AUTHOR

OBGOLF

06 October 2020

Danielle Kang

KPMG Women’s PGA Championship pada 2017 merupakan gelar pertama yang diraih Kang setelah enam tahun berkarier di dunia profesional. Apa makna kemenangan ini bagi Kang?

Gelar pertama ini pastinya akan selalu dikenang Kang sepanjang masa. “Saya tidak bisa menjelaskan apa artinya bagi saya. Yang saya rasakan dan saya capai tidak bisa dijelaskan. Memenangi major pertama, cara saya memenanginya dengan birdie di hole terakhir, semuanya. Saya tidak menuliskan cerita yang lebih baik,” katanya.

Kang belajar golf di usia 12,5 tahun. Setahun kemudian ia bisa membuat kejutan. Bagaimana kisahnya?

Kang memiliki bakat alami di golf. Di usia 14 tahun ia berhasil lolos kualifikasi untuk U.S. Women’s Open pada 2007. “Golf terasa mudah bagi saya waktu itu. Saya masih muda dan tidak kenal takut. Saya hanya bermain dan memukul bola. Berlatih bela diri lebih dari 10 tahun dan siap bertarung ketika masih muda, saya punya kepercayaan diri bahwa saya bisa melakukan apa pun,” kata Kang. Uniknya, Kang sendiri tidak tahu apa itu US Open ketika bisa lolos. Ia berpikir itu bukan hal yang besar. “Saya bahkan tidak mendaftar untuk turnamen itu. Kakak saya yang mendaftarkan saya,” jelasnya. 

Kang bilang golf itu dulu mudah. Bagaimana sekarang?

Tidak. Golf itu sulit. Ini olahraga yang paling sulit di dunia ini. Olahraga ini tidak mudah.

Bagaimana prestasi Kang selama di amatir?

Selain lolos kualifikasi US Women’s Open pada 2014, Kang pun merupakan junior berprestasi selama beberapa tahun, termasuk menyandang status sebagai salah satu pegolf terbaik AS di AJGA pada 2008 dan 2009. Ketika kuliah di Pepperdine University, namanya terdaftar sebagai salah satu pegolf elite di perguruan tinggi. Pada 2010, Kang lagi-lagi lolos kualifikasi US Open dan menjadi satu dari enam amatir yang lolos cut. Di US Women's Amateur 2010, Kang menjadi juara setelah menjungkalkan pegolf favorit Jessica Korda. Bersama Korda, ia mewakili AS dalam Women's World Amateur Championship dengan hasil runner up. Keberhasilannya di Women's Amateur champ membuka kesempatan bagi Kang untuk bermain di empat major LPGA pada 2011, dan berhasil lolos cut di tiga turnamen major. Dari salah satu cut-nya itu, Kang menyabet gelar low amateur di Women's British Open ketika finis di T49. Ia pun menjadi pegolf wanita pertama yang berhasil mempertahankan gelar di Women's World Amateur Championship dalam 15 tahun. Tidak lama setelah itu, Kang mengumumkan diri sebagai pegolf profesional.

Ia menguasai golf. Namun, jangan tanya soal sejarah golf kepada Kang. Ia tidak akan bisa jawab. Mengapa?

Kang mengaku tidak dibesarkan dalam atmosfer golf. Olahraga ini terjadi dengan sendirinya dalam kehidupan Kang. “Saya tidak tumbuh dengan belajar sejarah golf. Saya tidak cukup pintar. Saya belum pernah menonton Caddyshack, dan juga Tin Cup. Saya pun bukan orang yang sangat (hobi) golf. Saya hanya menyukai olahraga ini,” kata Kang, seperti dikutip Star Tribune. “Saya belajar golf ketika berada di sana. Saya senang berjalan di sekitar clubhouse. Saya suka museum. Jadi, pada dasarnya saya memperlakukan clubhouse sebagai sebuah museum. Saya masuk (ke dalamnya) dan mempelajarinya.  

Kang bisa main piano, dan piawai bela diri. Ia pun jago gambar dan melukis. Namun, ada satu keahlian yang tidak dikuasai Kang. Apa itu?

Memasak. Kang mengakui dirinya tidak jago masak. Ia tidak pernah menyentuh peralatanperalatan di dapur. Kang bahkan tidak diizinkan berada di sekitar dapur. “Memasak bukan keahlian saya. Saya tidak bisa melakukannya. Saya tidak tahu kapan daging itu matang. Saya pernah coba masak telur, dan hasilnya gosong. Ada yang pernah minta gula, dan saya memberikannya garam. Saya pikir karena keduanya berwarna putih. Tapi, itu merusak semua makanan. Karena itu,saya tidak menyentuh apa pun,” jelasnya. 

Berbakat dalam semua hal, tetapi tidak memasak. Bagaimana Kang menjelaskan hal ini?

Jika saya peduli,saya akan cari tahu. Jika saya tidak peduli,saya akan buruk tentang hal tersebut. Dua dari target-target utama saya adalah menjadi sukses dan memiliki chef pribadi. Beberapa orang menginginkan kapal besar atau rumah besar. Saya hanya ingin punya chef pribadi. 

Kapan Kang menyadari bahwa dia suka berada di panggung besar, suka bersaing?

Sejak kecil, Kang suka di atas panggung. Saya suka taekwondo, berada di arena dan tampil di depan banyak orang. Teman-teman dekat saya mengatakan saya introvert, saya ekstrovert. Tetapi ketika panggung sudah siap, saya siap tampil. 

Apa sebenarnya mimpi Kang dulu?

Ia ingin menjadi seorang aktris ketika masih muda. Kang menyukai sinematografi, ia mencintai film. “Saya suka menciptakan sesuatu untuk menyampaikan pesan saya. Sangat sulit untuk membuat orang mendengarkan saya. Tahukah Anda? Saya suka seni. Saya menggunakan golf sebagai bentuk seni. Anda harus menciptakan pukulan dan kreatif,” katanya. 

Dibanding stroke play, Kang sebenarnya lebih menyukai format match play. Apa yang mendorongnya sehingga Kang lebih senang dengan format satu lawan satu itu?

Menguasai ilmu bela diri, Kang terbiasa bertarung satu lawan satu. Itu sebabnya Kang lebih menyenangi format match play. “Saya suka dengan lonjakan adrenalin. Ini satu lawan satu. Anda dan lawan Anda. Anda harus mengalahkannya. Selalu ada naluri bertarung yang saya sukai ini dalam diri saya. “Saya tidak berpikir, hanya melakukannya,” kata Kang. 

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE