AUTHOR

OBGOLF

11 February 2021

Implementasi CHSE sambil Berwisata Alam

Penyebaran virus Corona-19 atau yang dikenal Covid-19 memang menjadi sebuah peristiwa yang luar biasa. Covid-19 yang kemudian menjadi pandemi sejak awal tahun 2020 telah meluluhlantakkan seluruh sektor perekonomian, termasuk pariwisata. Sektor ini memang merasakan dampak yang cukup parah. Para pelaku wisata merasakan pendapatan yang menurun sangat drastis karena jumlah wisatawan langsung menyusut, menyusul kekhawatiran akan tertular Covid-19 ini.

Kondisi Covid-19 ini mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperekraf) RI, melakukan upaya-upaya untuk membangkitkan dan juga menggerakkan kembali ekonomi pariwisata. Meski demikian, upaya ini perlu disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat agar wisatawan tetap merasa terjamin dengan produk dan pelayanan wisata yang ditawarkan.

Terkait hal ini, Kemenparekraf pun meluncurkan protokol kesehatan bernama CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment), sebagai panduan bagi wisatawan dan juga pelaku usaha wisata. Sosialisasi Protokol yang mengedepankan kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan ini terus digencarkan melalui berbagai kegiatan.

Bali menjadi provinsi yang paling terpukul dengan Pandemi Covid-19. Menurunnya pendapatan dari sektor pariwisata yang menjadi andalan provinsi tersebut. Karena itu, Kemenparekraf menggelar Program We Love Bali yang juga menjadi implementasi Protokol CHSE.

Sejak 7 Oktober 2020 hingga 8 Desember lalu, Kemenparekraf menggulirkan Program We Love Bali yang terbagi dalam 10 program. Masing-masing program menjalankan 11 keberangkatan. Hingga 8 Desember ini, total peserta yang mengikuti We Love Bali mencapai 4.400 orang, yang tentunya juga melibatkan ratusan industri dan ribuan tenaga kerja dari pelaku-pelaku wisata.

OB Golf mendapat kesempatan untuk mengikuti perjalanan Program 5 We Love Bali yang mengambil rute Jatiluwih, Penebel, Penatahan, Belimbing, dan Kerambitan. Program ini terasa berbeda dari kegiatan tur umumnya karena lebih mengombinasikan pada wisata alam dan wisata religi. Para peserta kegiatan “We Love Bali” bisa menikmati budaya dan keindahan Bali yang tersembunyi.

Para peserta mengeksplorasi Sun Flower Garden di Desa Belayu dan Desa Wisata Pinge, menikmati keindahan Jatiluwih yang sudah go international melalui kegiatan biking dan hiking, merasakan pemandian air panas Espa Yeh Panes di Penatahan, menelusuri Desa Belimbing dan Desa Kerambitan, sambil diselingi hiking di kebun kopi, kakao, dan persawahan.

Selain itu, para peserta yang umumnya adalah warga Bali mendapat kesempatan untuk bersembahyang di Pura Batukau yang terkenal karena merupakan salah satu tempat ibadah umat Hindu yang berusia tua di Bali. Kunjungan ke Puri Agung Karambitan, yang merupakan kawasan pertanian kecil dengan budaya kerajaan,  menutup petualangan selama tiga hari.

Menariknya, dalam setiap aktivitas, peserta beradaptasi dengan kebiasaan baru, mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Para pelaku wisata pun membiasakan diri untuk menjaga empat faktor CHSE dan juga mengingatkan para tamu untuk disiplin dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Kemenparekraf tentunya berharap ini bisa menggerakkan kembali industri pariwisata Bali yang terdampak pandemi; memulihkan citra pariwisata Bali; dan sekaligus mempromosikan berbagai destinasi pariwisata Bali dengan keindahan alam dan kebudayaan yang kuat sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

 

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE