AUTHOR

OBGOLF

22 December 2017

Indra, Danny dan Fajar berbagi di tempat di Puncak Leaderboard

BOGOR, 20 DESEMBER.  Pertarungan menuju tangga juara di Grand Final Indonesian Golf Tour (IGT) di Gunung Geulis Golf & Country Club pada 19-21 Desember 2017 makin ketat. Tiga pegolf membuka peluang besar untuk meraih gelar di partai final 30 pegolf terbaik dari Indonesian Golf Tour yang menyediakan hadiah total Rp300 juta itu. Mereka adalah Indra Hermawan, Danny Masrin, dan Fajar Win Nuryanto. Hingga putaran kedua, keduanya sama-sama mengumpulkan skor total lima-di bawah par (137), dan bertengger di T1.

Danny sempat sendirian menduduki posisi pertama leaderboard dengan skor enam-di bawah par setelah Fajar yang juga mendampinginya di posisi atas tergusur ke T2 karena bogey di hole 16. Namun, skor Danny pun berkurang akibat bogey di hole 18.

“Dua hari ini habis 14 hole skor harian saya selalu empat-di bawah par. Namun, kemarin tiga bogey di empat hole terakhir. Hari ini sudah enam-di bawah par, bogey di 14 dan 18, tetapi birdie di 15. Empat hole terakhir ini memang agak susah. Namun, di sembilan hole kedua, greennya memang susah dibaca. Di hole 18 ini saya selalu dapat tiga putt,” kata Danny. “Sejauh ini pukulan saya bagus selama dua hari.”

“Besok di 4-5 hole terakhir saya mesti agresif. Namun, 12 hole pertama saya mesti meraih skor sebanyak-banyaknya,” tambah Danny, yang merupakan juara IGT III 2017.

Penguasa leaderboard sehari sebelumnya, Indra, masih mempertahankan performanya. Meski hanya menambah satu-di bawah par hari ini (70), Indra masih memberikan kesempatan dirinya untuk bertarung di partai penentuan besok.

“Hari ini putting saya kurang bagus. Kemarin pun demikian. Namun, hari ini lebih jelek dibanding kemarin. GIR (green in regulation, pukulan di green sesuai regulasinya) juga turun, hanya 14. Saya salah membaca jarak. Namun, saya masih optimistis bisa lebih baik lagi besok. Mudah-mudahan puttingnya bisa sesuai harapan saya,” kata Indra, yang merupakan juara IGT II 2017.

Fajar masih menunjukkan konsitensinya. Bahkan, hari ini ia cenderung menunjukkan peningkatan. Ini bisa terlihat dengan skor 68 (tiga-di bawah par), yang dibukukannya hari ini, sehingga menambah perolehan skornya menjadi lima-di bawah par, sama dengan Danny dan Indra.

Ini merupakan pertama kalinya Fajar berada di posisi puncak leaderboard, dan berpeluang besar menraih gelar profesional pertamanya.

“Start saya sempat lambat. Bogey di hole pertama. Ya sudahlah, saya coba ambil momentum lagi. Birdie di hole 2, kemudian saya bermain seperti biasa lagi. Permainan saya mengalami peningkatan. Empat tambahan birdie hingga hole 9. Sayang, double bogey di hole 12. Tetapi saya bisa buat dua birdie, meski kena satu bogey lagi. Sembilan hole kedua ini memang benar-benar menyulitkan greennya. Saya dua hari ini kena bogey di hole 10 dan 16,” jelas Fajar.

“Besok saya lebih berpikir permainan saya, nggak mau mikir yang aneh-aneh. Kalau bisa menang besok, ya itu hari saya. Tapi kalau tidak, ya ini bisa menjadi pengalaman bagus bagi saya. Yang penting, saya tidak ingin over confidence buat besok,” tambah Fajar, yang posisi terbaiknya di Grand Finale adalah peringkat 9 di 2015.

Posisi T3 ditempati tiga pemain, Joshua Andrew Wirawan, Clement Kurniawan, dan Almay Rayhan yang sama-sama membukukan skor satu-di atas par (143). Nama terakhir adalah pegolf amatir, yang tentunya membuka kesempatan besar untuk meraih gelar Lowest Amateur. Almay menyodok ke posisi tiga besar usai membukukan skor 68 (tiga-di bawah par).

Pesaing terdekat Almay adalah Kevin C. Akbar. Usai putaran dua ini, Kevin tertinggal tiga pukulan dari Almay. Besok menjadi kesempatan Kevin untuk mengejar ketertinggalannya.  

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE