AUTHOR

OBGOLF

05 October 2020

Cara Pukulan Greenside Bunker

Dengan jarak seperti itu, kita cukup membuka clubface hingga sejajar dengan pasir. Jika jaraknya lebih panjang, clubface ditutup hingga 45 derajat. 

Biasanya, saat mengeluarkan bola dari bunker, kita perlu menggunakan bounce wedge yang di gunakan. Ada tiga cara untuk menghasilkan bounce ini: menggunakan club (seperti saya pakai wedge bounce 11 dengan 58 derajat), meng-adjust club dengan menurunkan tangan ketika set up, dan terakhir membuka clubface. Nah, untuk bunker yang berjarak 5-10 meter ke hole, kita perlu membuat banyak bounce. Perhatikan langkah-langkah berikut ini: 

Setup (Foto: 1A)

Posisikan kaki lebih lebar dari bahu. Bahu sedikit maju ke depan, dan agak turun. Set up dengan kuda-kuda yang lebih rendah dari setup biasanya, tangan juga lebih direndahkan, dan clubface dibuka. Posisi bola condong ke kaki kiri.

(Foto: 1B)

Beberapa orang yang menggunakan gambar arah jarum jam, untuk mengimajinasikan diri dalam melakukan pergerakan swing. Posisi bola di arah jam 6. Backswing di arah jam 9, follow through hingga lebih dari jam 3.

Backswing: (Foto 2)

Posisi tubuh condong lebih berat ke kaki kiri. Belahan dada juga condong ke kiri atau sejajar dengan posisi bola.

Impact (Foto 3)

Ketika impact, club terlebih dahulu mendarat di pasir dengan jarak satu atau dua bola di belakang bola yang akan dipukul agar mendapatkan spin. Pakai wedge 58 derajat untuk terbang bola lebih tinggi agar jatuh bola ke green lebih soft, sedangkan wedge 50 derajat untuk lebih rendah dengan rolling bola lebih banyak.

Pasca-Impact (Foto 4A dan 4B)

Pertahankan posisi tubuh condong lebih berat ke kaki kiri. Saat kontak antara club dan bola sudah terjadi, feeling harus terasa seperti club sedang jatuh tapi tangan tidak ikut. Jadi, hanya pergelangan tangan yang berporos dengan club bergerak turun (imajinasinya, seperti sedang memancing ikan, yang bergerak pergelangan tangan dan pancing ikan). Untuk lower body, kalau di bunker kita biasanya tidak mau gerakan di bagian tubuh itu. Dari set up hingga follow through, lower body (tubuh bagian bawah) tetap statis dengan berat badan lebih bertumpu pada kaki kiri

Follow through (Foto 5A) dan Finish (Foto 5B)

Waktu follow through, yang terpenting adalah berat badan tetap di kaki kiri. Jika berat badan bergeser ke kaki kanan, nanti kontak dengan bola bisa kurang bagus. Karena itu, kita harus memastikan berat badan tetap dijaga (untuk statis) dari backswing hingga follow through. Saat follow through kita harus memastikan club face memiliki speed lebih cepat (lihat foto Impact, club dan tangan sudah melewati bola). Di bunker, kecepatan itu penting banget. Kadang-kadang amatir selalu menurunkan kecepatan waktu impact, sehingga saat impact kontak antara bola dan club head terasa berat (club mengenai banyak pasir sebelum mengenai bola).

Catatan: Pukulan

dari bunker ini wajib dilatih berkali-kali untuk menemukan feeling sehingga paham berapa jarak yang dijangkau dengan clubface dibuka atau tutup. Selamat mencoba!

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE