AUTHOR

OBGOLF

20 December 2017

(ID) Indra Hermawan Pimpin Sementara Dengan Empat di-Bawah Par

BOGOR, 19 DESEMBER. Perjalanan panjang sirkuit golf nasional bertajuk “Indonesian Golf Tour” selama setahun ini berakhir di Gunung Geulis Golf & Country Club pada 19-21 Desember 2017 dalam “Grand Final Indonesian Golf Tour (IGT)”. Sebanyak 30 pegolf terbaik berdasarkan IGT Point Standing sepanjang 2015 ini bertarung dalam Grand Final IGT yang menyediakan hadiah Rp300 juta ini. Selain itu, perhelatan final IGT musim 2017 ini diikuti tiga pegolf amatir.

Bermain pada jadwal siang, hujan sempat turun ketika pertandingan baru berjalan satu jam. Namun, 15 menit kemudian terhenti. Putaran pertama Grand Final Indonesian Golf Tour yang berlangsung di East Course Par 71 ini akhirnya bisa diselesaikan tanpa ada penundaan.

Indra Hermawan melaju ke posisi puncak leaderboard dan bertengger sendirian saat putaran pertama selesai. Juara IGT Seri II itu membukukan skor 67 (empat-di bawah par). Dengan lima birdie dan satu bogey, Indra cukup nyaman bertanding hari ini.

Di posisi kedua Fajar Winnuryanto tertinggal dua pukulan dari Indra. Ia mencetak skor 69 (dua-di bawah par).

Fajar sempat terlebih dahulu memimpin leaderboard dengan perolehan tiga-di bawah par usai sembilan hole pertama, sebelum Indra yang bermain satu grup di belakang menempel ketat perolehan skornya.  Skor itu merupakan hasil satu birdie dan eagle di hole 7 dan 8. Sayang, Fajar membuat bogey di hole 10.  Birdie di hole 13 pun terbuang percuma setelah bogey di hole 16.

“Saya menjaga tempo permainan agar tetap berada dalam persaingan. Beberapa peluang birdie tidak juga terwujud di enam hole awal. Baru bisa pada hole 7. Tambah eagle dari putt 2,5 meter. Usai bogey di 10, saya mencoba mengembalikan fokus permainan untuk tetap menempatkan bola agar sampai di green,” jelas Fajar.

“Sepanjang 18 hole pukulan saya solid. GIR (green in regulation, pukulan di green sesuai regulasinya) saya itu 16/18. Namun, green di East Course ini memang benar-benar tidak mudah. Salah baca, bola akan lewat,” tambah Fajar, yang posisi terbaiknya di Grand Finale adalah peringkat 9 di 2015.

Rinaldi Adiyandono menduduki posisi T3 dengan skor 70 (satu-di bawah par). Rinaldi sebenarnya sempat menyodok Fajar dan memimpin sendirian di posisi puncak sejak hole 11 dengan tambahan dua birdie di hole 10 dan 11. Ia mengumpulkan skor total empat-di bawah par hingga hole 16. Sayang, satu bogey dan dua double bogey di dua berikutnya mereduksi skornya menjadi satu-di bawah par ketika menyelesaikan 18 hole putaran pertama.

“Hole 17 saya tidak yakin dengan keputusan saya. Jadinya, pukulan saya pun tidak sesuai harapan. Hasilnya bogey. Di hole 18, bola saya dari tee ke kiri, masuk saluran air. Sempat free drop. Setelah tiga pukulan, bola masuk green. Tiga putt. Double. Tapi sejak practice kemarin hole 18 ini saya memang belum menemukan cara untuk menaklukkannya,” kata Rinaldi.

Selain Rinaldi, Danny Masrin, Clement Kurniawan, dan Joshua Andrew Wirawan pun menduduki posisi T3, dan masih berpeluang menggeser pemimpin leaderboard putaran pertama.

Sementara, untuk kategori Lowest Amateur, Rifqi Alam sementara mengungguli dua pegolf amatir lainnya. Rifqi yang menempati posisi ketujuh mencetak skor 71 (even par), dan memimpin dengan empat pukulan dari Almay Raihan yang membukukan skor 75 (empat-di atas par).

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE