AUTHOR

OBGOLF

19 April 2021

Wakatobi Eksotisme Gugusan Empat Pulau

Sejak diperkenalkan sebagai Taman Nasional Wakatobi pada 1996, wilayah yang berada di tenggara Provinsi Sulawesi Tenggara ini masuk dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi di Indonesia. Ketika Kabupaten Wakatobi dibentuk pada 2003, taman nasional ini mendapat perhatian lebih dalam penataan potensi wisata sehingga keasrian dan keindahan “harta karun” laut ini makin terjaga dan terawat.

Taman Nasional Wakatobi memiliki luas area dengan total 1,39 juta hektare. Dengan keanekaragaman hayati laut dan terumbu karang, beberapa area di taman nasional ini menjadi spot favorit untuk snorkeling dan menyelam. Dengan kedalaman air yang bervariasi, dan bagian terdalam mencapai 1.044 meter di bawah permukaan air laut, wisata laut merupakan aktivitas yang tidak mungkin dilewatkan ketika berkunjung ke kabupaten ini.

Wakatobi merupakan kabupaten yang terbentuk dari banyak pulau. Nama Wakatobi sendiri merupakan kependekan dari nama empat pulau, Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, yang menjadi poros utama taman nasional ini.

Selain destinasi bahari yang menjadi surga bagi ribuan spesies biota laut, Wakatobi pun memiliki destinasi wisata menarik lainnya seperti peninggalan benteng-benteng yang tersebar di beberapa pulau, beberapa gua dengan aliran air tanah di dalamnya yang layak dijelajahi, dan perkampungan Suku Bajo. Tentunya, pantai-pantai di Wakatobi merupakan tujuan wisata dengan segala kelebihannya yang tidak akan dilewatkan.

TUJUAN FAVORIT

Pulau Wangi Wangi

Sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Wakatobi,  Pulau Wangi Wangi tetap menyodorkan wisata-wisata alam yang memanjakan para wisatawan. Ada pantai bernama Pantai Moli’i Sahatu yang bermakna “seratus mata air”. Nama ini menggambarkan kondisi pantai ini yang dikelilingi ratusan mata air.  Selain itu, ada juga  Gua Kontamale yang memiliki mata air di dalamnya. Kabarnya, air dalam gua bisa membuat enteng jodoh. Masih banyak destinasi lain yang bisa dieksplorasi dalam pulau ini.

Pulau Tomia

Pulau ini merupakan yang terkecil dari empat pulau poros Wakatobi. Tomia memiliki daratan yang dipenuhi dengan bukit-bukit, lembah, serta sabana yang membentang luas. Di sini, terdapat situs sejarah seperti Benteng Patuha. Selain keindahan di daratan Tomia, laut yang mengelilingi pulau ini menjadi area yang tepat untuk melakukan kegiatan di bawah air, kerane menawarkan keindahan bahari di pulau yang termasuk ke dalam kawasan segitiga terumbu karang dunia itu

Kampung Suku Bajo

Suku Bajo merupakan bagian dari penduduk Wakatobi. Kehebatan dan ketangkasan mereka di tengah laut menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Wakatobi. Perkampungan suku pengembara laut tertua yang ada di Wakatobi ini berada  di pinggir laut. Suku Bajo tersebar di pulau-pulau Wakatobi, Wangi Wangi dan Kaledupa. Wisatawan dapat berbaur dalam kehidupan Suku Bajo, bercengkerama dan merasakan keistimewaan masakan laut khas Suku Bajo.

Pulau Anano

Pulau kecil yang tak berpenghuni ini menawarkan pasir pantai putih yang indah dan air pantai yang jernih untuk dinikmati. Namun, kelebihan Pulau Anano yang tidak dimiliki pulau-pulau lain adalah adanya koloni penyu hijau dan penyu sisik bertelur, yang sangat dilindungi. Karena itu, Pulau Anano pun disebut juga Pulau Seribu Penyu.

MAKANAN LOKAL

Sup Ikan Parende

Makanan ini adalah sup ikan segar dengan kuah encer kuning yang berasal dari kunyit. Jenis ikan yang digunakan untuk sup ini adalah cakalang, tongkol, tuna, dan kakap merah. Ikan yang terakhir ini dulunya menjadi bahan utama sup ikan yang disantap Sultan dan disajikan untuk para bangsawan. Bahan penyedap sup ikan ini adalah tomat, belimbing wuluh, daun kemangi, asam jawa atau jeruk nipis, bawang merah, bawang putih, kunyit, dan daun serai.

Kasoami

Makanan tradisional khas asal Kabupaten Wakatobi ini terbuat dari ubi kayu atau singkong yang dihaluskan dan dikukus kemudian dibuat menyerupai kerucut atau tumpeng. Penganan ini akan terasa nikmat disantap dengan ikan asin atau ikan bakar.

Kapusu Nosu

Kapusu Nosu adalah bubur jagung khas Sulawesi Tenggara. Memiliki cita rasa khas manis, bubur ini terbuat dari bahan dasar jagung yang dicampur dengan kacang merah. Bubur ini menggunakan kuah dari santan kelapa, yang ditaburi garam (sesuai dengan selera). Sajian Kapusu kadang lebih nikmat sambil ditemani ikan kering dan sambal terasi.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE