AUTHOR

OBGOLF

11 February 2021

Di Balik Layar Seorang Cablinasian

HBO merilis film dokumenter perjalanan Tiger Woods yang ditayangkan Januari lalu. Sosok pegolf idola dunia ini ditampilkan dengan berbagai cerita di belakang hegemoninya, yang justru menunjukkan bahwa Tiger juga manusia.

“Mohon maaf, saya kadang sedikit emosional kalau bicara soal anak saya. Hati saya penuh dengan keceriaan ketika saya sadar bahwa anak muda ini akan menolong banyak orang. Ia akan melampaui (batas) permainan ini dan membawa ke dunia ini sebuah sisi kemanusiaan yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik untuk didiami karena keberadaan dan kehadirannya. Ini harta karun saya. Mohon diterima dan digunakan dengan bijak.”                                        

Earl Woods

(Resepsi Haskins Collegiate Award, 1996)

 

Kalimat-kalimat yang diucapkan Earl Woods dalam sebuah perjamuan ini menjadi pembuka film dokumenter HBO bertajuk “Tiger”. Dokumenter yang terdiri atas dua seri ini membedah perjalanan sosok legenda golf Tiger Woods. Film yang dibuat dari buku biografi berjudul Tiger Woods (2018) ini tidak hanya menampilkan momen-momen kemenangan dan bersejarah Tiger, tetapi juga menghadirkan wawasan baru tentang kondisi psikologis pria yang bernama lengkap bernama Eldrick Tont "Tiger" Woods ini dan berbagai pengorbanan yang dilakukannya untuk menjadi pemenang major hingga 15 kali ini.

Seri pertama bercerita mengenai kehadiran seorang bocah ajaib dengan bakat golfnya yang kemudian menjadi pemain amatir sensasional hingga pegolf dunia. Penonton dihibur dengan potongan-potongan video yang tidak banyak diketahui publik, bagaimana hubungan nyata antara Tiger dan sang ayah Earl di lapangan golf. Pengaruh kuat Earl yang membina Tiger dari sejak dini membentuk juara major 15 kali (dalam total 82 gelar juara PGA Tour) ini tangguh dalam permainan dan mental.

Sisi lain tidak pernah diketahui banyak orang adalah masa muda pegolf yang mengaku bahwa dirinya bukan ras kulit hitam-Asia, melainkan Cablinasian, kependekan dari Caucasian, Black, American Indian, dan Asian ini. Bagaimana hubungan Tiger dengan pacar pertamanya, sosialisasinya dengan teman-teman sebaya dan lingkungan sekitarnya, dan juga tingkah laku di sekolah ini sangat kontras dengan penampilan cool-nya ketika sedang manggung di lapangan.

Tiger pun membuat pengakuan bahwa dia. Kisah muda Tiger ini dilengkapi beberapa wawancara dari mantan pacar pertamanya, teman dekatnya, dan juga sahabat-sahabat dekat Earl. Di samping itu, beberapa interview dari para penulis olahraga, mantan pegolf dunia Nick Faldo, dan mantan kedi Tiger, Steve Williams, pun membuka wawasan lain bagaimana sosok Tiger sebenarnya di lapangan.

Seri kedua bercerita sosok Tiger pasca-wafatnya Earl pada 2006. Peristiwa-peristiwa penting yang diukir Tiger di beberapa turnamen berbalut dengan tema-tema sensitif, seperti kehidupan malam Tiger, hubungan perselingkuhan yang memicu perceraiannya dengan mantan model Swedia Elin Nordegren pada 2009, dan penahanan Tiger karena mengemudi dalam pengaruh obat-obatan, yang digali lebih detail. Dalam masa jatuh itu, kondisi Tiger diperparah dengan cedera ACL yang mengharuskannya ke meja operasi beberapa kali. Masa-masa jatuh Tiger (2010-2011 dan 2014-2018) dipengaruhi berbagai faktor yang menerpa pegolf yang kini berusia 45 tahun ini.

Film dokumenter ini ditutup dengan keberhasilan Tiger memenangi major ke-15 di Masters Tournament 2019. Kemenangan di Augusta ini menjadi puncak kebangkitan Tiger, yang mulai kembali ke arena kompetitif pada akhir 2017 setelah 301 hari absen. Kehadiran pemain yang disebut-sebut sebagai Michael Jordan-nya golf ke turnamen kompetitif memang banyak dinanti para penggila golf.

Masters 2019 ini pun menjadi momen yang menampilkan sosok baru Tiger. Ia kini menjadi pemain yang menikmati golf sebagai permainan yang menyenangkan dan figur yang ramah dengan sekelilingnya, bukan pemain yang bak robot mengejar target rekor major. Tiger seperti manusia lainnya telah belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu.

“… Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik untuk didiami karena keberadaan dan kehadirannya. Ini harta karun saya. Mohon diterima dan digunakan dengan bijak.”

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE