AUTHOR

OBGOLF

11 February 2021

Dukungan Pegolf Indonesia untuk Kebangkitan Pariwisata Bali

Pandemi Covid-19 membuat perekonomian Provinsi Bali sangat tersendat. Sektor pariwisata yang menjadi sumber utama pendapatan daerah provinsi yang juga merupakan pulau ini pun mengalami penurunan yang drastis. Kondisi ini disadari banyak pihak, termasuk para pegolf dari beberapa komunitas golf.

Persatuan Golf Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PGI DKI), Asian Senior Golf Association (ASGA), Persatuan Pegolf Senior Indonesia (Perpesi), dan Persatuan Golf Pondok Indah berinisiatif untuk membantu ekonomi pariwisata Bali yang terdampak parah akibat pandemi. Melalui sebuah turnamen golf persahabatan yang bertajuk “Ajeg Bali Golf Tourism”, para inisiator yang juga menunjukkan kepedulian para pegolf Indonesia ini mendukung upaya pemerintah dalam membangkitkan dan juga menggerakkan kembali ekonomi pariwisata Bali, khususnya wisata olah raga (sport tourism).

Ajeg Bali Golf Tourism berlangsung pada 10-13 Desember 2020. Turnamen yang disponsori Bank BNI, Bank BRI , dan Bank Mandiri ini diikuti 80 pegolf yang terbang langsung dari Jakarta dengan menggunakan maskapai Citilink.

Sambil menikmati hospitality di the Trans Resort, ke-80 peserta Ajeg Bali Golf Tourism ini berupaya untuk menaklukkan tiga lapangan golf berstandar championship di Bali, yaitu Bali National Golf Club, Handara Golf & Resort, dan New Kuta Golf Club dalam atmosfer. Meski demikian, Ajeg Bali Golf Tourism tetap mengedepankan persahabatan sesama peserta.

Terlepas dari kompetisi yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, dukungan material dan moral dari organisasi-organisasi golf terhadap pariwisata di Bali melalui sport tourism menjadi sesuatu yang patut diacungi jempol. Kegiatan seperti ini akan berdampak pada kegiatan ekonomi Bali secara langsung dan akan dirasakan oleh pekerja di lapangan golf, pekerja restoran, pekerja hotel, taksi dan tentunya perusahaan penerbangan.

"Mungkin saja dampak ekonominya tidak seberapa. Namun, paling tidak kita bersama menunjukkan kebersamaan dalam menghadapi masa-masa pandemi yang sulit ini," ujar Peter Gontha, penggagas Ajeg Bali Golf Tourism.

Pelaksanaan Ajeg Bali Golf Tourism tetap mengutamakan protokol kesehatan JCM (jaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker). Karena itu, kehadiran para peserta Ajeg Bali Golf Tourism bisa menjadi contoh bahwa Bali telah siap menerima wisatawan dalam dan luar negeri dengan menerapkan protokol kesehatan CHSE (cleanliness, health, safety & environment sustainability) yang sedang gencar diimplementasikan oleh pemerintah untuk kenyamanan dan keamanan berwisata di tengah pandemi.

"Tentu harapannya juga agar ini menjadi contoh bagi komunitas golf maupun olah raga lainnya untuk bisa membantu membangkitkan pariwisata melalui olah raga golf. Ini merupakan tugas kita bersama Pemerintah untuk saling membantu dalam mengembalikan kegiatan ekonomi Indonesia dan membantu sesama anggota masyarakat lain di Indonesia," tambah Peter.

Yang pasti, dukungan semua pihak bisa menopang Bali agar tetap ajeg (kukuh) meski diguncang pandemi.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE