AUTHOR

OBGOLF

19 April 2021

Modal Jago atau Cepat Saja tidak Cukup

Bertempat di Modern Golf & Country Club, Tangerang, sebuah turnamen bertajuk “Indonesia Speed Golf presented by Combiphar” berlangsung pada 12 Maret lalu. Turnamen yang memadukan golf dan lari ini menjadi turnamen speed golf pertama di Indonesia.

Menggunakan konsep speed golf, Indonesia Speed Golf presented by Combiphar merupakan kejuaraan beregu.  yang terdiri atas 3 peserta. Setiap tim terdiri atas tiga pegolf (amatir atau profesional), yang telah memenuhi batas maksimal total handicap dalam satu tim. Masing-masing peserta dalam satu tim hanya diperbolehkan menggunakan tiga stik yang terus digunakan selama pertandingan.

Indonesia Speed Golf presented by Combiphar yang juga didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperekraf) berlangsung dalam satu putaran 18 hole yang dibagi dalam dua tahapan: 9 hole pertama adalah speed golf dan 9 hole kedua adalah permainan golf reguler. Dalam konsep speed golf di 9 hole pertama, total 51 yang ikut serta didorong untuk mencetak skor golf yang bagus dalam waktu yang cepat. Jadi, jago main golf tidak menjamin untuk menang jika tidak cepat mainnya.

“Ini konsep turnamen yang bagus. Ada variasi dalam turnamen yang membuat golf ini tetap menarik untuk dimainkan,” jelas Michael Wanandi, Presiden Direktur Combiphar yang juga menjadi peserta dalam turnamen Speed Golf ini. 

“Kita cari club yang multi-function. Saya pilih hybrid, short iron, dan sand (wedge). Sand bisa dipakai sebagai putter, hybrid juga. Jadi, pilih club yang safe agar terhindar dari penalti. Kalau putter, agak susah. Karena hanya cuma (berfungsi) di green saja,” tambah Michael, yang menjelaskan pengalamannya bermain di Indonesia Speed Golf ini.  

Selain sebagai sebuah turnamen, penyelenggaraan Indonesia Speed Golf presented by Combiphar ini juga membawa misi: mempromosikan pariwisata melalui golf. Tidak hanya itu, sejalan dengan upaya untuk mengembangkan sport tourism di Indonesia, Indonesia Speed Golf presented by Combiphar menjadi media yang tepat dalam menjadikan golf sebagai salah satu sport tourism.

Indonesia Speed Golf presented by Combiphar ini pun memopulerkan golf di kalangan anak muda yang kini mulai tertarik dengan olah raga ini. Tidak mengherankan jika banyak peserta yang merupakan anak-anak muda yang ingin bermain golf dengan atmosfer kompetisi yang berbeda dari biasanya.

Penyelenggaraan turnamen ini sendiri tetap menerapkan panduan protokol CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan) yang menjadi dasar untuk pelaksanaan semua kegiatan wisata, termasuk sport tourism, yang bersih dan aman.

Tim LAD yang beranggotakan Danny Masrin (profesiona), Leonardi Husada, dan Eddy Putra Made berhasil menggaet gelar juara pertama. Tim Promo Hunter yang diperkuat Muhammad Kaya Putra, Anar Arsyid, dan Hansel Tong menempati posisi kedua, sedangkan Tim Eagle yang diisi oleh Hendri Nasim (pro), Yasmin, dan Fadil Wicaksono menduduki posisi ketiga.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE