AUTHOR

OBGOLF

12 October 2021

Gimana Sih Cara Menjadi Atlet Olimpiade?

Keberhasilan atlet-atlet Indonesia di Olimpiade terwujud berkat pengorbangan diri dalam melatih kedisiplinan diri, latihan intensif, dan membangun determinasi. Totalitas dalam menjalankan program yang disiapkan menjadi pembeda ketika meraih hasilnya.

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu memenangkan emas pertama untuk Indonesia di ganda putri bulu tangkis di Olimpiade tahun ini, melengkapi kesuksesan negara di semua kategori sejak olahraga tersebut menjadi medal event di Barcelona 1992. Di Olimpiade sebelumnya, pencapaian terbaik dari ganda putri Indonesia ini adalah tempat di perempat final.

Kemenangan atas pertandingan yang sengit itu merupakan hadiah yang sangat berharga untuk peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Kejayaan, pujian, dan bahkan bonus finansial yang diterima Greysia dan Apriyani akan menjadi suatu hal yang banyak diimpikan oleh para atlet.

Namun sejauh ini, badminton dan angkat beban adalah sumber utama medali Indonesia di Olimpiade. Sebagai golfer, kami bermimpi suatu hari nanti, kami juga dapat berkontribusi dan mengharumkan nama negara.

Apa yang sebenarnya diperlukan untuk menjadi atlet berprestasi tingkat Olimpiade?

Disiplin diri, latihan intensif, dan determinasi tidak dapat dipungkiri merupakan bagian dari persyaratan dan atribut yang harus dimiliki oleh para atlet, tidak peduli di mana kamu berkompetisi. Jadi, faktor apakah yang membedakannya? Apakah pelatihan, kepribadian, bakat alami, atau bahkan ada faktor lain?

Salah satu hal utama yang harus dikerjakan dan difokuskan adalah belajar berkorban. Atlet Olimpiade memiliki berbagai macam program latihan meliputi latihan jangka panjang dan pembinaan. Atlet-atlet ini tidak bisa bergerak begitu saja. Mereka harus terus meningkatkan keterampilan dan performanya. Dan bahkan, penerapan pelatihan pada teknik saat bertanding dapat menentukan seorang atlet mampu menjadi bagian dari tim atau tidak, terlebih menang di pertandingan. 

Sementara kebanyakan orang pergi ke gym, spin class, yoga, atau latihan Pilates hanya kemungkinan menghasilkan perubahan kecil setelah melewati kelas pemula, program latihan atlet-atlet Olimpiade menghasilkan perkembangan yang konstan. Ada latihan penguatan, conditioning, perenggangan, dan upaya pemulihan (dingin, panas dan dingin bergantian), hidrasi, rehidrasi, nutrisi yang tepat, perawatan & pengobatan atlet, dan tentunya tidur yang cukup. Atlet Olimpiade harus menjalankan serangkaian program tersebut sembari berusaha menghindari overtraining yang dapat mengakibatkan penurunan performa.

Ketika kebanyakan orang dapat bertemu dengan teman-temannya sampai larut malam tetap tampil cukup baik di tempat kerja atau di kantor keesokan harinya, sebagai atlet elite kamu harus meninggalkan aktivitas serupa dan tidur lebih awal karena, tanpa tidur yang cukup, kamu tidak akan bisa berlatih di level tinggi yang sama keesokan harinya. Dan di situasi yang amat sangat kompetitif ini, mereka yang beristirahat cukup akan tampil lebih baik saat berlatih dan berpotensi memiliki peningkatan yang lebih baik dari atlet lainnya. Beban dan intensitas latihan yang hanya berfokus untuk sampai ke titik puncaknya merupakan kesalahan yang dapat mengarah ke efek domino yang tidak sebanding dengan risikonya.

Golf Indonesia mungkin belum sampai ke Olimpiade. Namun, hal ini bukan berarti usaha kita bisa dimulai nanti. Usaha kita dimulai dari sekarang! Sesederhana kamu berkomitmen penuh dan berdedikasi saat berlatih setiap harinya, rela mengorbankan makanan cepat saji atau es krim, atau hangout larut malam bersama teman-teman untuk fokus berkembang -- berlatih dan bertanding.

Banyak atlet junior sering memperlakukan olahraga sebagai “pelarian” agar mereka tidak perlu pergi ke sekolah atau belajar atau bekerja kantoran. Hal tersebut tentu bukan pola pikir yang tepat untuk dimiliki! Apabila kamu benar-benar mengejar jalur atlet/ atlet profesional, maka perlakukan itu sebagai pekerjaan penuh waktu Anda.

Ingatlah bahwa Greysia dan Apriyani bersama dengan Olympian lainnya telah berkorban begitu banyak untuk mencapai titik ini, hari-hari mereka panjang dan melelahkan. Ini merupakan kehidupan penuh dedikasi yang terisolasi, tanpa banyak dukungan sosial dan bantuan finansial yang cenderung sedikit atau mungkin tidak ada sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang sangat kompetitif yang berusaha untuk menang karena itulah mereka, karena itu adalah hasrat mereka. Mereka mengambil tanggung jawab penuh, memiliki dedikasi penuh, memperlakukan olahraganya seolah-olah hidup mereka bergantung padanya. Dan itulah mentalitas yang tepat untuk dimiliki.

Ini dimulai dari sekarang. Dimulai dari latihan harian atau mingguan kamu. Dimulai dari turnamen junior bulanan kamu. Dan begitu kamu belajar membuat pengorbanan-pengorbanan itu, kamu ada di jalur yang benar dan selangkah lebih dekat untuk menjadi seorang atlet Olimpiade.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE