AUTHOR

OBGOLF

19 April 2021

Saya & Golf Gina Aditya Putri

Bagaimana awal mula kenal golf?

Kenal golf sih sejak lima tahun lalu. Sempat off tiga tahun, baru mulai lagi sejak pandemi tahun lalu. Pertama kali terjun di dunia golf. Awalnya iseng. Terus, bisa tambah teman. Aku jadi kenal beberapa teman atlet golf dan yang bekerja di lapangan golf yang bantu aku lebih serius di dunia golf.

Gara-gara pandemi, jadi lari ke golf?

Bingung mau ngapain. Ya sudah. Di situ gua mulai lagi belajar golf. Driving beberapa kali, lalu teman-teman ngajak turun lapangan. Pertama kali turun ke lapangan di Jakarta. Kok rasanya enak ya, gua ngerasa rileksnya. Dari banyak olah raga yang gua tekuni, dari boxing, muay thai, hingga climbing, ini (golf) salah satu olah raga yang gua suka.

Jadi, apa yang menarik dari olah raga ini?

Gua suka golf karena merasa nyaman. Golf itu olah raga yang menyehatkan, khususnya pikiran. Dari semua olah raga yang gua tekuni, ini olah raga yang bikin pikiran gua rileks.

Nggak takut hitam? Wanita kan kendalanya takut hitam kalau main golf.

Jujur saja, ketika pertama masuk golf, gua kepikir takut hitam. Tetapi makin ke sini, akhirnya bersikap masa bodoh (kulit hitam).  Perawatan kulit sih tetap dijaga. Cuma, tidak rutin. Jadi, tidak peduli (hitam). Yang penting, gua enjoy, gua nyaman, dan gua tenang di golf. Kalau gua lagi stres nih,  ya sudah main golf saja. Bisa nggak stres, bisa lebih rileks. Dan itu benar.

Jadi, apa saran buat wanita yang mau main golf?

Kalau masalah kulit, nggak usah takut hitam. Just do it saja. Main sajalah. Kalau passion elo ke golf, dan elo memang suka main golf, ya sudah dilakuin saja. 

Main golf pakai pelatih?

Awal-awal driving, gua pakai coach. Tetapi makin ke sini, makin sering turun lapangan, gua melatih diri gua sendiri. Kalau gua salah, di mana kesalahan gua, itu yang gua koreksi. Terus gua sering lihat YouTube. Ada pegolf yang gua suka banget. Namanya, Hyunju Yoo, dari Korea. Dia keren banget. Ladies golfer. Dan gua selalu lihat dia, gimana cara dia swing atau putting. Itu gua belajar golf.

Sebelum turun ke golf, Anda kan sudah dikenal di acara MasterChef Indonesia. Bagaimana awal masuk di acara tersebut?

Sebelum masuk MasterChef Season 6 itu, awalnya gua punya bisnis pastry kecil-kecilan. Dari homemade by Gina itu, gua belajar di culinary school selama setahun. Lalu gua juga sekolah pastry selama enam bulan. Setelah itu semua, gua baru beranikan diri untuk ikut MasterChef. Alhamdulillah, gua bisa lolos hingga Top 14. Selesai (tereliminasi) di 14 besar, pandemi datang.

Awalnya sibuk di MasterChef, lalu rutin di golf. Nyambung enggak sih?

Dari MasterChef ke golf, gua rasa masuk. Kita kan perlu relasi kerja. Di golf ini alhamdulillah aku kenal beberapa relasi yang mendorong aku mendalami bisnis kuliner aku sehingga nyambung (chef) ke golf.

Kira-kira ada enggak kesamaan antara tampil di MasterChef dan main golf?

Main golf dan tampil di MasterChef itu ada kesamaan. Sama-sama (memberikan) pressure. Kita ketemu judges (para juri). Terus kita dikasih waktu untuk masak, dan bagaimana menyajikannya. Golf juga demikian. Kita harus melatih otak dan hati agar sama. Itu menurut gua bikin pressure

Selain bisa melepas stres, dapat manfaat apa lagi di golf?

Gua bisa kembangin bisnis pastry. Gua ketemu partner bisnis itu di golf. Karena itu, gua selalu berusaha cari rekanan bisnis untuk ke depannya di golf. Ada juga yang menawarkan peluang-peluang untuk ngembangin bisnis gua, itu pun di lapangan golf. Cuma, belum gua follow up lagi sih.

Apa saja usaha pastry yang sedang dikembangkan?

Gua lagi jualan burger (@burger_series). Burgernya ini lagi dipatenin. Cuma belum ketemu nama yang cocok. Gua juga punya produk pastry-pastry yang lain di @homemadeby_gina. Ada juga vietnam pho, yang diubah menu resep dan dagingnya.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE