajuan yang sangat pesat dengan fondasi yang kuat.

Musim kompetisi Asosiasi Golf Profesional Wanita atau biasa dikenal dengan LPGA untuk 2021 belumlah dimulai. Namun, organisasi yang berdiri 1950 itu telah memberikan kehebohan terkait pengumuman pengunduran diri sang komisionernya, Michael Whan, pada 6 Januari lalu.

Michael akhirnya memutuskan lengser dari kursi yang didudukinya sejak Oktober 2009. Melalui surat kepada seluruh staf, member, dan sponsor LPGA, Michael mengatakan bahwa dia mencapai keputusannya setelah "berbulan-bulan melakukan introspeksi mendalam".

"Salah satu pekerjaan tersulit seorang pemimpin adalah tahu kapan pekerjaan mereka selesai," tulis Michael dalam surat itu, seperti dikutip Golf Week.

"Saya tidak akan meninggalkan LPGA jika saya pikir masa depan (organisasi ini) tidak pasti. Faktanya, bahkan setelah tantangan yang kita hadapi pada tahun 2020 (adanya pandemi Covid-19), LPGA sangat aman secara finansial, kokoh dalam bakat kepemimpinan, atau mengikat sponsor yang penuh semangat dan beragam di seluruh dunia."

Dalam 11 tahun kepemimpinan Michael, LPGA memang berada dalam jalur yang tepat. Organisasi ini berkembang sangat pesat. Pada musim 2021, Tour--yang pada 2009 hanya memiliki 24 turnamen (paling sedikit dalam sejarah LPGA) dan total hadiah US$41,4 juta—kini mencapai rekor hadiah uang US$76,45 juta dan 34 turnamen resmi.

Michael sukses memoles ulang wajah LPGA, termasuk juga fungsinya dalam pemberdayaan para anggota member LPGA. ““Ini bukan hanya tentang kita mengejar impian. Sekarang ini tentang wanita dan pemberdayaannya, dan memberikan kesempatan kepada para perempuan. Itu sangat berkaitan erat dengan para korporasi,” kata pemain LPGA Amy Olson, yang merasakan pengaruh positif LPGA ketika dipimpin pria yang kini berusia 56 tahun ini. 

Lalu, bagaimana siapakah yang pantas memimpin LPGA selanjutnya? Meski tidak mempermasalahkan siapa pun (pria atau wanita) yang memimpin, Michael tampaknya lebih suka jika wanita yang menakhodai LPGA.

“LPGA akan dijalankan oleh perempuan,” kata Michael, seperti dikutip Golf Digest. “Saat ini dan akan ada di masa depan. Jadi, jika orang berikutnya tidak mengerti, mereka akan sengsara.”

BOKS

Transformasi LPGA dalam Kendali Michael

Michael Whan menerima tongkat kepemimpinan LPGA pada Oktober 2009. Kondisi LPGA saat itu memang berada dalam titik terendah dalam sejarah organisasi yang mulai bergulir pada 1950 ini. Tour hanya memiliki 24 turnamen (jumlah paling sedikit dalam 40 tahun terakhir) dengan para pegolf wanita terbaik di dunia yang bermain untuk total hadiah US$41,4 juta.

Mantan marketing executive di Proctor & Gamble, Wilson, dan TaylorMade ini harus bekerja keras untuk mengembalikan, dan bahkan memajukan, LPGA. 11 tahun berjalan, LPGA telah memiliki 34 turnamen dengan total hadiah US$76,5 juta. Tayangan TV untuk LPGA Tour pun terus meningkat.

Januari lalu, Michael pun memutuskan untuk mundur dari singgasana. Ia masih tetap berada di LPGA Tour hingga ada penggantinya nanti. Berikut beberapa sentuhan Michael yang berhasil mengubah LPGA hingga seperti sekarang ini:

  • Michael sangat percaya dan mendukung para pemain LPGA Tour.
  • Komunikasi antara Michael dan anggota LPGA sangat langsung, yang membantu tujuan (organisasi dan pemain) tetap sejalan.
  • Prinsip kerja Michael adalah “Bertindak seperti Seorang Pendiri”. Ini diterapkan dalam sebuah tindakan dan cara berpikir yang efektif.
  • Ia menggenjot pembinaan golf dalam level junior, melalui LPGA-USGA Girls Golf Program. Ketika mulai menjadi komisioner, hanya ada 5.000 junior putri. Kini jumlahnya sudah mencapai 90 ribuan!
  • Michael pun terlibat dalam membangun infrastruktur yang memperkuat fondasi kompetisi profesional wanita. LPGA dalam pimpinannya mengambil alih manajemen Symetra Tour (LPGA Development Tour) untuk para pemain potensial di LPGA Tour nantinya.
  • Pada 2019, LPGA berpartner dengan Ladies European Tour yang memberikan peluang bermain yang terbuka bagi pemain-pemain Eropa dan internasional lainnya.

Sumber: GolfDigest

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE