AUTHOR

OBGOLF

18 February 2021

10 Fakta Anak Emas

Sebelum Masters 2015 dimulai, Jordan Spieth sempat mendapatkan julukan “Anak Emas” dari beberapa rekan golf karena dalam beberapa peristiwa golf Jordan melakukan hal-hal yang “luar biasa”. Namun, ketika berhasil menyandang Jaket Hijau di 2015, julukan “Anak Emas” pun melekat pada diri Jordan. Meski Jordan sangat tidak menyukai julukan tersebut, beberapa prestasinya seakan mengukuhkan sentuhan midas ala Jordan yang mampu mengubah swingnya menjadi “emas” (baca: prestasi).

  1. Baseball awalnya menjadi olah raga pilihan Jordan ketika masih kecil. Namun, di usia 13, Jordan kemudian memutuskan untuk fokus hanya di golf jika ia benar-benar ingin mencapai potensialnya. “Itu adalah hari yang tersulit dalam hidup saya,” kata Jordan, seperti dikutip Golf Digest.
  2. Jordan mengukir beberapa prestasi semasa junior. Ia menjuarai US Junior Amateur dua kali, di bawah Tiger Woods yang mengoleksi gelar junior tiga kali. Jordan pernah menempati posisi 1 AJGA Golf Ranking (2011), dan meraih penghargaan Rolex Junior of the Year pada 2009. Ketika lolos cut di Byron Nelson Championship (2010), ia pun menjadi pegolf termuda keenam yang berhasil lolos cut di turnamen PGA Tour.
  3. Pelatih Cameron McCormick melatih Jordan sejak ia berusia 12 tahun. Cameron yang merupakan pelatih muda terbaik versi Golf Digest merupakan guru mantan presiden George Walker Bush.
  4. Swing Jordan dikenal tidak merujuk pada standar swing yang umum. Menurut pelatih Cameron McCormick, swing Jordan merupakan contoh klasik dari fungsi di atas bentuk. Ia menyukai variasi yang tidak biasa dari grip yang overlapping, dan posisi lengan kiri saat impact bukan sesuatu yang pelatih golf sarankan untuk ditiru. Menariknya, swing ini bekerja (khusus) untuk Jordan.
  5. Pada 2013, di usia 19 tahun, Jordan memenangi gelar pertamanya (John Deree Classic) di PGA Tour. Selain menjadi pegolf keempat termuda yang menjuarai turnamen PGA Tour, Jordan pun memecahkan rekor sebagai juara termuda. Rekor sebelumnya dipegang Ralph Guldahl (1931), yang berusia 20 tahun ketika menang di Santa Monica Open.
  6. Ketika menjuarai Masters 2015, Jordan menyamai skor total yang diukir Tiger Woods 270 (18-di bawah-par) pada 1997. Jordan yang waktu itu berusia 21 tahun 9 bulan menjadi peraih Jaket Hijau termuda dalam sejarah Masters setelah Tiger Woods dengan 21 tahun 3 bulan pada 1997. Keberhasilan ini mengangkatnya namanya ke No. 2 Dunia.
  7. Usai Masters, Jordan kembali mencetak sejarah di US Open 2015. Meraih gelar major yang kedua, Jordan menjadi pegolf kedua termuda setelah Bobby Jones pada 1923. Tidak hanya itu, Jordan pun merupakan pegolf keenam yang mampu mengawinkan dua gelar major dalam satu musim setelah Craig Wood, Ben Hogan, Arnold Palmer, Jack Nicklaus, dan Tiger Woods.
  8. Di akhir musim 2015, Jordan menjadi pegolf paling makmur dalam daftar pendapatan 2015. Pemasukan sebesar US$50 juta (termasuk kontribusi dari kemenangan dari dua major dan FedEx Cup) menempatkan Jordan di atas Tiger dalam daftar tersebut. Namun, di musim berikutnya, peringkat Jordan merosot ke posisi kelima, “hanya” mengumpulkan US$30 juta.
  9. Pada 2016, Majalah Time menobatkan Jordan sebagai salah satu dari "100 Orang Paling Berpengaruh". Time mengatakan bahwa Jordan telah “memberikan teladan segala sesuatu yang hebat tentang olahraga”.
  10. Gelar juara di Open Championship 2017 merupakan titel terakhir Jordan sepanjang karier profesionalnya sejak 2012. Titel ketiganya ini menempatkan nama Jordan sebagai pemenang termuda dalam sejarah turnamen major tertua di dunia. Ia menjadi satu dari dua pegolf yang bisa memenangi tiga major sebelum usia 24 tahun. Pegolf satunya lagi adalah Jack Nicklaus.
A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE