AUTHOR

OBGOLF

19 April 2021

Tyrrell Hatton - Pendatang Baru di 10 Besar Dunia

Bagaimana bakat golf Tyrrell di usia junior?

Permainan golf sudah terbentuk di dalam diri Tyrrell ketika ia masih balita. Sang ayah, Jeff Hatton, sangat mendukung hobi anaknya yang tidak biasa ini.

“Golf selalu menjadi bagian terbesar dalam kehidupan saya dan karena orang tua saya. Saya, di usia 18 bulan, sudah di taman belakang rumah dengan klub-klub plastik. Ketika berusia tiga tahun, ayah benar-benar membuatkan wood 5, iron 6 dan putter untuk saya. Ia memotong dan memasangnya semua. Face iron 6 dipotong setengah dari aslinya, cukup ringan bagi saya,” kata Tyrrell, seperti dikutip Todays Golfer UK.

Usia lima tahun, Tyrrell memenangi jaket hijau pertamanya di High Wycombe Junior Masters dalam lapangan par 3.  Setahun berikutnya, ia sudah mengalahkan ayahnya di golf. Karena Tyrrell, yang berhasil menyabet High Wycombe Junior Masters tiga kali berturut-turut, sang ayah mengambil kursus kepelatihan golf dan membuka akademi golf “Hatton Golf”. Jeff kemudian menjadi pelatih Tyrrell hingga saat ini.

 

Perjalanan Tyrrell di amatir….

Sebelum beralih status ke profesional, Tyrrell terlebih dahulu menimba pengalaman di amatir. Menjuarai Harleyford Mens Club Championships (2009) dan Czech Amateur (2010), dan beberapa kali menduduki runner up di turnamen-turnamen amatir bergengsi. Tyrrell yang berusia 18 tahun waktu itu menjadi pegolf amatir termuda yang bermain di the Open Championship 2010. Posisi terbaik Tyrrell di Rangking Amatir Dunia adalah 24 (2011).

 

Apa gelar pertama Tyrrell di arena profesional?

Gelar pertamanya adalah Woodcote Park (Jamega Pro Golf Tour pada 2011), sebulan setelah ia resmi menjadi pegolf profesional. Gelar bergengsi pertamanya adalah Alfred Dunhill Links Championship (European Tour) pada 2016, yang mampu dipertahankannya pada tahun berikutnya.

 

Sejak 2017, Tyrrell bermain dengan cedera di pergelangan tangan kanan. Bagaimana cedera itu terjadi?

Ketika Masters 2017, ada pembatalan Kontes Par 3, Tyrrell yang sudah berada di lapangan bergegas kembali ke club house. Dalam perjalanan, ia kehilangan keseimbangan dan menabrak batang logam. 

"Saya terpeleset di sisi lereng dan berusaha menahan badan saya dengan tangan agar tidak terjatuh fatal. Kejadian itu tidak memengaruhi saya selama turnamen dan kemudian saya tidak turun lapangan selama empat hari. Ketika saya kembali pada hari kelima, saya tidak bisa memukul dengan wedge sejauh 20 yard, itu sangat menyakitkan. Begitulah yang terjadi sejak saat itu."

 

Apa yang dilakukan Tyrrell agar tetap bisa bermain?

Cedera tersebut memaksanya untuk disuntik steroid setiap enam bulan agar bisa berkompetisi. Ia menjadi langganan dokter European Tour setiap selesai satu putaran, mengecek kondisinya sekaligus memberikan suntikan painkiller.

 

November 2019, Tyrrell akhirnya masuk ke meja operasi. Apa yang terjadi?

Kondisi cedera pergelangan tangan kanannya makin memburuk. Ia hampir tidak bisa memukul dengan pitching wedge tanpa meringis kesakitan. Dua minggu setelah ia menang Turkish Airlines Open, Tyrrell memutuskan untuk menjalani operasi. Operasi itu berjalan sukses. 

 

Bagaimana permainan golf Tyrrell pasca-operasi?

Kurang dari tiga bulan pasca-operasi, Tyrrell kembali beraksi di WGC-Mexico pada Februari 2020.  Tidak ada tanda-tanda efek samping, Tyrrell justru bisa menduduki posisi T6. Usai melewati Honda Classic, ia tampil di Arnold Palmer Invitational, dan berhasil menggondol gelar juara pertamanya di PGA Tour.

 

Hampir tiga bulan berada di luar lapangan tidak membuat Tyrrell jenuh. Kok bisa?

“Saya banyak minum anggur merah dan bermain Xbox,” jelas Tyrrell, seperti dikutip Golf Digest. Ketika gips dibuka, Tyrrell langsung memilih Xbox. Gim yang dipilih? FIFA20.

 

Selain golf, olah raga apa yang disukai Tyrrell?

Tyrrell senang menonton sepak bola. Ia bahkan merupakan pendukung fanatik Liverpool. Wedge-nya diukir dengan enam gelar Si Merah di Liga Champions dan “YNWA”, slogan tim Liverpool “You’ll Never Walk Alone”. “Dan saya sangat menyukai F1,” kata Tyrrell.

 

Kemenangannya di Abu Dhabi HSBC Championship melesatkan namanya ke  Top 5 Dunia. Bagaimana perasaan Tyrrell bisa menembus Top 10 Dunia?

Ini sudah menjadi target karier saya. Menang di Wenthworth (BMW PGA Championship) dan mencapainya (posisi No. 10 Dunia) di minggu yang sama sangatlah istimewa. Berada di sana (Top 10 Dunia) adalah hal lain, tetapi satu hal yang menyenangkan bisa mencentang kotak itu (target). Target berikutnya adalah memenangi turnamen WGC dan kemudian major. Itu akan menjadi sangat istimewa,” katanya.

 

Tyrrell dikenal sebagai salah satu pegolf yang bertemperamen. Ia pun mengakui hal itu.

"Golf adalah bagian penting dalam hidup saya dan itu sangat berarti. Apakah saya sangat peduli (dengan golf)? Mungkin. Tapi menurut saya itu bukan hal yang buruk. Itu hanya menunjukkan betapa bersemangatnya saya. Lihat, saya selalu begitu mudah frustrasi dan sedikit marah di lapangan golf dan tentu saja, semua orang tahu itu. Dan jika saya mulai memengaruhi rekan bermain saya dan merugikan pukulan saya sendiri, itu baru masalah.”

 

Bagaimana pandangan Tyrrell dengan Olimpiade?

"Emily, tunangan saya, tentu akan senang jika saya bisa ke Olympiade karena ia menyukai Jepang. Jadi, itu akan sangat keren. Tetapi, saya ingin berpikir di tahun depan (2021) saya bisa masuk tim Piala Ryder lagi. Sekarang poin telah dimulai, itu pasti target saya karena saya ingin membuktikan pada diri saya sendiri bahwa itu tidak terjadi sekali saja."

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE