AUTHOR

OBGOLF

10 June 2021

Bangkitnya Sang Mantan Bocah Fenomenal

Apa pun hasil di hole terakhir itu, wanita berusia 24 tahun itu telah kembali ke daftar para juara LPGA. Sensasi kemenangan kali ini pun lebih bermakna. Mantan pegolf No. 1 Dunia ini harus menunggu 1.084 hari, hampir tiga tahun, untuk bisa merasakan bahagianya mengangkat trofi. Lydia yang dulu dikenal bocah fenomenal karena bisa mengukir berbagai rekor di usia yang sebenarnya dalam masa berkembang bagi seorang remaja normal. Namun, pegolf Korea berkewarganegaraan Selandia Baru ini bukanlah gadis normal. Bakatnya melebihi dari gadis-gadis seusianya. Berikut perjalanan karier Lydia dari sejak usia lima tahun hingga bisa menyandang 16 gelar juara LPGA Tour, dua di antaranya adalah titel major, dalam usia 24 tahun.

 

Bagaimana Lydia memulai petualangan golfnya?

Bakat Lydia di golf ditemukan tanpa sengaja. Ia berasal dari keluarga yang tidak tahu golf sama sekali. Namun, olah raga tersebut tiba-tiba booming setelah Lydia berusia satu tahun. Keberhasilan Se Ri Pak, yang menjuarai dua major sebagai rookie pada 1998, membuat golf menjadi olah raga populer di Korea. Ia pun menginspirasi Lydia yang bermimpi untuk mengikuti jejaknya.

"Saya mulai main golf ketika umur lima tahun,” kata Lydia, seperti dikutip ESPN. Sang tante yang memang menyukai golf memberinya club iron no. 7. Ketika diajak ke driving range, Lydia tidak mau pulang. Setelah itu, ia selalu berlatih memukul bola hingga 50 hari berturut-turut.

 

Lydia lahir di Korea, tetapi berkewarganegaraan Selandia Baru. Mengapa demikian?

Tidak berapa lama Lydia berlatih golf, ayah dan ibunya--Gil Hong Ko dan Tina Hyon—memutuskan untuk beremigrasi ke luar negeri. “Saya rasa ini karena kehidupan di Korea sudah benar-benar kompetitif,” jelas Sura, kakak Lydia yang berusia 9 tahun lebih tua. “Masuk ke universitas atau perusahaan besar, kamu harus benar-benar menderita.” Awalnya, mereka ingin ke Toronto, Kanada. Namun, karena tidak mendapatkan visa, akhirnya diputuskan untuk ke Selandia Baru. Di sana, Lydia memperdalam studi dan golfnya. Usia 12 tahun ia resmi menyandang status warna negara Selandia Baru.

 

Apa saja prestasi Lydia di jalur amatir?

Usia 8 tahun, Lydia sudah bertarung di kelas U-18 dalam turnamen golf junior. Tiga tahun kemudian, ia menang di North Island Women's U19 Championship 2009. Selanjutnya, setahun berikutnya, menjuarai New Zealand U23 dan merebut gelar low amateur dalam New Zealand Women's Open setelah tied di posisi ketujuh.

Pada 2011, di usia 13 tahun, Lydia menjadi pegolf pertama yang mengawinkan dua gelar turnamen stroke play Australia dan Selandia Baru: Australian Women's Stroke Play dan New Zealand Women's Stroke Play, ditambah lagi titel New Zealand Women's Amateur Matchplay Championship. Di tahun yang sama, ia memuncaki World Amateur Golf Ranking (hingga 130 minggu). Usia 14 tahun, Lydia kembali mengukir rekor: sebagai pegolf termuda yang memenangi turnamen pro di negaranya: NSW Women’s Open.

Masih di 2012, Lydia menyabet gelar Australian Women's Amateur dan U.S. Women's Amateur championships. Di U.S. Women's Open 2012, Lydia menyandang gelar low amateur. Lalu, di CN Canadian Women's Open, Lydia yang berusia 15 tahun empat bulan ini lagi-lagi mengukir rekor sebagai pegolf termuda yang memenangi turnamen LPGA Tour. Gelar ini mampu dipertahankannya pada tahun berikutnya.

 

Bagaimana Lydia mengumumkan diri menjadi pemain profesional?

Ia men-declare diri sebagai pemain profesional dalam rilis video pendek di YouTube, tidak melalui konferensi pers pada 23 Oktober 2013.

 

LPGA menerima Lydia sebagai member melalui sebuah kekhususan. Mengapa ini bisa terjadi?

Lima hari setelah memutuskan sebagai pemain pro, pengajuan Lidya untuk menjadi member disetujui LPGA. Namun, penerimaan Lydia dianggap sebagai sebuah kekhususan. “Setelah mereview petisi Lydia, saya menerima keanggotaan LPGA Tour-nya mulai awal musim 2014,” kata Komisioner LPGA Michael Whan.

Untuk menerima keanggotaan Lydia ini, LPGA mengabaikan persyaratan bahwa pemain harus berusia minimal 18 tahun untuk menjadi anggota. Lydia yang saat itu berusia 16 tahun memiliki keistimewaan, dua kali juara LPGA dan berada di posisi No. 5 dalam Rolex Women’s Golf Ranking, yang membuatnya langsung diterima menjadi anggota penuh.

 

Berstatus profesional, Lydia yang dijuluki “bocah ajaib” kembali mengukir beberapa rekor. Apa saja prestasi yang dibuatnya?

Awal Februari 2015, di usia 17 tahun, Lydia tercatat sebagai pegolf termuda yang mencapai takhta No. 1 Dunia. Enam bulan kemudian, usia 18 tahun, ia kembali membukukan rekor sebagai pemain termuda yang memenangi turnamen major di Evian Championship. Rekor ini kemudian berlanjut usai menerima trofi LPGA Taiwan Championship. Lydia menjadi pemain termuda, pria dan wanita, yang berhasil mengoleksi 10 gelar juara.

Ketika menang di Ana Inspiration pada April 2016, Lydia lagi-lagi melanjutkan keajaibannya: sebagai pegolf termuda yang mengalungi dua gelar major dalam sejarah. Ia menyamai prestasi Young Tom Morris usai menjuarai Open Championship 1869. Di tahun yang sama, Lydia menyabet medali perak di Olimpiade Rio.

 

Setelah Juli 2016, Lydia mulai kesulitan meraih gelar juara. Apa yang terjadi dengannya?

Tidak hanya mengalami kekeringan gelar, Lydia pun harus jatuh-bangun agar bisa melanjutkan permainan ke dua putaran terakhir. Sejak Evian Championship 2016, yang berakhir di posisi T43, Lydia sulit finis di Top 10. Atas hasil yang tidak memuaskan dari pertengahan musim 2016, ia pun berpisah dengan pelatih yang membesarkannya sejak 2013, David Leadbetter, pada akhir musim. Musim 2017 hingga Juli 2019, Lydia sudah berganti empat pelatih: Gary Gilchrist, Ted Oh, David Whelan, dan Jorge Parada. Ia hanya berhasil menyabet satu gelar juara pada April 2018. Akhir 2019, Lydia berada di No. 38 Dunia.

 

Apa upaya Lydia untuk mendongkrak penampilannya di musim 2020?

Setelah gagal cut di Australian Women’s Open pada Januari, Lydia bisa beristirahat lama dari kompetisi karena LPGA Tour dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19. Sebulan menjelang LPGA Tour pada Agustus, Lydia memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan Jorge Parada. Tidak berapa lama kemudian, Lydia menggandeng Sean Foley untuk menjadi pelatihnya. Sean pernah menangani dua mantan pegolf No. 1 Dunia, Tiger Woods dan Justin Rose.

Berkat Sean, kepercayaan diri Lydia yang sempat hilang telah kembali. Ia menjalani 13 turnamen di sisa musim 2020 yang hanya empat bulan dengan 6 kali finis Top 10 dan tanpa gagal cut. Di akhir musim, peringkatnya pun naik ke 26.

“Ia (Sean) membuatnya (lebih) sederhana,” kata Lydia seperti dikutip Golf.com. “(Sean) mengatakan, “Kita tidak mencoba cari pemecahan baru untuk masalah-masalah ini.’ …Ia sangat blak-blakan dan saya rasa itu bagus.”

 

Apa sebenarnya yang diperbaiki Sean kepada Lydia?

“Targetnya adalah agar dia memahami swingnya, bagaimana dan mengapa itu bekerja, dan agar dia dapat memukul bola itu fade,” jelas Sean, seperti dikutip Golf Digest. “Tujuan lainnya adalah membuatnya menikmati permainan dan kreatif lagi. Dia sangat kreatif dan brilian. Tapi saat ini ada seorang gadis yang sedang melihat video dan angka. Itu bukan dia." Hal sederhana ini justru memberikan dampak positif. Lima penampilan pertama di musim 2021 menghasilkan empat kali finis Top 10 (satu di antaranya berakhir dengan gelar juara) dan peringkatnya pun melesat ke posisi No. 7 Dunia. Mantan bocah fenomenal itu telah kembali. 

 

Pandemi Covid-19 rupanya mendorong Lydia untuk mengambil tes driving yang sesungguhnya: mengemudi mobil.  Bagaimana kesannya?

“Saya sangat gugup,” kata Ko, seperti dikutip Golf Digest. “Saya keringatan. Tangan saya benar-benar berkeringat. Ini rasanya seperti apa yang dirasakan di hole 18, ketika kamu datang dengan keunggulan satu pukulan.” Namun, terlepas dari pengalaman itu, Lydia berhasil lulus tes.

 

Apa pandangan Lydia terhadap legenda Korea Se Ri Pak?

"Ia (Se Ri Pak) seperti Arnold Palmer dalam bagaimana ia menyentuh dan menginspirasi begitu banyak orang," kata Lydia.

A D V E R T I S E   W I T H   U S

For more information to learn about our advertising opportunities, please complete the following form:

FIND OUT MORE