AUTHOR

OBGOLF

11 February 2021

ENDE Cindai dari Flores Selatan

Ende memiliki ibu kota kabupaten yang bernama sama. Terletak di pesisir selatan, Ende dikenal sebagai kota terbesar di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dikelilingi oleh tiga gunung nan eksotis, yaitu Gunung Meja, Gunung Iya, dan Gunung Wongge, Kota Ende menyimpan ragam potensi wisata alam yang menakjubkan. 

Kota Ende--yang menurut sumber penelitian F.X. Soenaryo bahwa kata Ende diperkirakan berasal dari cindai, yang dalam kamus adalah nama kain sutera yang berbunga-bunga--sendiri masuk dalam bagian sejarah nasional. Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno pernah menjalani pengasingan di kota ini. Di sini pula, Bung Karno, demikian Soekarno akrab disapa, pun melahirkan ide Pancasila yang kemudian menjadi dasar Negara Indonesia.

Seperti halnya kota-kota lain di Nusa Tenggara Timur, pembangunan di Kota Ende terus berlangsung. Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang digenjot karena Ende memiliki potensi wisata alam yang sangat besar. Potensi tersebut berada di pantai-pantai yang terbentang di pesisir selatan dan Kawasan Taman Nasional Kelimutu.

Kabupaten Ende memiliki banyak pantai yang bisa dinikmati, dari Pantai Ria di Kota Ende hingga ujung barat perbatasan dengan kabupaten Nagekeo: Pantai Barai, Pantai Nangalala, Pantai Maukeke, Pantai Penggajawa, hingga pantai Nangamboa. Salah satu pantai yang populer di Kabupaten Ende adalah Pantai Batu Biru yang berada di Penggajawa.

Sementara itu, Kawasan Taman Nasional Kelimutu menjadi magnet utama para wisatawan datang ke kota ini. Taman nasional yang terkecil dari enam taman nasional di kawasan Bali dan Nusa Tenggara ini ini terdiri dari perbukitan dan pegunungan. Gunung Kelibara merupakan puncak tertinggi yang memiliki ketinggian mencapai 1.731 meter, dari dua gunung lainnya: Gunung Kelimutu (1.640 mdpl) dan Gunung Kelido (1.641 m dpl).

Taman ini juga memiliki hutan kecil seluas 4,5 hektare sebagai tempat perlindungan berbagai jenis flora dan fauna, beberapa bahkan terbilang langka dan juga endemik. Puncak Gunung Kelimutu yang merupakan pusat atraksi Taman Nasional ini menyuguhkan tiga danau warna yang menjadi daya tarik banyak wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

TUJUAN FAVORIT

Museum Pengasingan & Taman Renungan Bung Karno

Di zaman kolonial Belanda, Ende merupakan tempat pengasingan tokoh perlawanan Indonesia yang kemudian menjadi Presiden pertama RI, Soekarno.  Rumah tinggal Soekarno selama di pengasingan Ende kemudian menjadi salah satu bangunan bersejarah. Tidak banyak perubahan dari bentuk asli rumah yang didirikan pada tahun 1927 itu, kecuali atapnya. Selain itu, Soekarno sering mengunjungi sebuah taman yang kemudian menjadi bersejarah karena menjadi tempat perenungan mengenai masa depan bangsa dan juga tempat lahirnya ide Soekarno tentang Pancasila, yang menjadi dasar Negara Indonesia.

Air Terjun Kedebodu dan Murundao

Hanya 13 km dari Kota Ende, Anda bisa berkunjung ke Kampung Kedebodu. Di kampong tersebut terdapat air terjun Kedebodu dengan ketinggian 35 meter. Air terjun ini bisa menjadi sarana refreshing sambil merasakan dinginnya air tersebut.  JIka masih belum puas dengan air terjun Kedebodu, Anda bisa mendatangi air terjun Murundao yang menawarkan pemandangan dan air yang lebih menyegarkan lagi. Air terjun ini bisa dijangkau dalam waktu 1 jam 30 menit (60 km) dari Ende ke arah timur laut.

Pantai Batu Biru  

Terletak di Kelurahan Ndoru Rea, sekitar 30 menit dari pusat Kabupaten Ende, pantai ini memiliki keunikan dengan batu-batu yang mendominasi pantai. Selain itu, warna biru kehijauan terpancar dari batu-batu tersebut. Keindahan batu-batu ini melengkapi kecantikan pantai  dengan air laut yang berwarna biru pula.

Kampung Adat Saga

Berada di dalam Taman Nasional Kelimutu, terdapat sebuah sebuah kampung adat Saga yang ditempati Suku Lio. Mereka menjalani tradisi luhur yang sudah berjalan berabad-abad. Kampung Saga ini sendiri berada di lereng perbukitan yang dikelilingi oleh rimbunnya hutan dan ladang kopra warga. Keunikan kampong ini adalah rumah-rumah adat tradisionalnya, yang disebut sa’o. Ada 22 Sa’o di Saga yang berdiri utuh. Rumah-rumah ini dibangun di tanah rata bertingkat yang bagian pinggirnya disusun bebatuan sebagai penahan.

Danau Tiga Warna

Terletak di puncak Gunung Kelimutu, ada tiga danau yang juga dikenal sebagai Danau Kelimutu dengan warna-warna yang berbeda. Ketiga danau yang berada di ketinggian 1.639 mdpl ini terbentuk dari proses vulkanis Gunung Kelimutu yang masih aktif hingga kini. Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai yang terletak di bagian kiri merupakan danau terluas (5,5 hektare) dan terdalam (127 meter) di antara ketiga danau tersebut.

Bagian kanan adalah danau Tiwu Ata Polo dengan luas empat hektare dengan kedalaman 64 m. Danau yang ketiga yang letaknya terpisah di antara dua lainnya bernama Tiwu Ata Mbupu, dengan luas 4,5 hektare dengan kedalaman 67 m. Ketiga danau itu selalu berubah-ubah warna airnya, yang kabarnya diakibatkan oleh reaksi kimiawi antara senyawa serta organisme yang terkandung di dalam air danau.

MAKANAN LOKAL

Uwi Ai Ndota

Ini merupakan salah satu makanan khas Ende yang populer. Uwi ai ndota terbuat dari bahan dasar ubi kayu (masyarakat Ende menyebutnya ubi nuabosi), yang hanya

bisa tumbuh di Flores.

Ubi kayu itu diparut dan dicincang. Dimasukkan ke dalam air, lalu diperas hingga airnya habis. Ubi kayu kemudian ditaruh dalam wadah, dan ditaburi garam dan dikukus hingga matang.

Se’i

Se'i atau daging asap terbuat dari daging sapi atau daging babi yang dimasak hingga matang melalui proses pengasapan. Se'i ini biasanya disantap dengan tumis bunga pepaya atau sayur-sayur lain khas Nusa Tenggara Timur.

Rumpu Rampe

Salah satu makanan khas Ende yang lain adalah rumput rampe. Kuliner ini mirip seperti urap yang berasa dari tanah Jawa. Bedanya, rumput rampe terbuat dari daun singkong, daun kelor, gedebog pisang dan daun pepaya. Masakan ini dibumbui bawang putih, bawang merah, tomat, cabai, dan terasi udang yang sudah dihaluskan dan ditumis.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE