AUTHOR

OBGOLF

23 June 2021

Memecah Kebuntuan di Major Ketiga

Kegagalan Xander Schauffele di PGA Championship lalu memutus laju 12 kali penampilan gemilangnya berturut-turut di ajang major. Sejarah Xander yang bagus di US Open tetap menempatkan namanya sebagai salah satu favorit juara. Mungkinkah ini saatnya bagi Xander?

Ketika putt terakhir bernilai bogey masuk hole, wajah Xander Schauffele (dibaca: SHA-fa-lee) menunjukkan kekecewaan. Hasil di hole 18 itu membuat pegolf berusia 27 tahun itu gagal lolos cut. Xander membukukan skor +6, lebih satu pukulan dari batas cut +5. Ini menjadi missed cut pertamanya dalam 13 penampilan terakhirnya, dan menghentikan 12 perfoma made the cut berturut-turut, di turnamen berskala major.

Satu yang (mungkin) melegakan Xander bahwa permainannya di PGA Championship memang tidak sebaik di major-major lainnya, meski ini sebenarnya bukan menjadi alasan yang bisa diterima. Lima kali bermain dalam lima tahun terakhir, ia harus dua kali missed cut (2017 dan 2021). Posisi terbaiknya adalah T10, yang dibukukannya tahun lalu. Dua kali gagal lolos cut adalah noda dalam 14 kali penampilannya di ajang major sejak tampil pertama kali pada 2017.

“Sejujurnya, saya punya sikap yang buruk soal lapangan golf itu (Ocean Course-Kiawah Island Golf Resort),” kata Xander, seperti dikutip Columbus Dispatch. “Aku hanya tidak terlalu menyukainya. Saya tidak mengatakan saya punya permainan yang cukup untuk menang minggu itu, tetapi saya tentunya punya permainan yang cukup untuk bersaing, dan bagi saya, gagal lolos cut itu sedikit ceroboh dan bodoh. “

Kini, Xander menatap US Open pada 17-20 Juni nanti. Major ketiga tahun ini akan berlangsung di Torrey Pines Golf Course, San Diego, California. Selain di US Masters, pegolf yang memiliki nama lengkap Alexander Victor Schauffele ini memiliki catatan bagus jika tampil di US Open (Lihat Empat Penampilan Terakhir di US Open). Selalu berada di Top 6 dalam empat pergelaran US Open terakhir, sangat pantas jika nama Xander masuk dalam daftar favorit juara di Torrey Pines.

Tampil dengan lebih banyak diposisikan sebagai underdog, Xander saat ini justru sudah mengoleksi empat gelar PGA Tour. Sejak berstatus profesional pada 2015, lulusan San Diego State University ini dikenal sebagai salah satu pegolf paling konsisten di PGA Tour. Konsistensi ini dibukukannya dengan rekor 22 kali made the cut berturut-turut, posisi ketiga setelah Tiger Woods (142) dan Rory McIlroy (25). Posisi No. 5 Dunia menjadi bukti performanya yang stabil, dan tentunya dukungan empat gelar PGA Tour.

Xander sendiri cukup puas dengan konsistensinya. Dalam pencarian lebih banyak konsistensi permainannya, Xander terus berupaya untuk menambah koleksi gelar, dan pastinya menggapai major pertamanya.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE