AUTHOR

OBGOLF

23 June 2021

Salah Satu Taman Bumi Dunia

Setelah keindahannya diangkat sebagai latar sebuah film nasional, nama Belitong kini makin mendunia. UNESCO telah menetapkan pulau yang berada di wilayah Provinsi Bangka Belitung ini sebagai Global Geopark 2021.

Terletak di Laut Jawa di lepas pantai Timur Sumatera, Pulau Belitong yang masih natural menyodorkan eksotisme keindahan alam yang ditampilkan dalam sebuah film populer Indonesia berjudul Laskar Pelangi. Film yang diproduksi pada 2008 ini mengangkat nama Belitong sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia.

Diapit Selat Gaspar dan Selat Karimata, Pulau Belitong, atau Belitung—nama yang dikenal secara umum, yang memiliki luas area 4.800 km2 itu--adalah satu dari dua pulau utama dari Provinsi Bangka Belitung. Selain dikenal dengan sumber daya alam--seperti lada dan timah—yang berlimpah, Belitong pun ternyata kaya dengan lanskap yang alami dan belum terjamah.

Pantai-pantai di Pulau Belitong menyodorkan pasir-pasir yang putih dan lembut, berhiaskan bongkahan batu-batu granit besar yang memesona dan air laut berwarna biru. Pantai-pantai yang paling populer adalah Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi, yang makin ngetop setelah menjadi lokasi syuting Laskar Pelangi.

Pulau-pulau terdekat yang populer untuk dikunjungi dalam perjalanan sehari adalah Pulau Batu Berlayar yang berbatu, Pulau Pasir yang hanya terbuat dari pasir, dan Pulau Lengkuas yang merupakan rumah bagi mercusuar berusia 130 tahun. Pulau Babi dan Kelayang adalah tempat yang bagus untuk snorkeling dengan hamparan karang yang masih alami dan menunggu untuk dijelajahi.

Film Laskar Pelangi jelas sangat mengangkat popularitas pulau yang bermakna siput laut dalam bahasa lokal. Keindahan pulau tersebut menjadi latar cerita sekelompok anak yang berjumlah 10 orang dengan dua guru inspiratif mereka yang berjuang melawan kemiskinan untuk membuka harapan masa depan di Desa Gantong, Manggar.

Tidak hanya Pantai Tanjung Tinggi, kawasan Manggar pun menjadi destinasi wisatawan. Di kota yang merupakan ibu kota Kabupaten Belitong Timur, Anda bisa berkunjung ke replika SD Laskar Pelangi, Rumah Keong, Museum Kata Andrea Hirata (penulis buku Laskar Pelangi), dan tentunya mencicipi kopi khas Manggar, yang dijuluki “kota 1001 warung kopi“.

Keindahan alam bumi Belitong ini akhirnya mendapat pengakuan dunia. Pada April lalu, UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa) menetapkan Belitong sebagai Global Geopark baru. Keberagaman geologis, termasuk lanskap, bebatuan, mineral, proses geologis dan tektonik serta evolusi bumi di Belitong, menjadi nilai utama pengakuan UNESCO tersebut. Lanskap Pulau Belitong yang unik ini menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna. Beberapa di antaranya bahkan hanya ditemukan di Belitung, seperti ikan toman dan ikan hampala.

Penetapan Geopark Belitong ini merupakan geopark nasional Indonesia keenam yang diakui UNESCO Global Geopark setelah Kaldera Toba, Batur, Ciletuh, Gunung Sewu, dan Rinjani.

Ada beberapa geosite di Belitong yang layak dikunjungi. Juru Seberang, misalnya, merupakan bekas kawasan penambangan timah lepas pantai. Kini, di tempat ini, bisa ditemukan Cangkang kerang purba--Lingula unguis--hewan yang berevolusi 542 juta tahun yang lalu, dan juga proyek pembiakan ikan kerapu dan udang, dan penanaman kembali pohon bakau.

Lalu, ada Bukit Peramun yang menjadi habitat monyet mungil (Tarsius) menjadi destinasi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan Belitung dari ketinggian. Hutan di Bukit Peramun tercatat memiliki 147 jenis pohon berkhasiat obat, sekaligus delapan jenis tanaman anggrek, dan 30 jenis lumut.

Jangan lewatkan untuk berkunjung ke Desa Tanjung Kadis. Di sana terdapat Batu Baginde-- bebatuan granit--yang diperkirakan berusia lebih dari 200 tahun. Karena lokasinya yang tidak jauh dari Pantai Penyabong, wisatawan pasti menyempatkan diri untuk datang ke Batu Baginde usai bermain air di pantai tersebut.

TAHUKAH ANDA

Belitong hanyalah sebuah pulau kecil. Ada dua kota utama di pulau tersebut: Tanjung Pandan dan Manggar. Dari Tanjung Pandan di pantai Barat ke Manggar di pantai timur, waktu yang ditempuh hanya satu setengah jam.

 

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE