AUTHOR

OBGOLF

25 August 2021

Pentingnya Kesehatan Mental bagi Atlet

Kesehatan mental adalah sebuah aspek/komponen yang sering kali diabaikan, tidak hanya di kehidupan para atlet tetapi juga di kehidupan kita sehari-hari secara umum.

 

Sebagai atlet, kita cenderung terlalu fokus hanya kepada latihan dan kompetisi, yang sebenarya tidak dapat disalahkan. Akan tetapi, sesungguhnya, Anda tidak bisa menjadi atlet hebat tanpa memiliki mental game dan kesehatan mental yang kuat.

 

Juara tenis, Naomi Osaka, baru-baru ini memutuskan untuk mundur dari the French Open, salah satu turnamen tenis terbesar, salah satu dari empat Grand Slam dengan alasan menghindari konferensi pers wajib setelah pertandingan. Setelah mengalami depresi selama hampir tiga tahun, ia tidak ingin mempertaruhkan kesehatan mentalnya ke lingkungan yang penuh tekanan dari acara jumpa pers ini, demikian penjelasannya.

 

Peristiwa ini telah menyorot masalah yang sangat serius dalam industri olahraga: Kesehatan Mental. Bahkan pegolf legenda, Jack Nicklaus, berkomentar mengenai insiden ini. Bersama para pegolf dan atlet-atlet hebat dari berbagai cabang olahraga lainnya, ia mendukung Osaka, dalam menyorot pentingnya “menjaga diri”, terutama mental.

 

Olahraga mengajarkan kita banyak pelajaran hidup yang penting. Dari luar, atlet terlihat tangguh, kuat, dan percaya diri. Tekanan untuk selalu terlihat atau menjadi sempurna ini sering kali dapat memakan korban jiwa. Bahkan, atlet-atlet muda yang baru saja memulai kariernya dapat merasakan banyak tekanan untuk tampil, baik di lapangan maupun di sekolah. Menurut sebuah studi baru-baru ini, 1 dari 5 remaja menderita depresi klinis. Apabila mereka bukan “atlet juara” atau murid teladan, mereka akan mulai merasa diri-Nya kurang atau bahkan tidak mampu.

 

Dengan ekspektasi yang tidak realistis dari diri mereka sendiri atau keluarga dan meningkatnya rasa takut tertinggal yang diciptakan oleh media sosial, kecemasan dan depresi di kalangan atlet muda menjadi semakin mengkhawatirkan. Sebagai orang tua/ wali, sangatlah penting untuk mengidentifikasi tanda bahaya sejak dini, dan juga menawarkan dukungan tanpa syarat.

 

Keputusan Naomi Osaka secara terbuka didukung oleh banyak rekan atletnya. Namun, perjalanan menuju tempat yang lebih aman bagi para atlet ini masih panjang.

 

Berikut beberapa pelajaran yang dapat dipelajari oleh para calon atlet dari pengunduran diri Naomi Osaka dari French Open:

 

Batasan yang Sehat

Perawatan diri tidak hanya mencakup makan sehat dan berolahraga. Memperlakukan diri sendiri dengan rasa hormat dan percaya diri dalam mengambil keputusan juga merupakan bentuk perawatan diri. Penting bagi atlet untuk menjaga batasan yang sehat dalam mengelola ekspektasi/ harapan yang tidak realistis dari pelatih, teman, keluarga, jejaring sosial, dll. Batasan yang sehat membantu atlet-atlet muda untuk mengelola tindakan dan interaksi mereka dengan lebih baik tanpa merasa kewalahan, atau kelelahan.

Membangun Sistem Pendukung

Sumber daya kesehatan mental sangat kurang dimanfaatkan dalam industri olahraga dan pendekatan untuk penyakit mental saat ini penuh dengan stigmatisasi. Karena, banyak atlet merasa bahwa mereka harus tegar dan kuat, dan mengakui masalah kesehatan mental bisa berarti dianggap "lemah".

Mendidik para atlet mengenai kebiasaan kesehatan mental yang positif akan membantu mendorong mereka untuk mencari bantuan ketika mereka merasa lelah secara emosional. Orang tua harus belajar membangun sistem pendukung di mana anak-anak mereka merasa aman untuk mengekspresikan emosi mereka, bahkan ketika mereka sendiri tidak memahaminya. Penting untuk membantu para atlet muda memahami dan memvalidasi emosi mereka.

Tidak tahu itu tidak apa-apa

Para atlet sering kali merasa tertekan dengan pertanyaan, “Apa selanjutnya?”. Mereka diharapkan memiliki visi untuk masa depan dan berusaha untuk meraihnya. Hal ini dapat terasa amat sangat melelahkan. Tidak mengetahui jawaban untuk pertanyaan tersebut dapat membuat frustasi dan menyebabkan kegelisahan.

Ingat, terkadang tidak tahu itu tidak apa-apa. Mencari bantuan dari psikolog olahraga dapat membantu mengurangi kegelisahan karena tidak memiliki semua jawaban.

Beristirahat

Tidak peduli seberapa hebat seorang atlet, seberapa besar timnya membutuhkannya, terkadang penting untuk mengambil waktu istirahat. Ada banyak tekanan di sekitar mengambil waktu istirahat, namun mendorong atlet untuk menggunakan waktu senggang untuk beristirahat dan mengisi ulang energinya dapat membantu mereka menciptakan versi baru dari diri mereka sendiri.

Kami harap peringatan mengenai pentingnya kesehatan mental dapat membantu anda selagi anda terus bekerja keras untuk menjadi yang terbaik, menjadi siswa atau student-athlete berprestasi! Dan jangan lupa untuk selalu #DreamBig.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE